
"Bapak ngpain?" tanya Kay dengan memundurkan langkahnya ke belakang hingga membuatnya terbentur ditembok
Sedangkan pak Aldo tetap berjalan kedepan entah apa yang akan dia lakukan,
"Aduh gue harus ngpain nih." batin Kay dengan memejamkan kedua matanya
"Kamu kenapa? kok merem?" heran pak Aldo yang sudah mendapatkan benda yg berada didekat Kay. Yaps tadi pak Aldo cuman mau mengambil jam tangannya yg berada di sebelah Kay bukan melakukan hal-hal yang ada di pikiran kalian.
"Hahh." kaget Kay dengan membuka kedua matanya
"Kamu kenapa?" tanya Pak Aldo lagi
"Ng--ak k-ok pak," ucap Kay terbata-bata dengan mendorong tubuh pak Aldo yang masih berdiri tepat dihadapannya
"Owhh, atau jangan-jangan kamu pikir saya bakal cium kamu yah?" goda pak Aldo sehingga membuat pipi Kay memanas, memang Kay sempat berpikir bahwa pak Aldo bakal mencium dirinya
"Ng-ak kok, ba-pak aja yang ke gee-ran." Kay terbata-bata karna menahan malunya
"Masa sih kok saya ngak percaya yah." Goda pak Aldo lagi dan kali ini pak Aldo berjalan mendekat ke arah Kay sehingga membuat jatung Kay berdetak sangat cepat.
"Bapak mau ngpain?" tanya Kay berusaha santai karna bisa saja pak Aldo mau ngambil barang atau apalah yang penting dia harus terlihat santai.
Pak Aldo tak menjawab malahan hanya terus berjalan hingga...
Chupp
Satu kecupan mendarat mulus di pipi kanan Kay, sehingga membuat Kay terkejut bahkan sangat terkejut atas kejadian langkah yang baru dialaminya.
"Ishh, apa yang bapak lakukan." ucap Kay ngegas dengan pipi yang sudah memerah bak tomat
Sedangkan pak Aldo hanya terkekeh geli melihat tingkah murid satunya yang ini yang menurutnya sangat-sangat lucu.
"Kamu ngk tau atau pura-pura ngak tau?" tanya pak Aldo dengan kekehannya.
"Ishh menyebalkan." kesal Kay dengan berjalan meninggalkan pak Aldo
"Kamu mau kemana?" tanya pak Aldo melihat Kay yang sudah berada di ambang pintu
"Pulang." ucap Kay santai dengan berjalan meninggalkan apartemennya pak Aldo.
****
"Pak, kenapa bapak mau nikah sama saya." tanya Lisa yang sedang duduk di taman belakang rumahnya, yaps sekarang mereka sudah berada di taman karna pak Aska ingin berbicara dengannya maka Lisa mengajak pak Aska menuju taman rumahnya
"Bukannya saya udah pernah katakan ke kamu yah?" ucap pak Aldo tampa melihat kearah Lisa dan malah asik memerhatikan bunga-bunga yang berada di taman itu.
"Entah kenapa saya ragu pak." lirih Lisa dengan menundukkan kepalanya
"Kenapa ragu?" tanya pak Aska dengan memandang Lisa lekat
"Entahlah." ucap Lisa
"Lisa!" panggil pak Aska dengan mengangkat dagu Lisa sehingga membuat mata mereka saling bertemu..
Deg..
"Ada apa dengan jantung ku." batin Lisa dengan memegangi jantungnya
"Percayalah padaku Lisa, saya janji bakal menjaga, melindungi kamu dan akan mencintai kamu sepenuh hati saya." ucap pak Aska dan seakan membuat hati Lisa terhipnotis mendengar apa yang pak Aska ucapkan
"Baiklah, kali Lisa akan memberikan kesempatan pak Aska tuk berada di kehidupan Lisa." ucap Lisa dengan menatap pak Aska lekat.
"Benarkah? Kamu ngak boong kan?" tanya pak Aska dengan suasana hati bisa di tebak antara percaya dan tak percaya
"Iya pak, Lisa ngak boong." jawab Lisa sehingga membuat pak Aska senyum-senyum sendiri
"Akhir, aku bisa nikah dengan Lisa." batin pak dengan terus memandangi wajah cantik Lisa.
"Pak jangan liatin Lisa kek gitu juga kali." ucap Lisa dengan malu-malu karna di tatap begitu lekat. Sedangkan pak Aska terkekeh melihat Lisa
"Iya deh iya." ucap pak Aska dengan mengacak rambut Lisa hingga kelihatan sedikit berantakan
"Aduh, jangan diberantakin pak." kesal Lisa dengan merapikan rambutnya yang berantakan
"Ohiya, kayaknya saya harus pergi Lisa." ucap pak Aska dengan merapikan jasnya yang sedikit berantakan
"Ia pak, klo gitu sini biar Lisa antar." ucap Lisa dengan berjalan menuju ruang tamu mereka yang disana masih ada kedua orang tua mereka
"Ehh, udah datang rupanya." ucap melinda yang melihat kedatangan kedua calon pasutri itu
"Iya mah," ucap Lisa dengan tersenyum manis ke arah orang tuanya
"Ehh mah, Aska pamit keluar dulu yah soalnya ada urusan dadakan." ucap Aska dengan sedikit kecewa
"Ngak papa nak, pergi aja. Mungkin ini urusan yang sangat penting." ucap Varhan kepada calon mantunya
"Terimakasih pah, klo gitu Aska pergi dulu yah." pamit pak Aska dengan berjalan menuju mobilnya diikuti Lisa dibelakangnya
"Lisa, saya pergi dlu yah." ucap pak Aska yang sudah berdiri tempat disamping mobilnya
"Iya pak, hati-hati yah jalannya. Terus jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." Kata Lisa memperingatkan pak Aska
Sedangkan pak Aska hanya terkekeh melihat kelakuan Lisa yang mirip seorang istri yang memperingati suaminya.
"Iya saya akan ingat apa yang kamu katakan." ucap pak Aska dengan membalikan badannya hendak membuka mobilnya tiba-tiba pak Aska berbalik hingga membuat kedua alis Lisa bekerut.
"Kenapa lagi?" tanya Lisa
"Ada yang lupa." ucap pak Aska
"Lupa apa pak? biar Lisa aja yang ambilin." ucap Lisa hendak berjalan namun lebih dulu di cekal oleh pak Aska.
"Kenapa?" tanya Lisa lagi
Chupp
Satu kecupan mendarat mulu di bibir Lisa sedangkan Lisa diam memantung dengan keadaan yang belum sadar
"Bye-bye sayang." Goda pak Aska yang sudah menjalankan mobilnya
"Owhh, No itukan first kiss aku." kesal Lisa karna ciuman pertamanya di ambil oleh gurunya sendiri
Bersambung
Jangan Lupa Like and komen yah🥰🥰