My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Twelve ~Demam~


~Happy Reading~


Kantin...


“Lisa!“ panggil Kay yang sedang duduk berhadapan dengan Lisa


“Hmm“ dehem Lisa karena sedang memakan bakso di mulutnya


“Gimana malam pertamanya?“ tanya Kay sehingga hampir saya bakso yang Lisa makan ke luar dari mulutnya


Uhukk


“Dasar gila loh.“ ucap Lisa dengan tatapan tajamnya


“Yehh, selow aja kali Lis. Gue kan cuman nanya.“ ucap Kay tanpa dosa


“Ngak ada malam pertama.“ ucap Lisa datar


“Lah, emngnya Kenapa? Do..“ tanya Kay dengan meninggikan suaranya untung saja kantin sekarang tak banyak orang kan klo banyak orang bisa brabe nantinya.


“Syutt, pelangin dikit suara kau napa.“ ketus Lisa dengan membekap mulut Kay agar tak keceplosan


“Yah maap.“ ucap Kay cengesan dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


“Hmm.“ dehem Lisa sambil memakan bakso yang sempat tertunda


*****


“Kak Lisa!“ panggil seorang siswa perempuan yang lebih muda dari Lisa


“Iya, kenapa?“ tanya Lisa dengan menengok ke arah siswa tadi


“Kakak dipanggil sama Pak Aska buat ke ruangannya.“ ucap gadis sopan


“Owhh, yaudah makasi yah infonya.“ ucap Lisa sambil tersenyum ke arah gadis itu


“Iya kak, klo gitu saya pergi dulu kak.” pamit gadis itu lalu berlalu pergi dari hadapan Lisa


“Kay!“ panggil Lisa


“Knpa?“ tanya Kay tanpa mengalihkan pandangannya dari Hp nya


“Ish, hadap sini.“ ucap Lisa dengan muka datarnya sedangkan Kay langsung menengok kearah sumber suara


“Kenapa?“ tanya Kay dengan memandang Lisa


“Loh dengarkan apa yang gadis tadi bilang?“ tanya Lisa


“Iya, terus?“


“Gue mau pergi dulu, ngak papa kan?“ tanya Lisa


“Astaga Lisa. Klo mau pergi, pergi aja. Biasanya kan loh main asal pergi aja.“ sindir Kay dengan memandang Lisa malas


“Iya juga yah. Kalo gitu gue cabut dulu.“ ucap Lisa sambil terkekeh geli


“Yaudah sono.“ ucap Kay malas


“Ngusir nih ceritanya.“ ucap Lisa terkekeh sehingga membuat Kay kesal


“Ngak.“


“Yaudah, bye-bye.“ ucap Lisa dengan melambaikan tangannya lalu berjalan meninggalkan kantin


“Dasar stress.“ batin Kay


****


Tokk..tokk


“Masuk.“ ucap seseorang dengan suara dinginnya dari dalam ruangan, siapa lagi kalo bukan Pak Aska


“Bapak manggil saya?“ tanya Lisa yang sudah berada di depan gurunya sekaligus suaminya


“Ehh, sayang udah datang rupanya.“ ucap Pak Aska menatap Lisa sambil tersenyum hangat


“Bapak manggil saya?“ tanya Lisa lagi tapi bukannya menjawab Pak Aska malah bertanya kepadanya


“Udah makan?“ tanya Pak Aska


“Udah.“ ucap Lisa kesal lalu duduk tepat di hadapan meja Pak Aska


“Ngak kok, Lisa ngak jajan sembarangan.“ ucap Lisa dengan menatap Pak Aska datar


“Awas aja klo sampe jajan sembarangan apalagi klo ngak ada saya yang nemenin.“ peringat Pak Aska


“Ngak kok Pak, tadi Lisa cuman makan bakso doang. Klo ngak percaya tanya Kay aja.“ ucap Lisa


“Hmm, Yaudh.“ ucap Pak Aska kembali menatap buku-buku yang ada di mejanya


“Jadi saya boleh pergi?“ tanya Lisa yang sudah berdiri


“Ngak. Duduk,“ ucap Pak Aska yang sibuk dengan buku-bukunya


“Lahh terus Lisa di sini ngpain?“ tanya Lisa yang mulai kesal


“Sini!“ suruh Pak Aska untuk mendekat ke arahnya


“Ngpain?“ tanya Lisa


“Ayo sini.“ suruh Pak Aska lagi sedangkan Lisa hanya patuh kepada suaminya


Happ


“Ish, apaan sih Pak nanti ada yang datang gimana.“ ucap Lisa karena tiba-tiba Pak Aska menarik tangannya dan untuk duduk di pangkuan Pak Aska.


“Ngak akan sayang.“ ucap Pak Aska


Chupp


Satu kecupan mendarat dibibir Lisa namun tak hanya kecupan tapi lumutan yang di berikan oleh Pak Aska hingga membuat Lisa terhipnotis dan mulai membalas ciuman lembut dari Pak Aska


5 Menit kemudian


“Huh..huh... Oksigen-oksigen.” ucap Lisa dengan mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Sedangkan Pak Aska terkekeh melihat tingkah gemes dari Lisa


“Mas mau buat Lisa mati yah.“ ucap Lisa dengan menaikan suaranya


“Yah maaf, soalnya bibir kamu menggoda banget jadi mas ngak bisa tahan deh.“ jujur Pak Aska


“Ishh kesel.“ kesal Lisa dengan memoyongkan bibirnya ke depan


Chupp...


Satu kecupan lagi mendarat di bibir Lisa


“Kok di cium lagi?“ tanya Lisa yang sudah sangat kesal terhadap suaminya


“Makanya jangan gitu dong bibirnya.“ ucap Pak Aska sambil terkekeh


“Ishh, yaudah kalo gitu Lisa ke kelas dulu.“ ucap Lisa yang sudah berdiri dari pangkuan Pak Aska


“Yaudah, sebentar sebelum pulang ke ruangan saya lagi yah.“ ucap Pak Aska sambil tersenyum


“Iya-iya.“ ucap Lisa sebelum menghilang dari balik pintu Pak Aska


*****


“Kay!“ panggil Lisa yang sudah berada di dalam kelas


“Hmm.“ dehem Kay


“Loh kenapa? Kok wajah kamu pucat? Loh sakit yah?“ tanya Lisa secara berturut-turut karena khawatir terhadap sahabatnya


“Ngak tau, mulai dari kantin tadi badan gue kek lemes gitu.“ ucap Kay lemas


“Yaudah sekarang kita ke UKS, badan kamu panas banget Kay.“ ucap Lisa dengan memeriksa seluruh wajah Kay dengan tangannya


“Ngak papa Lis.“ ucap Kay lagi dengan menundukan wajahnya ke meja


“Tapi Kay..“ ucap Lisa terpotong karena lebih dulu di potong oleh Kay


“Suer ngak papa.“ ucap Kay sambil tersenyum kikuh


Bersambung


Next or Stop?