My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Six ~Tunangan?Kakak?~


"Ngomong aja mah." ucap Lisa penasaran.


"Lisa, minggu depan mama dan papa akan pergi ke New york. Jadi, untuk itu maka pernikahan kamu akan di adakan 3 hari lagi, dan acara pertunangan kamu akan di adakan besok." jelas Dina ke pada anaknya satu-satunya.


"Apa?Tunangan?3 hari lagi nikah? ngk, ngk mungkin." kaget Lisa dengan melayangkan beberapa pertanyaan kepada Dina.


"Iya, soalnya mama dan papa ngk tenang klo sampai terjadi sesuatu sama kamu, jika mama dan papa ngk ada." lirih Dina dengan mata yang bekaca-kaca


"Lisa bisa jaga diri kok, mah." ucap Lisa


"Ayolah Lisa, semua ini demi kebahagian kamu kok." ucap Dina dengan mengelus kepala Lisa.


"Tapi, mah. Lisa kan masih muda masa udh mau nikah sih!" rengek Lisa


"Ngk apa-apa sayang, nanti pernikahan kamu dirahasiaan kok." ucap Dina lembut


"Iya deh iya, Lisa pasrah." Pasrah Lisa dengan muka kesalnya. Sedangkan Dina hanya se tersenyum senang mendengar jawabaan dari Lisa.


*****


"Lisa!" teriak Dina yang sudah berada di depan pintu kamar Lisa.


"Iya, mah kenapa?" tanya Lisa dengan berjalan membuka pintu kamarnya.


"Cepetan kamu siap-siap soalnya calon suami kamu sudah mau sampai." ucap Dina


"Iya mah, bentar yah." ucap Lisa sambil berjalan menuju lemarinya



Lalu setelah itu Lisa memakai dress selutut yang cantik serta Lisa membiarkan rambut panjang yang bergelombang terurai sehingga sembuatnya terlihat sangat cantik dan anggun


****


"mah, bukannya ini rumah Lisa yah?" tanya pak Aska yang sudah berada dihalaman rumah Lisa.


"Loh kenapa kamu tau?" tanya melinda


"Lisa itu murid aku disekolah, dan aku udah perna nganterin dia kerumahnya." jawab pak Aska sedangkan melinda dan brian hanya saling pandang dan tersenyum.


"Mungkin aku bakal dijodohkan dengan kakaknya Lisa." batin pak Aska


"Ayo masuk." ucap Brian lalu berjalan menghampiri Varhan dan Dina yang sudah berdiri didepan pintu rumahnya.


"Hallo bro, apa kabar?" tanya Brian kepada Varhan dengan menjabat tangan lalu saling memeluk.


"Baik.. Lama ngk ketemu yah." ucap Varhan serta memikirkan terakhir kali mereka ketemu adalah 7 bulan yang lalu sebelum Varhan menelpon Brian untuk menjodohkan anaknya.


"Iya, udah lama kita ngk ketemu." ucap Brian sambil terkekeh.


"Hai, apa kabar Linda?" tanya Dina sambil memeluk Linda


"Baik, gimana kabar kamu baik jugakan?" tanya Linda kepada Dina


"Iya, sama seperti yang kamu lihat." ucap Dina sambil tersenyum hangat.


Sedangkan Aska hanya berdiri sambil menyimak apa yang keempat orang itu kata kan.


Sungguh saat ini Aska sangat kesal dengan orang-orang dihadapannya karna bisa-bisanya mereka melupakan bahwa ada dirinya yang sedang berada dibelangkang Brian dan Melinda.


"Bisa-bisanya gue jadi nyamuk disini."


"Ohiya, anak kamu ada dimana?" tanya Varhan yang seakan sadar dimana letak calon mantunya.


"Ehh, ohiya sampe lupa." ucap Brian dengan menepuk jidatnya.


"Aksa, cepat kesini." Panggil Varhan


"Selamat malam om tante." salam Aska dengan menjabat tangan dari Varhan dan Dina.


"Malam, ngk usah manggil tante, panggil aja mama." ucap Dina


"Iya, kamu panggil aja papa kan sebentar lagi kamu bakal jadi menantu kami, iyakan mah." ucap Varhan dan hanya di anggukin oleh Dina.


"Yaudah kalo gitu kita masuk aja dulu." ucap Varhan dengan mempersilahkan ketiga orang itu masuk.


"Iya, masuk yuk." ucap Brian lalu berjalan memasuki rumah Varhan.


"Ohiya anak kamu kemana?" tanya Melinda kepada Dina


"Ohiya sebentar yah." ucap Dina hendak berdiri namun dia mengurung niat nya karna orang yang di tunggu-tunggu sudah berdiri dihadapannya.


"Ehh udah datang."


"Cantik." batin Aska dengan melihat penampilan dari Lisa.


"Wah cantik sekali anakmu din." puji melinda kepada Lisa


"Makasih tante." ucap Lisa malu-malu


"Ngk usah manggil tante panggil mama aja." ucap Melinda lalu berdiri dan mengelus rambut panjang milik Lisa.


Di saat itu juga indra penglihatannya tak sengaja menangkap seorang pria yang sudah nampak sangat familiar sedang duduk manis sambil tersenyum ke arahnya.


"Pak Aska!" Kaget Lisa saat melihat Aska yang sedang duduk manis di pinggir tempat duduk papanya.


"Bapak ngpain disini?" tanya Lisa yang masih kaget


"Saya mau tunangan sama kakak kamu." ucap Aksa dengan muka polosnya.


Sedangkan Lisa semakin kaget dengan ucapan Aska, di sisi lain Dina dan Varhan saling menatap lalu tertawa karna ucapan dari Aska.


"Kamu anak satu-satunya mama dan papa." ucap Dina


"Jadi yang bakal dijodohin dengan Aska tuh Lisa?" tanya Aska gugup dan malu


"Iya, tepat sekali." ucap Varhan tersenyum kearah Aska.


"Astaga mau taruh dimana mukaku." batin Aska malu bahkan lebih tepatnya sangat-sangat malu


"What, masa iya aku bakal dijodohkan dengan pak Aska sih!" ucap Lisa kepada Dina


"Lah, memangnya kenapa? Aska kan baik orangnya." ucap Dina kepada putrinya yang cemberut dengan memajukan Mulutnya beberapa senti kedepan.


"Baik? Pak Aska tuh kalo disekolah orangnya galak, judes bahkan jarang senyum kebanyakan mukanya kek tembok berjalan. Masa orang kaya gitu dibilang baik." adu Lisa kepada Dina dan melinda


Sedangkan Aska malah menatap Lisa tajam setajam silet.


"Tuhkan, baru di omongin juga matanya udah gitu." adu Lisa lagi dengan wajah yang nampak ketakutan dan memeluk Dina


Sedangkan Varhan dan Dina hanya bertanya dan bertanya dalam hari ”Setakut itukah Lisa terhadap Aska"


"Aska!" panggil Brian dengan melotot kan kedua matanya.


"Apa benar yang Lisa katakan?" tanya Melinda dengan menatap Aska tajam sehingga membuat niatnya menciut.


"Ngk kok mah." ucap Aska dengan wajah datar nya.


"Tuhkan Mah wajahnya kek tembok lagi." ucap Lisa, sungguh ingin sekali Aska menelan Lisa hidup-hidup karna saking kesalnya sehingga sembuat semua orang tertawa melihat kedua calon pasutri ini.


"Sudah-sudah, jadi gimana tentang perjodohannya?" tanya Brian yang mulai serius


"Kita tanya anak kita aja." ucap Varhan


"Jadi, gimana Lisa dan Aska apakah kalian mau?" tanya Brian


"Lisa ibu mohon." ucap Dina dengan mata berkaca-kaca, sungguh Lisa tak tengah melihat ibunya seperti ini.


Lisa menghelah nafasnya frustasi sungguh iya bingung harus menjawab apa, disisi lain dia tidak ingin melihat ibunya sedih tapi disisi lain juga dia tak ingin menikah karna Lisa ingin sekolah terlebih dahulu agar dapat membangakan kedua orang tuanya.


"Hmm, terserah Pak Aska aja. Mau terima atau enggak." ucap Lisa dengan melihat pak Aska yang sedang memperhatikan dirinya sedari tadi.


"Jadi gimana Aska?" tanya Varhan


"Yah, Aska terima aja lah." ucap Aska dengan wajah datar nya namun hatinya berkata lain.


"Ngak sia-sia nih gue terima perjodohan ini, akhirnya gue bisa nikah sama Lisa.


"Akhir." ucap semua orang dengan bernafas lega karena Lisa dan Aska mau untuk dijodohkan


"Oke, Karna kalian udah setuju maka pertunangan kalian akan di adakan besok." jelas Brian


"Em pah, sebelum itu Lisa bisa minta satu permintaan ke kalian boleh?" tanya Lisa kepada orang tuanya dan Aska


"Permintaan apa? ngomong aja Lisa." jawab Melinda dan di angkuhin oleh semua orang


"Hmm, Soal pernikahannya Lisa pengen supaya pernikahan ini di rahasiakan aja, karna Lisa masih SMA dan juga Lisa ngk mau di bully karna nikah sama pak Aska disekolah." jelas Lisa


"Lah kenapa bisa dibully?" tanya Melinda


"Aku kan ganteng mah, masih muda lagi. Jadi banyak siswa-siswa aku, yang mau nikah sama aku. Salah satunya kamu kan Lisa." ucap Aska dengan tingkat ke PD an yang sangat tinggi serta tersenyum jail ke arah Lisa


"Dih nafis amat." ucap Lisa jijik dengan tingkah guru nya ini.


"Lisa, jaga sikap kamu." ucap Dina memperingati Lisa


"Iyya mah maaf." ucap Lisa dengan menghela nafasnya.


Setelah itu keluarga Lisa dan Aska pun mulai membicarakan tentang rencana tunangan dan pernikahan yang akan di adakan nanti.


****


"Aduh pak ini dimana sih?" tanya Kay yang sudah berada disebuah apartemen.


"Ini apartemen saya." ucap pak Aldo sehingga membuat Kay kaget mengapa pak Aldo membawanya kesini pikir Kay


"Ba--pak ng-pain bawa saya kesin-i?" ucap Kay yang mulai was-was karna takut pak Aldo akan berbuat yang tidak-tidak.


"Kenapa? Emang salah saya bawa kamu kesini?" tanya pak Aldo dengan berjalan memasuki apartemen miliknya.


"Salah lah pak." ucap Kay ngegas


"Salahnya dimana?" tanya pak Aldo sehingha membuat Kay bukam.


"Iya juga yah." batin Kay dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Pokoknya intinya ini tetap salah." bantah Kay


"Emang salah kalo saya ingin kamu masakin saya?" ucap pak Aldo sehingga membuat melongo sekaligus malu karna sudah memikirkan yang tidak-tidak.


"Jadi, saya kesini cuman disuruh masak doang?" tanya Kay dengan wajah yang sudah merah padam karna menahan malu


"Iya, emang kamu pikir mau apaan?" tanya pak Aldo yang mulai mendekat ke arah Kay


"Bapak mau ngpain?" tanya Kay dengan berjalan mundur




Oke jangan lupa Like and komen yah🥰