The True Love For Shinta

The True Love For Shinta
Mulai Jatuh Cinta??? 2


Sementara itu, setelah selesai menenangkan diri, Shinta memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi, meskipun dia masih agak malu dengan kejadian yang terjadi barusan. Saat dia membuka pintu dan berjalan keluar, tanpa sengaja dia melihat Thomas yang kebetulan juga menatap balik ke arahnya. Maka terjadilah tatapan maut yang menegangkan di antara keduanya, namun dengan cepat kemudian Shinta memalingkan wajah ke arah lain dan berjalan menuju ranjang empuk untuk segera merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah. Sebenarnya tidak hanya tubuhnya yang sudah sangat capek, pikirannya juga tidak kalah capeknya setelah memikirkan semua rangkaian kejadian yang dialaminya pada hari ini. Malam ini merupakan malam yang panjang untuk dilewatinya.


Tidak perlu lama, setelah berkutat dengan pikirannya itu, Shinta pun terlelap dan siap untuk bermimpi indah. Ya....mudahan kali ini tidak ada mimpi buruk ya. Dasar Shinta yang mempunyai kebiasaan tidur yang buruk, dia memang tidak bisa tidur dengan pose cantik, badannya yang bergerak ke sana kemari akhirnya membuat selimut yang awalnya menutupi tubuhnya itu melorot ke bawah, sehingga tubuh Shinta tidak tertutupi oleh selimut lagi.


Sementara itu, Thomas yang masih belum terlelap, karena terganggu dengan salah satu bagian tubuhnya yang tidak bisa diajak kerja sama, malah akhirnya melihat pemandangan indah yang sedang tergeletak di atas ranjang. Makin teganglah adik kecil yang di bawah itu. Ingin rasanya dia langsung menerkam gadis yang sedang tertidur pulas itu, tetapi Thomas masih bisa berpikir waras, untuk tidak melakukan hal yang tidak wajar kepada gadis yang baru dikenalnya beberapa hari ini, itupun diawali dengan perkenalan yang tidak sengaja.


Segera Thomas beranjak menuju ke tempat tidur untuk membenarkan kembali posisi selimut yang dipakai Shinta. Namun, ketika Thomas sedang berusaha menarik selimutnya, dia menatapi paha putih mulus itu dan menelan ludahnya sendri, dia benar-benar tergoda dengan pemandangan di depannya itu. Sadar....sadar....Thom...batin Thomas sambil menepuk sendiri pipinya. Tiba-tiba, Shinta membalikkan lagi badannya, sehingga tanpa sadar bibir Shinta bertemu dengan bibir Thomas. Cup....sebuah kecupan mendarat di bibir Shinta karena memang disodori begitu. Supaya tidak berlanjut lebih lagi, Thomas cepat-cepat beranjak dari tempatnya itu, menuju kamar mandi, berusaha mendinginkan badannya yang sudah mulai dipenuhi hawa panas dengan membilas wajahnya berkali-kali.


Sepertinya malam ini, Thomas akan kesusahan tidur.


Sepanjang malam, dia memikirkan paa yang terjadinya dengan dirinya. Kenapa hatinya mulai berdebar-debar setiap kali dekat dengan gadis yang sedang tertidur pulas itu. Apakah dia mulai jatuh cinta dengan gadis itu? Tidak tahulah, Thomas bingung dengan perasaannya. Dia mencoba mengingat-ingat kembali kejadian tadi siang, sebenarnya dia terbakar dengan api cemburu ketika melihat Erika, mantan kekasihnya itu sudah menggandeng pria baru, apakah memang Erika sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi terhadap dirinya. Sedangkan kalau boleh jujur, masih ada tersisa banyak cinta di hati Thomas untuk Erika. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia menyesal dengan apa yang telah terjadi di antara dia dan Erika, sehingga hubungan mereka harus berakhir.


Flashback on:


"Sudah...saya tidak tahan lagi....kita akhiri hubungan kita...!" teriak Erika penuh dengan kemarahan.


"Buat apalagi kita pertahankan hubungan kita, jika orang tuamu tidak pernah merestui hubungan kita???" lanjut Erika sambil terisak menahan tangisannya.


"Apa maksudmu???" tanya Thomas


"Kamu lihat sendiri, bagaimana perlakuan mamamu tadi kepadaku tadi? Saya tidak tahan lagi menerima setiap hinaan dari mak lampir itu...." lanjut Erika dengan penuh emosi.


"Cukup...!!!" bentak Thomas mendengar kata-kata tidak sopan yang keluar dari mulut Erika.


"Kalau itu maumu, baiklah.....hubungan kita berakhir." jawab Thomas singkat tanpa berusaha menenangkan Erika karena dirinya juga terbakar emosi, mendengar kata-kata tidak sopan dari Erika terhadap mamanya.


Akhirnya, malam itu berakhirlah hubungan Thomas dan Erika setelah mereka menjalani hubungan mereka selama 2 tahun ini. Sebenarnya Erika adalah gadis baik-baik, diapun berasal dari keluarga baik-baik, tetapi entah kenapa mamanya tidak pernah merestui hubungan mereka. Thomas yang berasal dari keluarga kaya dengan papanya yang memiliki beberapa perusahaan ternama di kota ini, membuat orang tua mengharuskan dia harus memiliki calon pendamping yang mempunyai level yang hampir sama dengan dia. Sedangkan Erika yang menjadi cinta pertamanya ini, sebenarnya berasal dari keluarga yang berkecukupan. Hanya saja, itu tetap tidak cukup bagi orang tua Thomas, terutama bagi mamanya itu. Bagi mamanya, Erika tidak pantas untuk disandingkan dengan Thomas. Sedangkan Thomas sendiri, tidak memiliki keberanian untuk membantah setiap omongan mamanya ini, sehingga seringkali ketika Erika dhina oleh mamanya, Thomas hanya terdiam atau hanya membela sesekali, sehingga itu membuat Erika menjadi sakit hati. Seandainya saja dia lebih berani untuk membantah mamanya. Akh....sudahlah, mungkin ini yang terbaik bagi mereka berdua, pikir Thomas.


Flasback off


Thomas kembali memandangi gadis yang sedang tertidur pulas itu. Muka polosnya saat tidur sangat menarik mengingatkan dia pada Erika. Tetapi tiba-tiba dia merasa sangat marah mengingat Erika sudah menggandeng kekasih baru tadi siang.


Baiklah, jika kamu sudah bisa move on dan jalan dengan pria lain. Aku pun bisa melakukan yang sama. Pikir Thomas dalam hati sambil tetap memandang Shinta yang sedang tertidur. Tidak lama kemudian, dia pun ikut terlelah dan memasuki dunia mimpinya.


Sinar matahari yang menyeruak masuk lewah celah tirai jendela yang terbuka membangunkan Shinta dari tidurnya. Dia terkaget sendiri, menyadari posisi tidurnya yang kacau balau itu. Dia jadi malu sendiri mengira-ngira apakah si Tuan aneh tersebut melihat bagaimana gaya tidurnya semalam. Akh...gak usah dipikirkan, yang penting dia bis tidur nyenyak dan tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Shinta memandang sekilas kepada Thomas yang kelihatan masih tertidur pulas sekali, kemudian dia menyambar hapenya yang terletak di meja nakas di samping tempat tidur.


Sekali dia melihat waktu yang tertampil di hapenya, dia berteriak kaget "Akh..." hingga mengagetkan Thomas yang akhirnya terbangun dari tidurnya.


'Bagaimana aku bisa tertidur selelap ini, sampai lupa bangun, aku akan kesiangan nih..." ujar Shinta kaget sembari cepat menuju kamar mandi untuk segera mengganti pakaiannya.


Melihat tingkah Shinta yang terburu-buru gak karuan ini, menjadi pemandangan mengasyikan buat Thomas, sehingga dia sampai tertawa-tawa sendiri melihat kelakuan Shinta.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Shinta segera keluar dari kamar mandi, menuju pintu keluar tanpa memperdulikan Thomas. Namun ketika dia membuka pintu, satu sosok pria sudah berdiri pas di depan pintu, dia kaget dan si pria tersebut juga tidak kalah kagetnya ketika melihat Shinta.


Bersambung..