My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Fourteen ~Kembalinya dia?~


Jam sudah menunjukan jam 5 sore yang artinya sebentar lagi Pak Aska akan pulang dari sekolah.


Setelah beberapa menit kemudian bell rumah Lisa berbunyi pertanda kalo Pak Aska sudah pulang..


Ting...ting {Anggap aja bel rumah yah}


"Lisa!" panggil Pak Aska dari luar rumah sambil menekan-nekan tombol rumahnya


"Sebentar, Mas." teriak Lisa dari dalam rumah sambil berlari membukakan pintu


"Kok baru dibukain? emang lagi ngapain?" tanya Pak Aska sambil memberikan tasnya kepada Lisa


"Maaf mas, tadi Lisa lagi bersihin kamar sebelah." ucap Lisa sambil berjalan dan membantu membuka kan dasi yang di pakai Pak Aska


"Ehh bukannya aku dah bilang ya, kamu tuh ngak usah capek-capek bersihin rumahnya kan ada ART yang bisa bersihin." jelas Pak Aska dengan membelai lembut pipi Lisa sambil mencium pipinya


"Kan aku juga udah bilang, aku tuh ngak mau repotin para ART mas, lagiankan bersihin nya cuman 1 kamar aja ngak lebih." kesal Lisa sambil berjalan dan duduk di sofa ruang tamu


"Tapi mas ngak tegah liat kamu kecapean sayang." ucap Pak Aska dengan berjalan dan duduk di samping Lisa


"Tapikan Lisa juga bosan klo cuman makan tidur aja." ucap Lisa melemas


"Yaudah terserah kamu aja deh, tapi kamu ngak boleh kecapean yah." final Pak Aska dengan memeluk Lisa


"Iya aku janji deh." senang Lisa dengan membalas pelukan Pak Aska


"Emm, Yang besokan Libur. Kita jalan-jalan ke mall yuk." ajak Lisa kepada Pak Aska


"Mau ngapain di mall?" tanya Pak Aska dengan menatap setiap inci wajah Lisa


"Masak." jawab Lisa datar sehingga membuat Pak Aska terkekeh melihat wajah Lisa


"Yaudah Iya deh." ucap Pak Aska dengan mengajak rambut Lisa karena gemes


"Yess, Makasi yang." ucap Lisa sambil mengecup pipi Pak Aska, sedangkan Pak Aska hanya tersenyum melihat Lisa


****


Kini Lisa dan Pak Aska sudah berada di sebuah mall namun disaat mereka sedang berjalan tiba-tiba....


"Lisa!" panggil seorang pria dari arah belakang


"Abram!" kaget Lisa, memegang tangan Pak Aska dengan kuat


"Lisa, maafkan aku." lirih pria itu yang diketahui bernama Abram dengan berusaha memegang tangan Lisa namun di tepis secara kasar oleh Lisa


"Ngapain kamu disini?" tanya Lisa dengan berusaha menahan tangisnya


"Lisa.. Maaf." ucap Abram lagi sambil mengeluarkan air matanya


"Lisa! Dia siapa?" tanya Pak Aska dengan menatap Abram tak suka


"Ayoo." bukannya menjawab Lisa malah menarik keluar Pak Aska dari mall sambil berusaha agar air matanya tak keluar lagi


"Lisa!" panggil Pak Aska lembut. Kini mereka sudah berada di dalam mobil milik Pak Aska


"Kenapa dia kembali?" tanya Lisa sambil menangis


"Ada apa?" tanya Pak Aska dengan memeluk Lisa karena ingin menenangkannya


"Hiks..Kenapa dia harus ada disaat aku mulai melupakannya Hiks..." Bukannya menjawab Lisa malah menangis dan bertanya-tanya pada dirinya kembali


"Sayang klo ada masalah cerita aja sama aku." ucap Pak Aska sambil mengusap rambut Lisa lembut agar Lisa menjadi lebih tenang


"Hiks..hiks.." tangis Lisa semakin kencang sehingga membuat kemeja Pak Aska basah karena air matanya dan ingusnya


"Yaudah klo ngak mau cerita, ngak papa." ucap Pak Aska lagi dengan posisi yang sama yaitu masih memeluk Lisa


Beberapa Menit kemudian Lisa sudah tak lagi menangis namun hanya ada dengkuran halus yang arti Lisa sudah tertidur di pelukan Pak Aska


"Tidur yang tenang yah sayang." ucap lembut Pak Aska sambil melepas pelukannya dan membenarkan posisi Lisa agar tidur dengan posisi yang nyaman


*****


Ditempat lain...


"Astaga gimana nih klo sampai Abram ketemu sama Lisa." panik Kay sambil mondar-mandir di depan kelasnya


"Mudah-mudahan aja Lisa sama Abram ngak ketemu, klo sampai ketemu trauma Lisa pasti kambuh lagi." batin Kay


"Kay!" panggil Pak Aldo yang sudah berada di depan Kay


"Ah, mungkin Pak Aldo bisa bantu aku." batin Kay dengan menatap Pak Aldo


"Loh, kok malah bengong." ucap Pak Aldo lagi


"Pak, bisa bantuin aku ngak?" tanya Kay dengan mendekatkan diri nya


"Bantu apa?" tanya Pak Aldo


"Keknya jangan disini deh Pak, gimana klo entar sore kita ketemu di restoran aja." usul Kay dengan berharap Pak Aldo dapat membantunya


"Yaudah klo gitu." ucap Pak Aldo dengan mengangkat kepalanya


"Klo gitu Kay masuk dulu yah Pak." pamit Kay sambil berjalan meninggalkan Pak Aldo


*****


"Aku ngak akan biarkan Lisa menjadi milik orang lain, karena Lisa hanya milik aku seorang." batin seorang pria yang tak lain adalah abram


"Kevin." teriak Abram dari dalam ruangannya


"Iya boss, ada apa?" tanya Kevin sambil berlari


"Cepat kamu selidiki ada hubungan apa Lisa dan pria tadi." ucap Abram marah


"Baik boss,"


"Jangan Lupa sebelum jam 6 kamu harus mendapatkan informasinya, klo tidak kamu saya pecat. mengerti?" ucap Abram dengan menatap anak buahnya dengan tatapan tajam


"Siap boss."


"Yaudah sana keluar." usir Abram


"Kamu akan menjadi miliku Lisa." batin Abram dengan senyuman smirknya


*****


"Sayang!" panggil Pak Aska lembut dengan menatap Lisa yang masih tertidur di atas ranjang


"Mas!" ucap Lisa dengan suara khas orang baru bangun


"Makan dulu." ucap Pak Aska dengan menyondorkan semangkuk bubur kepada Lisa


"Ngak mau."


"Ayolah makan sedikit aja, nanti mas aja deh yang suapin." ucap Pak Aska dengan menyondorkan satu suapan ke mulut Lisa, namun Lisa malah menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Ngak mau mas." ucap Lisa


"Makan dong Lisa, kamu dari tadi ngak makan loh. sedikit aja." bujuk Pak Aska dengan kembali menyondorkan satu suapan ke mulut Lisa


"Ngak."


"Hft.. Yaudah klo kamu ngak makan, Mas juga ngak mau makan." final Pak Aska dengan meletakkan buburnya keatas mejah


"Mas.." panggil Lisa yang mulai menangis lagi


"Ehh,, Mas buat salah ya? Maaf deh klo gitu." ucap Pak Aska dengan memeluk Lisa


"Hikss.. Mas ngak salah kok,,hiks." ucap lirih Lisa


"Terus kenapa kamu nangis?" tanya Pak Aska dengan membelai lembut rambut Lisa


"Hikss.. Tadi itu abram... Dia mantan aku mas." ucap Lisa dengan menangis semakin kencang di pelukan Pak Aska


"Udah,,, kamu jangan pikirin dia lagi." ucap Pak Aska dengan melepaskan pelukannya dan mulai menghapus air mata Lisa yang jatuh


"Apapun yang terjadi kamu tetap milik aku seorang tak ada yang bisa mendapatkan kamu selain diriku." jelas Pak Aska dengan menatap Lisa sambil tersenyum


"Hiks..Hiks.. Tapi aku takut Mas." tangis Lisa semakin kencang


"Sudah-sudah.. Ngak papa kok, ada aku yang akan selalu ada disamping kamu." jelas Pak Aska dengan kembali memeluk Lisa


~Bersambung~


Next Or Stop?