My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Ten~Pernikahan~


~Happy Reading~


Kini adalah acara dimana Lisa dan Pak Aska akan menikah, namun acaranya hanya akan di hadiri oleh keluarga dan kerabat dari mereka. Karena pernikahan ini di sembunyikan atau di privasi karna Lisa yang masih SMA.


Sedangkan Aska kini telah rapi dengan mengunakan jas berwarna hitam serta rambut yang ditata rapi dan tak lupa di polesi sedikit bedak sehingga membuat aura ketampanan Aska memancar(Asikk haluu lagi🤣)


"Ayah, kok Aska jadi deg-degan gini yah?" tanya Aska yang sedang duduk di ruangan ganti khusus pengantin pria


"Santai aja nak, rileks. Ayah dlu pas mau nikahin bunda kamu juga gitu kok." jelas Brian yang sedang berdiri sambil memperhatikan anaknya


"Gugup banget." ucap Aska dengan memegangi dadanya


"Widih, ternyata loh ganteng juga yah ka." ucap Aldo yang baru saja datang


"Gue emang ganteng dari lahir." ucap Aska dengan PD nya.


"Idih, nyesal gue muji loh." ucap Aldo datar sehingga membuat Aska dan Brian terkekeh geli melihat tingkah Aldo


"Bilang aja lu iri kan!" ejek Aska sehingga membuat Aldo kesal dengan tingkah sahabatnya ini


"Idih, gue ngak iri yah. Gue tuh lebih ganteng dari loh jadi mana mungkin gue iri." elak Aldo sehingga membuat Aska menatapnya datar


"Om, Aku sama Aska gantengan siapa?" sambung Aldo lagi sehingga membuat brian menggelengkan kepalanya melihat anaknya dan Aldo yang sudah di anggap anak sendiri.


"Gantengan om lah." ucap Brian sehingga membuat Aldo dan Aska memutar bola matanya malas.


"Hadehh." guman Aldo dan Aska kompak sehingga membuat Brian terkekeh geli melihat tingkah mereka berdua


"Kalian berdua sama-sama ganteng kok, jadi ngak usah pada ribut. Kalian kan udah besar masa gitu doang sampe-sampe mau ribut sih." jelas Brian sehingga membuat kedua orang itu tersenyum sama lain


"Ngak kok yah, cuman becanda doang. Iyakan Aldo." ucap Aska dengan mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum


"Iya om. Tenang gantengan om brian kok." ucap Aldo sehingga membuat Aska dan Aldo tertawa lepas.



Ruangan pengantin perempuan



Kini Lisa sudah memakai gaun pernikahan berwarna putih yang di hiasi permata serta rambut yang dihias dan tak lupa wajahnya yang di make up sehingga membuat Lisa terlihat sangat-sangat cantik.



"Huwa, pengen nangis gue. Suer loh pengantin yang paling cantik yang perna gue lihat." ucap Kay sambil ingin meneteskan air matanya



"Apa sih Kay, jangan lebay deh." ucap Lisa dengan terkekeh geli melihat wajah Kay yang ingin menangis



"Suer beneran ngak boong. Andai aja gue punya wajah secantik loh." lirih Kay dengan muka melemas



"Cup-cup loh juga cantik kok, jadi jangan gitu yah mukanya." ucap Lisa dengan mencubit pipi Kay karena gemes



"Sakitt.." renggek Kay sehingga membuat Lisa terkekeh melihat Kay



"Lisa!" panggil Dina dan Melinda sehingga membuat Lisa dan Kay menengok kearah sumber suara



"Mama, bunda." ucap Lisa dengan senyuman manisnya



"Kamu udah siapkan?" tanya Dina kepada anaknya



"Udah mah. Tapi.." ucap Lisa dengan mengalungkan kalimatnya



"Tapi apa?" tanya Melinda kepada calon menantunya



"Lisa gugup." ucap Lisa dengan cengesan sehingga membuat ketiga orang di depan Lisa terkekeh



"Santai aja rileks." kini Kay yang menjawab



"Iya betul apanya yang dikatakan Kay, santai aja jangan gugup." ucap Dina



"Kalo gitu ayok kita turun. Semuanya udah nungguin kamu" ajak Melinda mengandeng sebelah kiri tangan Lisa dan disebelah tangan kanannya ada Dina



"Oke. Kalo gitu Kay aja yang di belakang." ucap Kay



"Yah harus di belakang lah masa di muka." ucap Lisa dengan terkekeh geli sedangkan Kay memasang wajah datarnya.



"Dan untuk pengantin pria bisa kah anda menjemput pengantin wanitanya." sambung pembawa acara dengan tersenyum sedangkan Aska hanya mengganguk dan berjalan menghampiri Lisa dan memegang tangannya.


"Cantik." bisik Aska sambil tersenyum manis kearah Lisa


"Bisa kita lihat betapa cocoknya dan serasi kedua raja dan ratu kita hari ini. Yang satu cantik yang satu ganteng jadi terlihat pas untuk mereka." ucap pembawa acara lagi


"Dan sekarang waktunya itu memulaikan acara pemberkatan nikah." ucap pembawa acara


(Maaf yah kalo ngk cocok, soalnya author ngak tau bgmna nulis tentang acara nikah jadi skip aja yah:))



Malam



Kini Aska dan Lisa telah menjadi sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama. Dan sekarang adalah acara repsesi namun acaranya cuman kecil-kecilan kata Aska repsesi besar-besaran akan di adakan pas Lisa udah tamat sekolah.



"Pak, masih lama yah?" tanya Lisa yang sedari berdiri menjabati tangan setiap tamu yang datang sehingga membuat kaki Lisa terasa pegal.



"Tinggal sedikit kok." ucap Aska dengan melihat-lihat setiap orang yang ada



"Emangnya kenapa? Pegal yah?" tanya Aska dengan berjongkok dan melihat kaki Lisa yang sudah memerah



"Pak berdiri. Malu di lihatin orang-orang." ucap Lisa dengan mengangkat Aska untuk berdiri



"Kalo gitu kamu duduk aja, nanti aku saja yang berdiri." ucap Aska lembut, namun baru saja Lisa ingin duduk tiba-tiba...



"Aduh selamat yah sayangku." ucap Kay langsung memeluk Lisa. Sedangkan Lisa hanya tersenyum manis ke arah Lisa



"Sama-sama bebs. Ohiya jangan lupa nyusul aku yah." ucap Lisa sambil terkekeh



"Nanti aja kalo udah dpt yang pas." ucap Kay dengan melirik Pak Aldo yang berada di belakangnya



"Selamat yah broo." ucap Aldo dengan memeluk Aska



"Iya, cepat nyusul kayaknya Kay udh ngode kamu buat nikahin dia." bisik Aska ke Aldo



"Tenang udh mau proses kok." ucap Aldo sambil terkekeh



"Ohiya, jangan lupa keponakan gue yah." ucap Kay dengan mengedipkan sebelah matanya sehingga membuat pipi Lisa merona mendengarkan ucapan Kay.



"Apaan sih kamu Kay." ucap Lisa malu-malu



"Kamu juga Aska, entar malam jangan kasar-kasar mainnya harus lembut biar Lisa ngak kesakitan." ucap Aldo sehingga membuat Lisa dan Aska semakin malu di buatnya



"Jangan malu-maluin saya Aldo." ucap Aska sehingga membuat Kay dan Aldo tertawa melihat tingkah kedua suami istri ini.



"Yaudh, kita pergi dlu yah. Soalnya ada urusan dadakan." pamit Aldo sedangkan Aska dan Lisa hanya mengangguk sambil tersenyum



"Yaudh, gue pamit juga yah." ucap Kay



"Iya, hati-hati yah jalannya. Soalnya ini udh malam loh." ucap Lisa



"Tenang aman kok boss, iyakan Pak Aldo." ucap Kay sedangkan Aldo hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan mereka



"Yaudh bye-bye."



~~Bersambung~~



Next or Stop?