![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
Sudah berapa hari ini Amyra tidak pernah masuk kantor . Rizky pun merasa ada yang aneh dari Amyra .Entah kenapa Rizky merasa Amyra menghindari nya bahkan setiap kali bertanya pada nya Amyra selalu menjawab dengan singkat berbeda dari sebelum nya .
Sudah seminggu lama nya Amyra tidak pernah pemotretan bahkan Amyra sempat meminta resign . Entah kenapa di saat Amyra mulai menghindarinya Rizky merasa membutuhkannya , hati nya selalu merindukan sosok Amyra yang selalu di jumpai nya setiap hari bahkan Rizky merasa hatinya sakit dan sesak saat putri kecil nya menangis merindukan tante baik nya .
"Aku , harus bertemu Amyra ! Aku harus menanyakan pada nya kenapa tiba - tiba Amyra meminta resign padahal dia tahu kalau dia sudah di kontrak menjadi ambasador AR.words dan bila memutuskan kontrak Amyra harus ganti rugi ."
Perasaan Rizky bekecamuk , antara bingung, bimbang , gelisah , memikirkan terus Amyra .
Entah kenapa rasa rindu ini melanda saat Amyra mulai menghindari nya , padahal dari awal Rizky selalu ingin menjauhi nya namun setelah Amyra menjauh perasaan rindu ini mulai melanda.
Rizky pergi meninggalkan kantor nya untuk menemui Amyra .
****
Sedangkan Amyra , sedang mempersiapkan untuk acara pertunangan nya dengan Nico .
Meskipun hati nya ragu , Amyra sudah mantap untuk menerima Nico sebagai pasangan hidup nya .
Flasback on
Nico sudah sampai di rumah Dahlia nenek Amyra . Dahlia pun sudah menunggu kedatangan Nico karena sebelum nya Amyra memberitahukan bahwa akan membawa seorang teman ke rumah nenek nya .
"Nenek ." seru Amyra saat masuk memeluk Dahlia , tak lupa juga kepada Rosa ibu nya .
Rosa dan Dahlia menatap tajam pada Nico yang berada di belakang Amyra , karena sebelumnya Amyra tidak memberitahukan bahwa teman nya itu adalah pria .
"Oh , iya mama , nenek kenalkan ini Nico teman yang Amyra maksud ." Nico membungkukkan tubuh nya lalu mencium punggung tangan milik Dahlia juga Rosa .
" Salam tante , nek saya Nico pacar nya Amyra ."
Deg,
Jantung Amyra mulai tak beraturan , Amyra sangat terkejut ketika Nico mengatakan pacar nya , sebenarnya Amyra belum siap harus mengenalkan Nico sebagai kekasih nya , karena Amyra sendiri pun tidak tahu perasaan nya seperti apa pada Nico . Amyra mencoba membuka hati untuk Nico hanya karena ingin melupakan Rizky itu saja , karena cinta nya hanya untuk Rizky.
Rosa dan Dahlia saling tatap satu sama lain , lalu menatap Amyra untuk mendapat penjelasan .
"Nico , ayo duduk ." titah Amyra ,
"Oh iya silahkan duduk Nico , maaf tante hanya kaget tiba - tiba Amyra datang membawa pacar nya , iya kan ma ." Rosa melirik Dahlia yang tersenyum tipis.
Nico pun duduk , yang berhadapan dengan Rosa dan Dahlia .
"Tidak apa - apa tante , nek, maaf karena saya terlalu lancang saya pikir Amyra sudah bercerita pada kalian ."
"Amyra memang sangat tetutup untuk masalah asmara nya , dia sedikit pemalu ." Ucap Dahlia canggung .
"Tidak apa - apa Nek , oh iya bagaimana kabar nenek apa sudah sehat ? maaf saat di rumah sakit saya belum sempat menjenguk ."
"Nenek sekarang sudah sehat , terima kasih Nico atas perhatian nya ." ucap Dahlia .
"Mau minum apa ? " tanya Rosa
"Apa saja tante ." Rosa pun memanggil asisten rumah tangga nya untuk membawakan minuman juga jamuan . Tak lama kemudian ada seorang pelayan membawakan minum dan menaruh nya di meja .
Rosa pun bertanya dari mana awal mereka bertemu dan saling kenal , Nico pun menceritakan semua nya dan Rosa merasa yakin kalau Nico memang mencintai putri nya .
Itu terlihat dari keseriusan nya juga dari cara Nico menjaga putri nya selama ini .
"Tante , Nenek saya ingin menikahi Amyra ."
Deg,
Amyra begitu terkejut mendengar ucapan Nico yang ingin menikahi nya , Namun Amyra semakin bingung melihat Nico yang berterus terang seperti ini .
"Nico , apa yang kamu katakan ." Amyra membidikkan mata nya pada Nico .
"Aku , serius Amyra aku ingin menikahi mu ."
"Sebentar, Nico apa kamu yakin dengan keputusan mu ? Menikah itu bukanlah hal mudah kalian harus benar - benar siap ." Rosa tahu apa yang di rasakan Amyra , Amyra pasti belum siap .
"Tante , Nenek , aku sudah yakin dengan keputusan ku aku harap nenek dan tante merestui ku ." ucap Nico lagi .
"Tante tidak akan menghalangi kalau memang itu sudah keputusan kalian , tapi tante tidak bisa memberikan jawaban semua tergantung Amyra ." Rosa menatap Amyra yang mulai gugup dan gelisah .
"Maaf , Nico tapi itu terlalu cepat aku belum siap ." ucap Amyra yang membuat Nico kecewa .
Kamu selalu bilang seperti itu ? tapi kenapa saat dengan Rizky kamu langsung siap menikah dengan nya walaupun harus menjadi yang kedua dan tersakiti . Aku tahu kamu masih mencintai Rizky Amyra, apa kurang nya aku Amyra aku sangat mencintaimu untuk apa kamu mengejar laki - laki yang tidak mencintai mu .
Nico hanya bisa bergulat dalam hati nya . Saat ini perasaan nya begitu sakit ketika mendapat penolakan langsung dari Amyra .
"Nico , tante rasa jangan terlalu terburu - buru , biarkan kalian menjalani nya dulu kalau kalian sudah mantap untuk menikah , barulah kalian lakukan , mungkin Amyra belum siap ." Rosa mencoba memberi pengertian kepada Nico dan Amyra .
"Iya tante , maaf . Amyra aku hanya tidak ingin kehilangan mu maaf , sudah membuat mu tidak nyaman." ucap Nico yang menatap Amyra dengan rasa kecewa .
"Kalian bisa bertunangan dulu , sebelum menikah bagaimana Amyra ?" Ucapan Dahlia membuat Amyra terkejut bisa - bisa nya nenek nya itu mengatakan hal semacam itu .
"Saya tidak keberatan nek , tapi Amyra.." ucapan Nico tertahan karena di sanggah Amyra .
"Aku , juga tidak keberatan ." Nico terbelalak mendengar ucapan Amyra begitu juga Rosa dan Dahlia .
"Ayo , kita bertunangan saja dulu tapi kalau untuk menikah aku belum siap ." Nico tersenyum bahagia mendengar ucapan Amyra , ada rasa haru dan bahagia dalam hati nya , tidak menyangka Amyra akan menerima saran nenek nya itu .
Sebenar nya Amyra melakukan itu karena tidak ingin membuat Nico kecewa , mungkin dengan menerima ajakan untuk bertunangan itu bisa membuat Nico bahagia . Amyra hanya ingin membalas kebaikan Nico selama ini karena selalu ada untuk nya dan membuat nya bahagia .
Hanya ini yang bisa aku berikan Nico , semoga suatu hari nanti aku bisa membalas perasaan mu .
Batin Amyra .
Flasback off.
Amyra dan Nico memutuskan untuk bertunangan di london , di rumah nya Rosa agar Isabel juga bisa menghadiri acara bahagia nya . Akhir nya Amyra dan Rosa beserta Dahlia pergi ke london hari ini juga .
****
Rizky sudah sampai di apartemen Amyra , Rizky berjalan menuju apartemen milik Amyra setelah sampai di depan pintu Rizky mencoba mengetuk nya .
Tok,tok,tok,
Ketukan berkali - kali Rizky lakukan , namun tidak ada jawaban dari sang pemilik apartemen . Membuat Rizky semakin gelisah .
"Apa Amyra tidak ada di rumah ." gumam Rizky , yang tak mendapat jawaban dari sang pemilik rumah . Karena tidak ada jawaban Rizky pun kembali ke lobby untuk bertanya kepada pihak yang mengurus apartemen.
"Permisi mba , saya mau nanya Amyra kisara apa ada di apartemen nya ? "
"Oh , bu Amyra ya , sudah seminggu tidak pulang kata nya di rumah nenek nya , dan tadi pagi bu Amyra kembali namun balik lagi dan membawa koper seperti nya mau pergi pak ."
"Mba tahu kemana Amyra pergi ?"
"Hmm.. seingat saya bilang nya tadi mau ke london pak , soal nya dia menitipkan kunci nya pada kami seperti nya akan pergi lama ." jelas wanita itu.
Rizky tertegun mendengar Amyra yang akan pergi ke london , entah kenapa hati Rizky rasa nya sakit , dada nya sesak tak rela Amyra pergi lagi meninggalkan nya .