My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Nine ~Ngambek~


~Happy reading~


****


Kini Lisa dan Pak Aska telah sampai dibutik milik mamanya Pak Aska.


"Bunda!" panggil Lisa yang sudah berada di dalam butik


"Ehh, sayang kamu udah sampai rupanya." ucap Melinda serta memeluk tubuh Lisa


"Iyya, bun." ucap Lisa dengan membalas pelukan sang bunda


"Ehmm, Lupa sama anak sendiri rupanya." sindir Pak Aska yang sedari tadi hanya menyimak apa yang kedua orang ini bicarakan


"Ishh bilang aja kalo Pak Aska iri." Ledek Lisa yang masih di pelukan sang bunda


"Kamu itu udah kede, masa sama calon istri aja kamu iri." sindir Melinda kepada anaknya


Sehingga membuat Pak Aska kesal setengah mati, melihat kedua orang yang terlihat sangat kompak dalam meledek dirinya.


"Tauu ahh." kesal Pak Aska dengan memayungkan bibirnya


"Ishh, kenapa bibir bapak jadi kek gitu?" tanya Lisa yang melihat bibir Pak Aska yang terlihat sangat imut.


"Astaga, ada apa dengan anakku? Apakah Aska kesambet setan pas di jalan? Sungguh jijik banget bunda Lihatnya." ucap Melinda sehingga membuat Pak Aska menatap tajam kearah Lisa dan Melinda


1 detik


2 detik


3 detik


"Hahaha.." becah sudah tawa dari Lisa dan Melinda sungguh sangat lucu menurut mereka karena melihat mimik wajah Pak Aska yang berubah-ubah.


"Teruss aja ketawanya. Kalo keselek baru tau rasa." sindir Pak Aska sehingga membuat Lisa dan Melinda berhenti tertawa dan menatap tajam Pak Aska..


Sedangkan Pak Aska hanya cengesan dengan mengangkat Kedua jarinya membentuk huruf V.


Setelah itu mereka pun mulai memilh pakaian yang akan di gunakan di acara pernikahan nanti.


*****


"Masa?" tanya Pak Aldo dengan penuh selidiki


"Iyya Pak beneran kok." jawab Kay dengan cengesan


"Awas aja kalo sampe boong." ucap Pak Aldo dengan menatap Kay tajam sehingga membuat Kay merinding


"Untung selamat." batin Kay


"Ehmm kalo gitu, Kay pamit pulang yah Pak soalnya udah mau sore." pamit Kay hendak berjalan namun langsung cegah oleh Pak Aldo.


"Pulang sama saya aja." ucap Pak Aldo


"Ngak usah Pak, nanti malah repotin Pak Aldo lagi." tolak Kay lembut


"Ngak repotin sama sekali kok." ucap Pak Aldo lalu menarik tangan Kay menuju parkiran mobil.


"Ehh, Pak lepasin." ucap Kay berusa melepaskan tangan Pak Aldo, namun apalah dayanya tangan Pak Aldo lebih kuat dari tangannya.


*****


"Bunda, Lisa pamit pulang dulu yah soalnya udah mau malam. Entar di cariin mama." ucap Lisa kepada Melinda


"Yasudah kalo gitu, salam buat mama yah." ucap Melinda dengan mengecup puncuk kepala Lisa dengan lembut


"Aska pamit juga bun, mau nganterin Lisa ke rumah." pamit Aska dengan mencium tangan Melinda dan di ikuti oleh Lisa


"Hati-hati yah jalanya, jangan ngebut-ngebut entar anak kesayangnya mama lecet lagi" peringat Melinda sehingga membuat Lisa terkekeh geli melihat tingkah calon mama mertuanya


"Tenang, ngak bakal lecet kok bunda" ucap Aska datar


"Kalo gitu kita pergi dulu yah bun." ucap Lisa dengan melambaikan tangannya


"Bye-bye." teriak Melinda dengan membalas melambaikan tangannya ke arah Lisa


~Mobil~


"Bapak kenapa dari tadi mukanya datar mulu?" tanya Lisa


"Ngak." jawab Pak Aska


"Terus kenapa mukanya datar gitu?" tanya Lisa lagi


"Ngak."


"Kalo ngak, kenapa mukanya kek gitu sayang." goda Lisa dengan menekan kata sayang sehingga membuat Pak Aska tiba-tiba tersenyum


"Apa? Coba ulang lagi soalnya ngk kedengeran?" tanya Pak Aska dengan berpura-pura tak mendengarkan apa yang Lisa katakan.


"Apanya?" tanya Lisa


"Yang kamu omong tadi." ucap Pak Aska


"Yang mana?" tanya Lisa disertai kekehan sehingga membuat Pak Aska kesal.


"Ngak usah, Ngak jadi." ucap Pak Aska dengan wajah datarnya


"Ngambek nih ceritanya." ucap Lisa dengan mencibut pipi Pak Aska sehingga membuat empuhnya meringis kesakitan


"Jangan gitu Lisa, kalo ketabrak gimana." ucap Pak Aska kesal


"Iyya maaf sayang." ucap Lisa dengan terkekeh lagi


"Mulai berani nih ceritanya." ucap Pak Aska dengan menarik hidung Lisa


"Ishh sakit." renggek Lisa sehingga membuat Pak Aska terkekeh geli


"Maaf sayang ngak sengaja." goda Pak Aska sehingga membuat pipi Lisa merona menaha malu


"Udah ah, sana nyetir aja yang bener." ucap Lisa dengan menyembunyikan wajahnya yang merona menahan malu.


Bersambung


Maaf gaje. Maaf banget juga yah soalnya baru Up, karena author sibuk banget jadi kadang punya waktu untuk ngetik. Tapi bakal tetap di lanjutin kok namun mungkin akan terlambat upnya.