My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Eight ~Dua kali~


Happy Reading


Setelah kejadian ditaman, hubungan mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya. Kini mereka sudah saling terbuka dengan perasaan mereka masing-masing.


****


Kantin..


"Lisa!" panggil Pak Aska yang sudah berada tepat di depannya


"Ehh--Uhukk--Iya pak." kaget Lisa hingga membuat Lisa tersedak mie bakso yang ia makan.


Sedangkan Pak Aska langsung menyondorkan air minum ke arah Lisa, Karena takut Lisa kenapa-kenapa.


"Makan tuh pelan-pelan, kalo kamu kenapa-kenapa terus mati. Aku nikah sama siapa dong? saya ngak mau yah ditinggal pergi pas lagi sayang-sayangnya." ngawur Pak Aska lalu duduk didepan meja Lisa sehingga membuat mereka saling berhadapan


"Ishh, bapak ngomong apa sih? ngawur amat. Ini juga gara-gara bapak tau." Kesal Lisa dengan memayungkan bibir hingga terlihat sangat imut jika di pandang


"Kok gara-gara saya? terus kenapa tuh bibir? pengen dicium?" tanya Pak Aska bertubi-tubi dengan terkekeh melihat tingka Lisa yang sangat lucu dan imut.


"Ishh, dasar mesum." kesal Lisa lalu pergi meninggalkan Pak Aska. Untung aja bakso yang Lisa makan udah lebih dlu dibayar. kalo ngk kan bisa hancur martabatnya karna diteriaki Bu ita karna ngak bayar bakso yang Lisa makan.


"Kenapa saya yang di tinggal?" tanya Pak Aska pa dirinya sendiri lalu berjalan menyusul Lisa yang sudah menghilang.


****


"Lisa!" panggil Kay yang nampak kelihatan lelah karena habis lari-lari kayak di kejar anjing


"Kenapa loh lari-lari?" tanya Lisa dengan memandang Kay heran


"Loh tuh yah, gue kan udah bilang tungguin gue soalnya gue mau ke toilet. Ehh, pas gue balik lagi loh udah ngak ada." jelas Kay ngosngosan dengan memegangi dadanya.


"Ups, sorry." ucap Lisa cengesan, memang tadi dia dan Kay makan dikantin tapi karna katanya Kay kebelet jadi dia harus ke toilet tapi siapa sangka Pak Aska datang dan membuat mood Lisa hancur kan jadinya Lisa ninggalin Kay.


"Sorry-sottoy, lelah gue njing." ucap Kay ngegas


"Yah, Maaf soalnya mood gue hancur. Gara-gara Pak Aska." ucap Lisa dengan muka datar nya lalu berjalan bersama Kay menuju kelas.


Disaat Lisa dan Kay berjalan menuju kelas tampa sengaja Pak Aldo berpapasan dengan Kay sehingga membuat Kay hampir terjatuh namun lebih dulu ditangkap oleh Pak Aldo sehingga membuat mata mereka berdua bertemu...


Satu detik..


Dua detik...


Tiga detik...


Empat detik...


Lima detik..


"Ehmn." dehem Lisa sehingga membuat kedua orang itu sadar dan salting


"Maaf ganggu." Kesal Lisa lalu pergi meninggalkan mereka. Sungguh mood Lisa sudah benar-benar hancur hari ini.


"Ehh, Maaf yah Pak, Kay ngak sengaja." ucap Kay dengan menundukan kepalanya antar malu dan takut


"Oky, tapi jangan di ulang lagi." ucap Pak Aldo dingin karna gugup. Lalu berjalan menuju ruangnya


"Jangan di ulang lagi? itu tuh musibah, mana tau gue bakal kayak tadi." kesal Kay lalu berjalan mengejar Lisa yang sudah berada jauh dihadapannya.


*****


Kringg..kringg


Bel sekolah telah berbunyi pertanda bahwa sekarang waktunya pulang.


ting..


Satu pesan masuk ke HP Lisa.


"Siapa sih?" batin Lisa


Pak Aska🖤


"Tunggu saya di parkiran, Karna kita akan ke butik."


Me


"Ngpain ke butik, Pak?"


Sungguh pertanyaan yang sangat konyol bagi Pak Aska.


Pak Aska🖤


"Beli ikan. Yah mau milih baju pernikahanlah Lisa masa mau beli ikan sih😑." kesal Pak Aska di sebrang sana


Me


"Sungguh bodoh kau Lisa, Bisa-bisanya kau malu-maluin dirimu sendiri." batin Lisa


****


Kini Lisa sudah berada di parkiran guru dari lima belas menit lalu sehingga membuat Lisa sangat kesal.


"Lama yah." ucap seseorang yang tak lain adalah Pak Aska sendiri.


"Ngak kok, baru lima belas menit." ucap Lisa datar lalu memasuki pintu mobil Pak Aska


"Lagi PMS yah neng? soalnya dari tadi marah-marah mulu kerjaannya." ejek Pak Aska dengan terkekeh sehingga membuat Lisa kesal setengah mati


"Tau ah, bukannya minta maaf malah ngejek gue." kesal Lisa dengan muka datar nya


"Yah maaf Sayang, soalnya mood kamu dari tadi berubah-ubah." Goda Pak Aska dengan menekan kata Sayang sehingga membuat pipi Lisa merona karena menahan malu


"Apaan sih!" ucap Lisa malu-malu hingga membuat Pak Aska gemes lalu memajukan badannya ke arah Lisa.


"Bapak ngpain?" tanya Lisa mulai was-was


Chupp


Satu kecupan mendarat tepat di bibir Lisa sehingga membuat pipi Lisa kembali memanas


"Ishh, udah dua kali loh bapak cium Lisa." Kesal Lisa dengan guru satu ini


"Terus."


"Yah ngak boleh lah, soalnya cium itu khusus untuk suami Lisa di masa depan." jelas Lisa sehingga membuat Pak Aska gemes bahkan sangat-sangat gemen melihat tingkah Lisa


"Bukan nya saya yang bakal jadi suami kamu." ucap Pak Aska dengan mencubit pipi tembem Lisa karena gemesnya


"Ishh sakit." renggek Lisa bak anak kecil yang ingin di belikan permen


"Mendingan jalan aja, dari tadi mobilnya ngak jalan-jalan." sambung Lisa karena kesal atas perbuatan Pak Aska terhadap dirinya.


"Gimana mau jalan kalau kamu gemes banget kek gini." ucap Pak Aska jujur lalu mulai menjalankan mobilnya karena dari tadi mereka masih berada di parkiran mobil tanpa menjalankan mobilnya


"Tau ah kesel." Kesal Lisa.


****


"Tuh anak kemana sih? masa pulang ngak bilang-bilang." kesal Kay karena sudah lelah mencari-cari Lisa sedari tadi namun hasilnya nihil.


"Kay, kok belum pulang?" tanya Pak Aldo yang sudah berada di samping nya


"Ehh buset." kaget Kay pengen sekali ia mengumpati Pak Aldo namun Kay takut dosa karna mengumpat gurunya sendiri


"Bapak mah hobby nya ngagetin Kay mulu." ucap Kay ngegas


"Sorry ngak sengaja, soalnya kamu kelihat kek orang gila dari tadi mondar-mandir mulu." jelas Pak Aldo


"Jujur amat pak." ucap Kay dengan menatap Pak Aldo datat


"Ohiya, bapak lihat Lisa ngak?" tanya Kay dengan harapa bahwa Pak Aldo melihat Lisa


"Ohh Lisa! tadi udah pergi sama Pak Aska." ucap Pak Aldo karena tampa sengaja ia melihat Lisa dan Pak Aska berjalan menuju mobil


"Hah, kok Lisa ngak bilang bilang." guman Kay kesal


"Terus kenapa kamu belum pulang?" tanya Pak Aldo lagi


"Tadi saya cariin Lisa karna pengen pulang bareng, ehh taunya malah pulang sama Pak Aska." ucap Kay dengan wajah yang nampak cemberut


"Kamu gimana sih? masa ngak tau kalo calon pasutri itu pengen berduaan, masa ia mereka harus ngajak kamu." jelas Pak Aldo sehingga membuat Kay menganguk paham.


"Ehh, tunggu-tunggu Pak Aldo juga tau kalo Lisa sudah tunangan dengan Pak Aska." batin Kay


"Bapak juga tau yah?" tanya Kay


"Iyalah masa saya ngak tau sih." ucap Pak Aldo dengan menyombongkan diri


"Ishh, gitu aja sombong." guman Kay yang masih bisa di dengar oleh Pak Aldo sehingga membuat bulu kunduk Kay berdiri karena melihat tatapan tajam dari Pak Aldo.


"Apa kamu bilang?" tanya Pak Aldo


"Mampus gue." batin Kay


"Bilang apa? Kay ngak bilang apa-apa kok." ucap Kay berusaha mengelak


"Masa?"


Bersambung


Jangan Lupa Like and Komen yah🖤🥰🥰