My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Seventeen ~Farhan?~


~Happy Reading~


"Siapa loh? Kenapa gue bisa ada disni?" tanya Lisa yang sedang duduk sambil di ikat dengan tali


"Gue?" tanya pria itu dengan menunjuk dirinya sendiri


"Iyya, siapa loh? Apa urusan loh sama gue?" tanya Lisa marah dengan menatap tajam pria yang berada di depannya


"Apa loh lupa sama Gue?" tanya pria itu dengan menatap sendu Lisa


"Siapa? Jangan buat gue bingung." bentak Lisa dengan memberontak


"Gue Farhan, kakaknya Abram."


"Loh, lupa yah. Gara-gara loh Abram sampai membunuh Bella ." bentak Farhan dengan mentap Lisa tajam dengan mencengkram kuat dagu Lisa sehingga membuat Lisa meringis kesakitan


"Hah.." kaget Lisa,


~Flashback On


"Abram." panggil Bella yang sedang duduk memakan cemilan sambil menonton tv


"Kenapa? Hah." bentak Abram dengan menatap Bella tajam


"A-d-a.. Apa de-ngan kamu?" tanya Bella takut karena menatap Abram dengan penampilan acak-acakan


"Ini semua gara-gara loh, ban*sat." marah Abram sambil mendekat dan menarik rambut Bella kasar


"Hiks.. Sa-lah aku a-pa?" tanya Bella menangis, sambil memegangi rambutnya


"Gara-gara loh, Lisa sampai mutusin gue. Dan loh tau, ini semua karena loh. Klo aja Lisa ngak tau klo itu anak gue pasti Lisa ngak akan mutusin gue an*ing." maki Abram dengan menarik Bella kasar sehingga membuat Bella terduduk di lantai


"Hiks.. Ta-pi inikan mem-ang anakmu b-ram." ucap Bella dengan menangis se kencang-kencangnya


"Diam..." bentak Abram yang semakin marah, sehingga Abram pun mulai menjatuhkan setiap barang² yang berada di meja dan lemari


"Hiks..hiks.."


"Klo saja waktu itu aku ngak terpengaruh minuman, pasti semua ini ngak akan terjadi." bentak Abram sambil terduduk di lantai


"Hiks.. Tapi semua ini sudah terjadi bram." ucap Bella hendak memegang bahu Abram namun di tepis secara kasar


"Lepaskan tangan kotormu." teriak Abram


"Awshh." ringis Bella


Plakk


Plakk


Plakk


3 tamparan mendarat mulus di pipi Bella, sehingga membuat sang empunya menangis karena kesakitan


"Gue ngak akan pernah menerima anak ini, kapan pun itu." ucap Abram lalu pergi meninggalkan apartemen itu


"Aku udah ngak tahan," guman Bella dengan berjalan menuju dapur lalu mengambil pisau dan


"Maafkan mama nak, tapi mama udah ngak tahan lagi."


Srekk


Bella pun menusuk perutnya sendiri sehingga membuatnya kehabisan darah dan meninggal


~Flashback Off


"Dan yang harus loh tau, Bella itu adalah tunangan gue bang*at."


"Dan untuk itu, kamu yang harus bertanggung jawab atas semua ini." sambung Farhan lalu berjalan meninggalkan Lisa sendiri


"Hiks..hikss tolong aku." batin Lisa penuh ketakutan dan keterkejutan karena baru mengetahui fakta yang sangat menakutkan


*****


"Gimana kalian udah dapat kabar Lisa?" tanya Pak Aska kepada Vicky atau asistennya Pak Aska


"Maaf Pak, kami belum menemukan keberadaan nyonya Lisa. Tapi Pak, kami menemukan plat mobil dari sang pelaku saat kami melihat sisi TV." jelas asisten Pak Aska


"Cepat kalian lacak mobil itu." teriak Pak Aska, kini perasaannya sangat kacau bahkan sangat takut dan khawatir terhadap keberadaan Lisa


"Baik pak." ucap Vicky lalu meninggalkan ruangan Pak Aska


"Gimana Aska, keberadaan Lisa udah di temukan?" tanya Aldo yang sudah berada di dalam ruangan Lisa


"Belum." ucap Pak Aska yang mulai menangis karena ia sama sekali tak tau di mana keberadaan istrinya, apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah makan? Semua pertanyaan itu ada di benaknya


"Yang sabar pak, pasti Lisa bakal ketemu." ucap Kay yang juga sudah berada di ruangan itu


"Ohiya, sejak kapan Aska yang ku kenal jadi sangat berbeda dengan Aska yang dulu?" ledek Pak Aldo sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Kay


"Pak Aldo ish, bukannya nenangin Pak Aska malah di ledekin." ucap Kay dengan menatap Pak Aldo tajam


"Aku ngak tau." ucap lirih Pak Aska sambil terduduk di lantai dengan menyandarkan kepalanya ke tembok karena frustasi


"Pak? Pak Aska udah ngabarin ke bunya sama ayahnya Lisa?" tanya Kay, namun mendapatkan gelengan dari Pak Aska pertanda belum


"Yaudah klo gitu biar Kay aja yang ngabarin." ucap Kay lalu mulai menelfon bundanya Lisa


Sebenarnya Pak Aska lupa memberitahu keluarganya karena sakin khawatir sampai² ia lupa memberitahu kalau Lisa di culik.


~Bersambung~


.


.


.


Kira-kira apakah yang akan terjadi sesudah ini?