![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
" Alhamdulillah , semoga kita akan terus berkumpul seperti ini ya " ujar Chandra yang baru selesai makan .
" Amin " ucap semua yang ada di meja makan .
" Mm.. pa aku pamit ya , maaf gak bisa lama lama " ujar Nico
"Kenapa buru buru ? baru juga selesai " timpal Chandra .
" Iya , Nico kenapa terburu buru kamu nginep saja di sini " sahut Anita .
" Mau juga begitu tante , tapi saya ada janji sama temen malam ini maaf banget bukan nya saya tidak mau nginep " jelas Nico
" Nico " panggil Chandra dengan sorot mata tajam nya
" Iya pa ? " ujar Nico yang menatap Chandra
" Sampai kapan kamu memanggil Anita dengan sebutan tante , Anita juga ibu mu walau pun bukan ibu kandung mu anggaplah dia sebagai ibu mu juga " ujar Chandra .
" Mas , tidak apa apa aku tidak keberatan , jangan memaksa Nico untuk memanggil ku mama " timpal Anita yang tak enak hati dengan Nico .
" Nico , omongan papa jangan di ambil hati nya " ujar Anita yang merasa canggung
" Omongan opa bener kok oma , sama opa bilang ya papa berarti sama oma bilang nya mama " ujar Amyra yang menanggap percakapan mereka.
" Aku benerkan pa " ucap Amyra yang menatap Rizky .
" Mm.. iya sayang " jawab Rizky sedikit gugup .
Suasana pun jadi tegang .
" Iya pa , kalau begitu aku pamit ya pa , ma.. aku pamit " ucap Nico memanggil Anita dengan panggilan mama .
" Riz aku pamit , adek cantik om Nico pulang dulu ya " ujar Nico yang pamit pada semua nya .
" Dadah om london " ujar Amyra seraya melambaikan tangan nya begitu gemas membuat suasana kembali mencair tidak setegang tadi .
" Hati hati " ucap Chandra . Nico pun melangkah pergi . karena malam ini Nico sudah ada janji dengan Amyra .
" Pa , mau kemana ? " tanya Anita ketika Chandra bangun dari duduk nya .
" Papa ke kamar duluan nya ma " ujar Chandra dengan mata teduh .
" Oh iya pa " jawab Anita .
Chandra berjalan menuju kamar nya sesampai nya di kamar Chandra menuju sudut kamar yang terdapat koper milik nya saat pulang dari london karena belum sempat ia bereskan .
Chandra membawa koper nya ke atas ranjang tidur nya, lalu membuka koper itu di dalam koper Chandra mengambil sebuah amplop yang di berikan oleh isabel sebelum pergi . Entah apa isi amplop itu isabel melarang nya membuka amplop itu sebelum sampai di jakarta.
Flasback on
" Apa ini ? " tanya Chandra saat Isabel memberikan amplop itu
" Kau akan nanti setelah kau membaca nya " ujar Isabel
" Tidak sekarang " ucap Isabel saat Chandra akan membuka amplop itu
" Jangan disini , kau akan membuka ya ketika sudah sampai di jakarta " jelas Isabel yang membuat Chandra bingung .
" Memang ya apa isi nya " ujar Chandra datar.
" Kau akan tahu nanti " ucap Isabel seraya menghela nafas sejenak lalu melanjutkan perkataan nya " Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa itu sudah keputusan ku dan setelah kau membaca nya aku harap kau menyetujui nya .
Flasback off
Chandra membuka amplop itu pelan pelan di dalam amplop terdapat selembar kertas dan juga sebuah surat . Pertama Chandra membuka lembaran kertas itu tertulis ' GUGATAN CERAI ' Chandra sedikit terkejut dengan surat itu lalu Chandra membaca sebuah surat yang di tulis Isabel .
Saat kau membaca surat ini , kau pasti sudah membaca gugatan cerai itu .
Sebelum nya aku sudah memikirkan nya tanpa ada paksaan dari siapa pun aku sudah memutuskan nya karena menurut ku inilah yang terbaik untuk kita .
Tiga tahun lalu aku memberanikan diri pergi ke pengadilan di london untuk menanyakan tentang hal ini , aku menemui teman ku yang seorang pengacara , aku menceritakan semua nya antara aku dan kamu dan dia siap membantu ku untuk menyelesaikan hubungan ini .
Surat gugatan cerai ku untuk mu sebenar nya sudah lama aku menyimpan nya , tapi belum ada waktu untuk memberikan nya pada mu sampai pada akhir nya kau menemui ku dan aku memutuskan untuk memberikan nya pada mu saat itu .
Aku harap kau menyetujui nya , dan kau menghargai keputusan ku kau hanya perlu menandatangani nya setelah itu aku akan mengambil nya nanti .
^^^Salam^^^
^^^Isabel^^^
Itulah isi surat dari isabel . Chandra tidak percaya dengan keputusan yang Isabel ambil
" Kenapa Isabel, apa kau tidak bahagia dengan ku , aku pikir semua nya sudah berakhir kita akan hidup bahagia walaupun dengan jarak yang sangat jauh aku tidak percaya kau melakukan ini " batin Chandra seraya melipat kembali kertas itu .
Surat itu Chandra masukan kembali ke dalam amplop dan menaruh nya di dalam laci . Chandra tidak ingin terlalu memikirkan nya Chandra memilih untuk istirahat dan tidur.
...----------------...
Nico sudah berada di depan apartemen Amyra menunggu Amyra keluar dari apartemen nya .
10 menit berlalu Amyra pun keluar dari apartemen dengan dress yang ia kenakan membuat Nico semakin terpana akan kecantikan Amyra .
Nico turun dari mobil untuk menyapa Amyra lalu membuka kan pintu untuk Amyra setelah masuk Nico pun ikut masuk .
Nico melajukan mobil nya ke sebuah tempat sebuah Resto yang sudah dia boking .
Nico memang sudah merencanakan semua nya Resto itu di hias khusus untuk malam ini jalanan yang di penuhi lilin aromaterapi dan ruangan dinner yang di hias khusus penuh dengan bunga dan lilin yang menyerupai bentuk hati menambah kesan yang romantis tidak lupa juga musik yang mengalun indah .
" Nico , kau menyiapkan semua ini ? " tanya Amyra yang tercengang melihat semua nya .
" Kau suka " ujar Nico seraya tersenyum tipis
" Ini terlalu berlebihan Nico , kita hanya dinner biasa kamu menyiapkan semua ini " Amyra sungguh takjub dengan dekorasi Resto malam ini .
" Aku sengaja menyiapkan semua ini karena malam ini aku ingin menjadi malam paling indah untuk kita " ujar Nico yang menatap Amyra .
Disaat Amyra sedang mengagumi setiap dekorasi Resto ada seorang pelayan wanita yang menghampiri nya dan memberikan sebuah bunga , bunga mawar yang di beli khusus untuk Amyra .
Amyra sedikit gugup menerima bunga itu kenapa Nico berbeda hari ini , setelah menerima bunga itu Nico menuntun Amyra menuju meja bundar yang sudah di sediakan
Nico menarik kursi untuk Amyra setelah duduk Nico pun ikut duduk di kursi yang satu nya
" Nico , apa kamu sedang merayakan sesuatu ? Kamu berbeda sekali malam ini kau menyiapkan semua ini hanya untuk ku " ujar Amyra terkagum kagum .
Nico hanya menjawab dengan senyuman " Masih ada satu lagi untuk mu " ucap Nico tersenyum . Amyra hanya menatap Nico heran apalagi yang Nico ingin berikan untuk nya .
Prak..prak..
Nico menepukan kedua tangan nya setelah itu muncul penari penari dansa di depan mereka yang di iringi dengan alunan musik yang romantis .
" Nico " ujar Amyra yang menatap Nico , Nico hanya tersenyum lalu berdiri dan bersimpuh seraya mengulurkan tangan nya untuk Amyra
" Mau kah kau berdansa dengan ku " ucap Nico . Amyra pun tersenyum bahagia Nico selalu saja bisa membuat nya tersenyum Amyra pun menerima uluran tangan Nico lalu Nico mengajak Amyra bergabung di tengah tengah penari untuk berdansa .
Malam ini benar benar membuat kedua nya bahagia Amyra tersenyum riang, Nico pun tersenyum bahagia walau sebenar nya di dalam hati Nico dia sedikit gugup karena Nico memutuskan untuk mengungkapkan cinta nya pada Amyra malam ini entah Amyra akan menerima nya atau tidak .
Alunan musik romantis terus mengalun mengiringi tarian mereka hingga sampai musik berhenti penari itu membuat sebuah lingkaran yang mengelilingi Amyra dan Nico .
Musik pun berhenti sejenak Amyra pun sedikit bingung apa lagi yang akan Nico tunjukan semua penari tersenyum ke arah Amyra seraya bersimpuh dan mengulurkan sebuah bunga mawar masing masing penari memegang satu tangkai bunga mawar di tangan nya .
Setelah itu Nico pun ikut bersimpuh di depan Amyra dengan kepala nya di dongkakkan
" Nico apa yang kau lakukan " ujar Amyra yang terkejut dengan sikap Nico yang tiba tiba bersimpuh di depan nya .
Nico menghela nafas sejenak untuk membuang ke gugupan nya mata Nico menatap mata Amyra lekat begitu juga Amyra menatap mata Nico dan Amyra pun menjadi agak gugup sesekali dia membuang nafas nya kasar dan melirik kesekeliling penari penari .
" Apa yang akan Nico lakukan , apa Nico .. " batin Amyra .
Salah satu penari menghampiri Nico memberikan sebuah kotak kecil pada nya lalu kembali pada barisan nya .
Pelan pelan Nico membuka kotak kecil itu yamg terdapat cincin berlian di dalam nya yang begitu elegant dan itu membuat Amyra tercengang membulatkan kedua bola mata nya
Cincin itu memang sangatlah mahal , itu terlihat dari bentuk nya semua wanita pasti akan menyukai nya tapi tidak tahu dengan Amyra apa dia akan menyukai nya ?
" Amyra .. sudah lama aku menantikan malam ini , aku tidak bisa membohongi perasaan ku lagi selama ini aku menyimpan rasa pada mu di saat pertama kita bertemu aku sudah menyukai mu " ucap Nico lalu menghela nafas sejenak .
" Amyra.. maukah kau menerima cinta ku , maukah kau menjadi pendamping hidup ku selama nya " ujar Nico tulus .
Amyra diam terpaku belum bisa mengatakan apapun Amyra masih tak percaya dengan yang Nico lakukan ini begitu cepat bagi nya . Disaat hati nya masih tersimpan untuk hati yang lain tapi Amyra juga tidak bisa pungkiri Nico memang lelaki yang baik di mata nya .
Di satu sisi hati Amyra masih belum bisa membuka hati untuk siapapun karena dalam hati kecil nya Amyra masih mencintai Rizky .
Di sisi lain Amyra juga sangat nyaman ketika berada di samping Nico dan Nico orang yang selalu membuat nya bahagia , tapi untuk perasaan nya pada Nico Amyra belum bisa mengatakan apa pun apa ini cinta atau memang hanya merasa nyaman saja . Amyra masih bingung dengan perasaan nya sendiri .
" Ini sudah keputusan ku tidak peduli apa yang Amyra katakan aku harus siap menerima nya tapi aku berharap kau akan menerima cinta ku Amyra , aku harap kau akan membuka hati mu untuk ku . pleass .. Amyra aku mohon berikan aku kesempatan untuk mengisi hati mu yang kosong ." Nico hanya membatin dia gugup , gemetar , tidak tahu apa yang akan di katakan Amyra dan Amyra masih diam terpaku tidak mengatakan apapun .
" Aku mohon katakan lah sesuatu Amyra aku mohon " Nico kembali membatin dalam hati nya .
Terima..terima..terima..terima..terima..
Sorakan beberapa penari yang mengelilingi nya sedikit memberi semangat untuk Nico.
" Amyra maukah kau menjadi kekasih ku "Nico kembali berucap walau Amyra masih belum menjawab nya .