My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Two ~Nasi goreng~


Tokk.tokkk..


"Pak Aska, kmna sih?" batin Lisa sambil terus mengetuk pintu ruangannya pak Aska.


"Pak Aska.."


"Huff, udhlah klo kali pintunya ngk di buka mendingan gue ke kantin aja." batin Lisa


Ceklekk..


Pintu telah dimuka dan nampak seorang seorang pria dengan muka datar nya, siapa lagi kalau bukan pak Aska.


"Anda yah, bukannya masuk malah ketuk-ketuk pintu ruangan saya. Anda pikir, Anda itu putri ratu yang harus saya bukain pintunya! hah." bentak Aska


"Enak aja, bapak pikir saya murid apaan, saya juga punya rasa malu kali."


"Iya pak, maaf." lirik Lisa menunduk sambil meremas kuat roknya


"Cepetan masuk, dan yah lain kali jangan di ulang." ucap pak Aska dengan muka datar nya


"Pengen ku cakar muka kau, tadi marah sekarang datar. Dasar manusia jadi - jadian."


Setelah itu Lisa pun masuk kedalam ruangan pak Aska, dengan wajah kesal.


"Duduk." ucap Aska


Lisa pun duduk sambil memberikan buku-buku yang sudah dia kumpulkan tadi.


"Ini pak buku-bukunya." ucap Lisa menyondorkan buku-buku yang tadi ia bawa.


"Taruh aja di atas meja." ucap pak Aska tanpa menoleh kearah Lisa sama sekali.


"Jadi, saya boleh permisi keluar yah pak." ucap Lisa sopan hendak berjalan namun baru 3 langkah Lisa berjalan, tiba-tiba...


"Yang ngizinin anda keluar siapa?" tanya pak Aska


"Anjir, sumpah pengen ku buang kau pak. Emang hobby banget yah dibuat gue kesel."


"Ngk ada pak." entah keberanian dari mana hingga Lisa bisa menjawab pertanyaan dari pak Aska


"Terus, kenapa anda keluar?" tanya pak Aska lagi sambil menatap Lisa tajam


"Yah kali pak, gue kan laper. Masa iya gue ngk makan siang, bisa-bisa mag gue kambuh."


"Mau makan, pak." ucap Lisa santai


"Saya tidak menyuruh anda makan, Jadi anda bisa duduk kembali dan membantu saya memeriksa ini semua." ucap Aska sambil menunjuk semua buku-buku siswa yang ada di atas meja kerjanya.


"Astaga pak, bapak pikir bapak itu siapa hah? main nyuruh-nyuruh aja.


"Saya guru kamu jadi saya berhak menyuruh kamu kemana aja." ucap pak Aska seakan tau apa yang ada dipikiran Lisa.


"Bapak, bisa baca pikiran orang lain yah." tanya Lisa penasaran


"Saya, ngk bisa baca pikiran orang lain. Tapi saya tau kebanyakan siswa akan berpikir sama seperti kamu." Jelas pak Aska hendak berdiri dari kursi besarnya itu.


"Ohiya nama anda, Arlisa kan?" tanya pak Aska


"Iya pak, nama saya Arlisa tapi biasa dipanggil Lisa." ucap Lisa sambil memberikan senyumannya yang paling manis.


"Ngk usah senyum-senyum. Senyum anda tuh jelek." ucap pak Aska sambil berjalan keluar ruangan.


"Lisa, tolong anda periksaan semua jawaban yang ada. Karna saya akan pergi keluar sebentar." ucap pak Aska sebelum benar - benar menghilang dibalik pintu.


"Ehh, Iya pak." lirih Lisa sambil menghelah nafasnya.


"Astaga patah sudah tangan berhargaku."


" Emang yah, pak Aska tu orangnya ngk seru amat." guman Lisa sambil mulai memeriksa setiap buku-buku.


****


30 menit kemudian...


krekk..krekk(anggap aja bunyi perut Lisa yah🤣😅)


"Anjirr, laper gue." guman Lisa sambil mengelus-ngelus perutnya


"Emang yah, pak Aska tuh ngk punya hati. Masa dia biarin gue mati kelaparan dsni."


Ceklekk..


Pintu dibuka dan nampak lah pak Aska yang sedang membawa sekantong plastik. Berjalan kearah Lisa sambil menyondorkan plastik itu, yang jika dilihat isinya adalah makanan..


"Ini, apa pak?" tanya Lisa sambil mengambil plastik yang diberikan pak Aska.


"Makanan." Jawab pak Aska padat, singkat dan jelas.


"Yah kali, harus ditanya dlu jangan sampai pas sementara gue makan, ehh itunya bukan buat gue, kan bisa-nisa harga diri gue jatuh."


"Buat setan yang ada diruangan saya." ucap pak Aska dengan wajah tampak kesal.


"Emang, diruangan bapak ada setannya yah?" tanya Lisa yang mulai merinding sambil melihat-lihat setiap sudut ruangan.


Sedangkan pak Aska malah terkekeh melihat kearah Lisa. Namun beberapa saat kemudian pak Aska tersadar karna sebuah pertanyaan konyol dari Lisa.


"Pak Aska, bisa tertawa yah?" tanya Lisa dengan muka polosnya.


"Ehemm," dehem pak Aska mungkin untuk membuat dia agar tak salting.


"Mendingan anda makan, sebelum anda pingsan diruangan saya." ucap pak Aska mengalihkan topik pembicaraan.


"Berarti ini buat saya dong?" tanya Lisa sambil melihat kantong plastik itu, dan didalam kantong plastik itu terdapat sebungkus nasi goreng.


"Bukan, tapi buat Arlisa Akila Dirganat." tekan pak Aska.


"Lah, itukan nama saya." ucap Lisa


"Sudah-sudah mendingan anda makan aja. Dan yah jangan mengeluarkan satu kata pun kecuali disaat saya mengajak anda bicara. karna bisa-bisa saya stres mendengarkan pertanyaan konyol anda." ucap pak Aska frustasi karna tingkah Lisa.


Sedangkan Lisa hanya mengangkat bahunya acuh, karna menurutnya makan ini lebih menggoda dari pada berbicara dengan pak Aska.


"Lisa, bisa tidak anda makannya pelan-pelan saja. Memangnya anda tidak makan setahun yah." Ledek pa Aska sambil melihat cara Lisa memakan nasi goreng itu.


"Aduh pak, gue tuh dah lapar banget jadi yah gini jadinya." ucap Lisa dengan nasi goreng yang sudah menumpuk di mulutnya.


"Lucu." sebuah kalimat keluar dari mulut pak Aska, dan kalimat itu berhasil membuat pipi Lisa merona bak tomat.


"Memang saya lucu kok pak." ucap Lisa dengan PD nya.


"Astga." guman pak Aska sambil menepuk jidat nya.


"dah, makasih yah pak." ucap Lisa yang sudah selesai makan.


"Untuk?" tanya pak Aska


"Untuk makanannya." ucap Lisa sambil tersenyum


"Meskipun gue kelihatan ngk sopan, tapi setidaknya gue tau berterimakasih yekan."


"Hmm." dehem pak Aska sambil mengangguk pertanda iya.


"Pak, saya kan udh selesai nih. Jadi bisakan saya keluar?" tanya Lisa lembut


"Silahkan." ucap pak Aska


"Astaga, singkat amat jawabaannya. ngk ada yang lain apa?"


"Kalau gitu saya permisi pak," ucap Lisa hendak keluar ruangan pak Aska.


"Astga, bukannya Kay bareng gue tadi yah." ucap Lisa sambil cepat-cepat membuka Hp yang ada logo appel disana, Lisa pun menekan nama " Anak kucing🖤 " dan menelponnya.


Tak berselang lama telefon nya udh di angkat oleh seseorang yang tak lain adalah Kay.


"Kay, loh dmn? Maafin gue yah karna udh ninggalin loh." ucap Lisa melemas karna meresa bersalah telah meninggalkan sahabatnya sendri.


"Gue dikantin nih, iya tapi jangan diulang lagi yah. Untung pak Aska tadi beritahu kalo loh bakal lama diruangannya jadi dia nyuruh gue ke kantin aja dari pada gue lumutan dsna nungguin loh." jelas Kay karna memang benar pak Aska tadi nyamperin Kay sebelum pak Aska membelikan Lisa nasi goreng.


"Yaudh, gue kesana sekarang yah." ucap Lisa sambil berjalan menuju kantin.


"cepetan jangan pake lama." ucap Kay disebrang sana.


"Iyee, bacot loh." ucap Lisa sambil mengakhiri telefonnya.


****


"Woy." teriak Lisa mengagetkan Kay sedang duduk memainkan Hpnya.


"Anjirr." teriak Kay tak kalah keras, untung saja kantin udh sepi kalau ngk bisa-bisa hancur sudah martabat dari Kay.


"Bisa ngk sih, loh ngk usah ngagetin gue." kesal Kay karna hampir saya Hpnya jatuh dari tangannya.


"Yah maaf." ucap Lisa sambil cengesan.


"Hmm."


Tiba-tiba...


"Lisa...Kay.. " teriak orang itu yang tak lain adalah..


Bersambung


Next or Stop? Komen dong jangan cuman dilihat doang kasihan authornya udh ngetik panjang kali lebar.. setidaknya kalian masukin pendapat atau komentar kek gitu..😣😖