My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Eighteen~Ketemu?~


Happy Reading~


Kini tepat sudah 3 hari Lisa belum kembali ke rumah sehingga membuat Pak Aska hampir saja gila memikirkan keberadaan Lisa.


"Hiks..Lisa," guman Pak Aska yang sedang menangis di dalam kamarnya serta memegangi foto pernikahannya dan Lisa


"Kamu dimana sayang?" gumannya lagi sambil terduduk di lantai dengan menyandarkan kepalanya ke tembok


"Aku harus mencari cara agar kau cepat ketemu." ucapnya menghapus air matanya lalu pergi meninggalkan kamar


"Aska, mau kemana kau nak?" tanya Dina dengan memandang putra nya iba.


Karena semenjak Lisa di culik Pak Aska bahkan jarang makan bahkan sekarang Pak Aska sudah tak dapat mengurus dirinya sendiri


"Makan dulu." Ucap Dina lagi namun Pak Aska hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau


"Aska pergi dulu." Pamitnya lalu berjalan entah kemana yang jelas adalah dia akan mencari Lisa sampai ketemu


*****


Di tempat lain


"Hiks..hiks.."


"Tolong bebaskan aku..." tangis Lisa sambil memberontak


"Diam." Teriak seseorang dari depan pintu dan orang itu tak lain adalah Farhan


"Hikss.. lepaskan aku kumohon." ucap lirih Lisa dengan berusaha melepaskan tali yang mengikatkan diri


"Sudah ku bilang diam, kau tuli kha?" bentak Farhan dengan menarik dagu Lisa kasar


"Hikss...hikss." bukannya diam Lisa malah menangis semakin kencang sehingga membuat Farhan kembali murka


Plakk


Plakk


Plakk


"Sudah ku bilang diam jalang, kau tak punya telinga, hah." Bentak Farhan lagi dengan melanyangkan beberapa tamparan ke wajah mulus Lisa, sehingga membuat wajah Lisa tampak memar dan luka


"Hikss..hikss." tangis Lisa dengan berusaha mengecilkan suaranya karena takut Farhan kembali murka


*****


Yapss, sekarang Pak Aska berada di kantor karena ada beberapa urusan yang harus ia lakukan, sedang saat ini Pak Aska sudah tidak lagi mengajar karena sekarang ia berfokus pada pencarian istri tercintanya


"Iyya, masuk." Ucap Pak Aska yang duduk dengan memejamkan matanya


"Pak, kami sudah melancak keberadaan dari Bu Lisa dan sekarang kami juga sudah mendapatkan informasi mengenai siapa yang menculik Bu Lisa." ucap asisten pribadi itu to the poin


"Benarkah? Sekarang ayo kita pergi." ucap Pak Aska lalu berdiri dari mobilnya lalu berjalan menuju parkiran bersama asisten pribadinya


Namun sebelum itu, Pak Aska sudah menelfon Aldo dan juga polisi agar nanti mereka bisa menangkap si pelaku


"Ohya, siapa pelaku yang sudah menculik istri saya?" Tanya Pak Aska


"Namanya Farhan, dia adalah kakak dari Abram atau mantan dari istrinya bapak." Jelas asisten itu sambil sesekali fokus ke arah jalan karena sekarang ia sedang menyetir


"Owhh, rupanya ada yang mau main-main dengan keluarga saya." Ucap Pak Aska dengan tersenyum sinis


"Dimana tempat mereka menyekap istri saya?" Tanya Pak Aska lagi


"Di sebuah rumah tua yang berada di tengah hutan Pak." Jelasnya


"Sungguh sangat menjijikan orang itu." Ucap Pak Aska marah


*****


"Sekarang saatnya aku membunuhmu Lisa." Ucap Farhan yang sedang memegang sebuah pistol lalu berjalan mendekat ke arah Lisa


"Kumohon jangan lakukan itu...hiks." ucap Lisa dengan penuh ketakutan


"Hahahaha, aku tidak akan pernah membebaskan mu."


"Dan oleh karena itu, aku akan membunuhmu sama seperti Abram membunuh Bella." Ucap Farhan dengan mulai mengarahkan pistol itu ke wajah Lisa


Hingga....


Dorr


Bugh


~Bersambung~