
~Happy Reading~
Kamar.
“Lisa!“ panggil Pak Aska yang sedang duduk di atas ranjang milik Lisa.
“Kenapa, Pak?“ tanya Lisa yang mulai deg-degan dengan perasaan yang mulai bercampur aduk
“Mendingan kamu mandi dlu gih." ucap Pak Aska
“Oke, deh Pak.“
“Kalo gitu, Lisa mandi dlu yah Pak.“ sambung Lisa lalu meraih handuknya dan berjalan menuju kamar mandi.
“Astaga lelah banget hari ini.“ guman Pak Aska lalu mulai memejamkan matanya
15 menit kemudian
Kini Lisa telah selesai mandi dengan mengunakan piyamanya bermotiv stich lalu mulai mengeringkan rambutnya, namun tampa sengaja mata menemukan Pak Aska yang sudah tertidur pulas dengan masih mengunakan baju yang tadi ia gunakan.
“Pak Aska!“ panggil Lisa dengan mengucang badan Pak Aska pelan takut Pak Aska marah
“Bangun, mandi dulu.“ ucap Lisa dengan posisi yang sama
“Hmm, kamu sudah selesai mandi?“ tanya Pak Aska dengan muka yang terlihat lelah dan lemas
“Maaf Pak, tapi Pak Aska harus mandi biar nanti ngak gerah klo tidurnya.“ ucap Lisa lembut
"Yaudah, aku mandi dulu yah." ucap Pak Aska mulai berdiri dan berjalan menuju kamar mandi
“Uhmm, lelah banget hari ini.“ guman Lisa yang mulai membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya
10 menit kemudian..
“Sayang!“ panggil Pak Aska sudah keluar dari kamar mandi
“Ups, Rupanya dia sudah tidur. Pasti dia sangat kelelah karna acara hari ini.“ batin Pak Aska
“Gagal deh malam pertamanya. Tapi ngak papa deh nanti kapan-kapan aja deh." batin Pak Aska lagi lalu mulai berjalan menuju ranjang dan berbaring disamping Lisa dengan posisi memeluk Lisa dari belakang
****
“Pak Aldo!" panggil Kay yang sedang duduk manis di samping Pak Aldo.
“Kenapa?“ tanya Pak Aldo dengan melirik Kay sekilas lalu kembali fokus menyetir
“Makasih yah karna udah mau nganterin Kay pulang.“ ucap Kay dengan senyuman manisnya
“Iya, sama-sama.“
“Nah, sampe sini aja Pak soalnya Kay mau beli martabak dulu buat adik Kay di rumah.“ ucap Kay, yaps Kay memang memiliki seorang adik perempuan yang berusia 12 tahun atau lebih tepatnya kelas 1 Smp.
“Oh, yaudh kamu kita beli rame² aja." ajak Pak Aldo lalu mulai memarkirkan mobilnya
“Tapi, Pak...“ ucap Kay namun lebih dulu di potong oleh Pak Aldo
“Udah biar saya aja nemenin. Soalnya ini udah larut saya takut entar kamu kenapa-napa lagi." jelas Pak Aldo lalu menurunin mobil
“Uhh, Pak Aldo kok romantis banget yah.“ batin Kay sambil senyum-senyum sendiri tanpa dia sadari kalo Pak Aldo sudah lebih dlu turun dari dirinya
“Pak Aldo mana?“ tanya Kay pada dirinya sendiri
“Ehh, kok Kay di tinggal sih Pak.“ tanya Kay yang sudah berada di samping Pak Aldo
“Astaga Kay.“ kaget Pak Aldo dengan memegangi dadanya
“Kenapa Pak?“ tanya Kay polos
“Kaget saya Kay.“ ucap Pak Aldo datar sedangkan Kay hanya terkekeh melihat Pak Aldo
“Salah bapak, kenapa bapak ninggalin Kay sendiri di mobil.“ ucap Kay tampah dosa
“Itu mah salah kamu juga, kenapa kamu malah bengong di mobil coba." kesal Pak Aldo dengan menatap Kay sengit
“Iya juga yah... Tapi tetap juga ini salah bapak." ucap Kay dengan menatap Pak Aldo tak kalah sengit
“Huff, udah lah kali ini saya ngalah. Saya yang salah karena ngak ngajak kamu keluar.“ ucap Pak Aldo dengan menatap Kay datar sedangkan Kay kembali terkekeh melihat Pak Aldo
Disaat mereka sedang bercerita tiba-tiba datanglah seorang pria paruh baya dengan membawah 2 bungkus martabak
“Permisi, ini pak, mbak, pesanannya udah selesai.“ ucap pria paruh baya itu atau lebih tepatnya penjual martabak itu
“Makasih yah. Pak, Mbak.“ ucap penjual itu lalu tersenyum ke arah mereka
“Iya Pak sama-sama. Kalo gitu kami pamit dulu yah Pak.“ pamit Kay
“Iya. Sering-sering mampir yah.“ ucap penjual itu
“Iyya Pak." ucap Kay dan Pak Aldo lalu mulai berjalan menuju mobil
“Ini, buat kamu aja.“ ucap Pak Aldo dengan menyondor 1 bungkus martabak yang sudah di belinya
“Ngak usah Pak. Kay kan udah punya satu." tolak Kay dengan menunjukan martabak miliknya
“Ambil aja, ini buat ibu sama bapak kamu.“ ucap Pak Aldo dengan menyondorkan kembali martabak itu
“Ehhmm, yaudah deh Pak. Kalo gitu Kay ambil aja deh. Tapi sekali lagi makasih yah Pak soalnya bapak udah baik banget sama Kay.“ ucap Kay dengan mengambil mertabak yang di berikan Pak Aldo untuknya
“Iyaa sama-sama.“ ucap Pak Aldo dan setelah itu tak ada lagi percakapan di antar mereka hingga sampai di depan rumah Kay.
*****
Pagi
“Pak Aska! Bangun udah pagi.“ panggil Lisa yang sudah lebih dulu bangun dari Pak Aska
“Memangnya Pak Aska ngak ke sekolah?“ tanya Lisa dengan mengoncangkan badan suaminya
“Ehmm, sebentar lagi sayang.“ Bukannya bangun Pak Aska malah menarik Lisa dan memeluknya erat
“Lepas Pak, Lisa mau mandi.“ ucap Lisa dengan mulai mengeserkan tangan Pak Aska namun apalah dayanya tangan Pak Aska lebih kuat dari dirinya
“Ngak, 10 menit aja sayang.“ lirih Pak Aska sehingga berhasil membuat pipi Kay merona
“Ngak bisa Pak. ini udah mau jam 6 nanti Lisa telat gimana.“ ucap Lisa lagi dengan berusaha memberontak dari pelukan Pak Aska
“Yaudah tapi ada syaratnya.“ ucap Pak Aska lalu mulai membuka matanya dan menatap wajah Lisa intens
“Apa?“ tanya Lisa dengan mulai was-was takut permintaan Pak Aska di luar dugaannya
“Kamu ngak boleh panggil aku Pak kalo di rumah.“ ucap Pak Aska lagi
“Terus, Lisa panggilnya apa? Paman, Om atau bibi?“ tanya Lisa di sertai kekehan
“Ngak gitu juga kali. Kamu harus manggil aku, sayang kek, honey kek, apa kek yang penting bukan bapak.“ ucap Pak Aska dengan menatap Lisa datar
“Ehh, kalo panggilan itu sih menurut Lisa alay. Gimana kalo Lisa manggil mas aja.“ usul Lisa sedangkan Pak Aska kembali berpikir lalu tersenyum
“Boleh.“
“Nah, klo gitu lepasin dlu dong pelukannya.“ ucap Lisa dengan kembali berusaha melepaskan pelukannya
“Ngak bisa.“
“Kenapa lagi?“ tanya Lisa yang mulai kesal tengah tingkah suaminya
“Ini...“ ucap Pak Aska dengan menunjuk bibirnya
“Kenapa bibir, mas?“ tanya Lisa seakan tak peka maksud dari Pak Aska
“Ini...“ tunjuk Pak Aska lagi
“Kenapa mas?“ tanya Lisa lagi sedangkan Pak Aska terlihat kesal karena Lisa tak peka sama sekali
Chupp
Satu kecupan lembut mendarat mulus di bibir Lisa sehingga membuat pipi Lisa merona
“Ini maksud saya sayang. Ingat setiap pagi kamu harus memberikan aku morning kiss.“ jelas Pak Aska lalu mulai melongarkan pelukannya
“Ishh dasar mesum.“ ucap Lisa lalu beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi
“Kalo ngak mesum, ngak normal sayang.“ teriak Pak Aska dari luar kamar mandi sehingga membuat pipi Lisa kembali merona
“Dasar gila.“ teriak Lisa dari dalam kamar mandi sedangkan Pak Aska tertawa ngakak karena tingkah Lisa.
Bersambung
Next or stop?