My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
One ~Guru baru~


"Lisa!" panggil seorang wanita paruh bayah sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Lisa, cepetan bangun." teriak Dina sambil terus mengetuk pintu kamar sang anak.


"15 menit lagi bun, masih ngatuk nih." ucap Lisa dengan suara khas orang baru bangun.


"Ngk ada 15 menitan. Sekarang kamu bangun terus siap-siap." ucap Dina yang masih setia membangunkan sang anak.


"Iyya,iyya Lisa bangun." ucap Lisa sambil beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


"Kalo gitu bunda kebawah dlu yah." ucap Dina sambil berjalan menuruni tangan dan menuju dapur.


~15 menit kemudian~


Kini Lisa telah rapi dengan menggunakan kemeja berwarna putih serta memakai rok berwarna abu-abu selutut dan tak lupa membawa tasnya.


"Morning, bun." ucap Lisa sambil berjalan memeluk Dina sambil mencium pipi sang bunda.


"Morning too, sayang." ucap Dina lembut sambil mengelus rambut panjang Lisa.


"Bun, ayah kemana?" tanya Lisa yang sudah duduk didepan meja makan serta melihat-lihat mencari keberadaan sang ayah.


"Ayah kamu udah pergi ke kantor." ucap Dina sambil membawakan makan untuk Lisa makan.


"Lah, inikan masih pagi bun." ucap Lisa


"Kata ayah, hari ini ayah sibuk jadi harus pergi pagi-pagi." jelas Lisa


"Owhh, gitu yah." ucap Lisa sambil memakan makanannya.


"hmm."


"Bunda, Lisa pamit kesekolah yah bun." pamit Lisa sambil mencium tangan Dina.


"Iya, hati-hati yah nak." ucap Dina


"Siap buk boss." teriak Lisa sebelum menghilang di balik pintu


****


"Lisa." teriak Kay sambil berlari ke arah Lisa yang baru saja memasuki pintu gerbang sekolah.


"Knpa?" tanya Lisa


"Gue kangen." ucap Kay sambil memeluk Lisa.


"Apaan sih, loh." ketus Lisa karna sekarang mereka menjadi tontonan anak sekolah lainnya yang baru datang.


"Hehehe. Maap." ucap Dina sambil sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hmm."


"Lis, katanya kita bakal ada guru baru." ucap Dina


"Terus?" ucap Lisa sambil berjalan menuju kelas.


"Ehh, katanya sih masih muda." sambung Dina


"Memangnya, hubungan sama gue apa?"


"Iya juga sih."


"Hmm."


Disaat mereka sedang berjalan menuju kelas tanpa sengaja tali sepatu Lisa terlepas sehingga membuat hampir saja terjatuh tapi lebih dulu ditangkap oleh seseorang.


Brukk..


Happ..


"Ehh, kok gue ngk ngerasain sakit yah." guman Lisa sambil terus saja menutup matanya


"Ehem, bisakah anda berdiri." tanya seseorang pria yang masih setia menahan Lisa.


"Ehh, maaf om saya ngk sengaja." ucap Lisa sambil cepat-cepat berdiri.


"Cih, saya masih muda bukan om-om." ketus pria itu sambil berjalan meninggalkan Lisa dan Kay.


"Anjir, ganteng banget." ucap Kay dengan mata berbinar-binar melihat pria tadi.


"Ishh. Bodoh amat mau dia om kek bapak kek, gue ngk peduli." Kesal Lisa sambil mengikat tali sepatunya dan berjalan meninggalkan Kay yang masih saja bengong melihat pria tadi.


****


"Lisa, kenapa loh ninggalin gue." tanya Kay yang sudah berada disamping tempat duduk Lisa.


"Siapa yang ninggalin eloh?" tanya Lisa balik sambil meletakkan komik yah didalam tas miliknya.


"Bukannya, loh ninggalin gue tadi yah?"


"Tadi gue ngk ninggalin loh, soalnya tadinya gue mikirnya loh masih ngikutin gue. Ehh ngk taunya loh ngk ngikutin gue." jelas Lisa


"Selamat pagi, Anak-anak." salam seorang wanita yang kira-kira sudah tidak kelihatan muda lagi.


Dia adalah bu Selvi selaku kepala sekolah di SMA yang Lisa tempati


"Selamat pagi juga, bu." ucapan semua siswa serempak


"Hari ini, kira kedatangan guru baru. Bapak boleh masuk." ucap bu Selvi sambil mempersilahkan seseorang untuk masuk.


"Lah bukannya itu om yang tadi yah?" batin Lisa sambil melirik pria yang berada disebelah bu Selvi.


"Beliau akan menggantikan bu Siti untuk mengajar matematika disini, soalnya bu Siti ingin melanjutkan S2 nya di luar negri." jelas bu Selvi


"Kalo gitu bisakah bapak memperkenalkan diri anda?" ucap bu Selvi kepada pria disampingnya


"Hallo semua, Nama saya Arkan Putra Wijaya, kalian bisa memanggil saya dengan sebutan pak Arka. seperti yang kalian ketahui saya akan menggantikan bu Siti disini. Jadi saya harap kalian bisa Menghormati saya." Jelas pak Arka


"Kalo gitu saya pamit dlu yah pak, soalnya ada yang harus saya urus." pamit bu Selvi kepada pak Arka


"Iya bu, sebelumnya terimakasih Karna sudah mau Mengantarkan saya kesini." ucap pak Arka


"Iya, kalo gitu saya pergi dlu." pamit bu selvi sambil berjalan menuju pintu keluar kelas.


"Pak." panggil salah satu siswa


"Iya ada apa?" tanya pak Arka


"Bapak udah punya pacar?" tanya siswa lainnya


"Bapak boleh minta Wa nya ngk?"


"Kenapa bapak bisa seganteng ini sih?


"Boleh dong saya jadi pacar bapak." ucap setiap gadis yang berada di dalam kelas kecuali Lisa dan Kay


"Diam." teriak pak Arka


"Itu privasi saya, bukan urusan kalian." ucap Arka dengan muka datar nya.


"Rasain loh pada." batin Lisa sambil menertawakan teman-temannya


"Itu yang lagi ketawa? Memangnya ada yang lucu." tanya Aska sehingga membuat Lisa yang tadinya tertawa kini menunduk takut melihat tatapan tajam dari Arka.


"Ngk ada pak." ucap Lisa yang masih saja menundukkan kepalanya


"Klo ada orang yang berbicara didepan maka kamu harus melihat kedepan bukan melihat kelantai, memangnya yang berbicara sama kamu tuh lantai apa?" ucap Arka judes sambil menatap tajam Lisa.


"Iya, pak." ucap Lisa sambil memberanikan diri untuk menengok kearah Arka hingga pandangan mereka bertemu.


Degg..


"Ada apa dengan jantung gue." batin Arka


"Ehemm," dehem Arka sambil berusaha menghilangkan kegugupannya


"Baik, sekarang kalian buka buku kalian terus kerja soal yang akan saya berikan." ucap Arka


"Iya, pak." ucapan mereka serempak.


*****


Kringg...kringg


bel sekolah telah berbunyi pertanda bahwa sekarang waktunya untuk beristirahat.


"Oky, belajarnya sampai disini dlu dan sampai ketemu di pembelajaran berikutnya." ucap Arka sambil memasukan barang-barang nya kedalam tas.


"Dan untuk Lisa, tolong kumpulkan semua tugas-tugas yang sudah dibuat dan bawa ke ruangan saya." ucap Arka sambil berjalan meninggalkan kelas.


"Intik Lisi, tiling kimpilkin simii tigis-tigis ying sidih dibiit din biwih ki riingin siyi." ejek Lisa karna sudah kesal dengan guru satu ini.


"Dia pikir gue ini babu nya apa." guman Lisa sambil berjalan mengumpulkan buku-buku tugas yang ada.


"Hey Kay, bantuin gue dong." ucapan Lisa


"Emng mau gue bantuin apa?" tanya Kay sambil berdiri dari duduknya


"Tuh." tunjuk Lisa ke arah meja sebelah kiri pertanda bahwa Kay harus mengambil buku yang ada disana


"Oky."


"Kay, ikut sama gue yah ke ruangan tuh guru." ucap Lisa


"Boleh, tapi gue nunggunya di depan aja yah." ucap Kay


"Terserah loh aja deh." ucap Lisa sambil berjalan menuju ruangan Aska dengan membawa beberapa buku yang sudah dikumpulkan tadi.


Bersambung


Jangan lupa like and Komen yah guys🥰❤