
~Happy Reading~
Jam sudah menunjukan jam 23:30 yang arti sudah hampir tengah malam. Namun, Lisa tak kunjung tidur karena memikirkan kejadian tadi sore
Sedangkan Pak Aska sudah tidur dari 3 Jam yang lalu.
"Apa yang harus aku lakukan?" batin Lisa, duduk di atas ranjang sambil menyandarkan kepala nya ke dinding kamar
"Aku takut, bagaimana klo sampai Abram macam-macam sama aku?" guman Lisa sangat pelan dengan mukanya yang terlihat sangat sedih dan murung
Namun, gumanan itu dapat di dengar Pak Aska karena sedari tadi Pak Aska sudah bangun gegara gerakan Lisa di atas ranjang sehingga dapat membuat Pak Aska terbangun dari tidurnya
"Kamu belum tidur?" tanya Pak Aska dengan suara seraknya, lalu bangun dan duduk di samping Lisa
"Maaf mas, Lisa ngak bisa tidur." lirih Lisa dengan menundukkan kepalanya
"Yaudah, Sini." panggil Pak Aska sudah berbaring lagi di tempat tidur
"Tapi, Li..." ucap Lisa terpotong karena lebih dulu di potong oleh Pak Aska
"Ayokk, Kesini." suruh Pak Aska dengan menepuk kasur sebelahnya pertanda Lisa harus berbaring di sampingnya yang artinya Lisa akan tidur di pelukan Pak Aska
"Huftt.."
Lisa pun menurut kemauan Pak Aska dan benar saya setelah Lisa di peluk oleh Pak Aska tiba-tiba rasa ngantuknya menyerang sehingga membuat Lisa tertidur di dekapan Pak Aska.
"Tidur yang nyenyak, My love." guman Pak Aska pelan sambil mencium puncuk kepala Lisa dan kembali menyusul Lisa ke alam mimpi
*****
Restoran
"Pak Aldo!" panggil Kay sambil melambaikan tangannya agar Pak Aldo dapat melihatnya
"Owh, Disitu rupanya." batin Pak Aldo sambil berjalan menuju kearah Kay yang sedang duduk sambil meminum Jus lemon
"Maaf lama." ucap Pak Aldo sambil duduk di depan Kay jadi posisi mereka sekarang adalah saling berhadapan di batasi oleh meja makan
"Iya ngak pp kok Pak, Santai aja." ucap Kay sambil terus meminum Jus miliknya
"Bapak mau mesan apa?" tanya Kay
"Ehmm, saya pesan Jus aja. Tapi jusnya sama kayak kamu." ucap Pak Aldo, dengan sesekali melihat Hpnya
"Okeh."
"Mbak!Mbak!" panggil Kay
"Iyya Mbak? Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan restoran itu
"Mbak saya pesan jus lemon lagi satu yah, mbak." ucap Kay sambil tersenyum ramah
"Ohiya mbak, klo gitu saya permisi dulu." ucap pelayan itu, tersenyum ramah lalu pergi meninggalkan mereka
"Pak Aldo!" panggil Kay
"Ada apa?" tanya Pak Aldo nampak serius
"Lansung ke intinya aja,"
"Pak, saya minta tolong sama bapak buat bantu saya buat ngawasin Lisa. Karena, sekarang Abram ada disini, takutnya trauma Lisa beberapa tahun lalu akan kembali muncul." jelas Kay dengan wajah nampak sedih dan takut jika terjadi sesuatu dengan sahabatnya Lisa.
"Abram? siapa Abram?" tanya Pak Aldo
"Abram adalah mantan Lisa, waktu Lisa masih kelas 1 SMA."
"Lalu?" tanya Pak Aldo
"Untuk selanjutnya aku ngak bisa jelasin, tapi saya mohon sama bapak buat bantuin saya buat ngawasin Lisa dari Abram." ucap senduh Kay sehingga membuat Pak Aldo tak tegah melihat Kay seperti ini
"Yaudah klo gitu saya bakal bantuin kamu, tapi sebelumnya kita harus rapor in dulu ke Aska supaya dia bisa tau." Final Pak Aldo
"Terimakasih banyak, Pak." ucap Kay sambil tersenyum tulus ke arah Pak Aldo sedangkan Pak Aldo hanya mengangguk dan membalas senyuman Kay
*****
"Ehgg, Udah pagi rupanya." guman Pak Aska dengan suara khas orang baru bangun lalu melirik ke samping nya disana Lisa masih dalam posisi semalam yaitu memeluk Pak Aska
"Mungkin dia masih ngantuk." batin Pak Aska sambil melepaskan tangan Lisa dari tubuhnya secara pelan karena takut jika tidur Lisa terganggu
"Gimana klo aku masak aja." batin Pak Aska lagi lalu bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi setelah itu menuju ke dapur
Dapur...
"Masak apa yah?" gumannya sambil melihat-lihat setiap bahan-bahan yang ada di dapur
"Gimana kalo nasi goreng aja? Ehm, itu aja deh." batin Pak Aska lalu mulai membersihkan bahan-bahannya lalu mulai memasak, jika di Lihat Pak Aska bisa di bilang sangat pro dalam memasak bahkan saat ini di memasak layaknya seorang chef yang sangat lincah dalam memasak.
*****
"Sayang!" panggil Pak Aska dengan mengoyangkan tubuh Lisa dengan lembut
"Sayang, bangun." panggil nya lagi
"Hmm, Udah pagi yah?" tanya Lisa dengan suara khas orang baru bangun lalu duduk di atas ranjang
"Iya, Nih kamu makan." ucap Pak Aska dengan menyondorkan sebuah piring berisi nasi goreng special buatnya sendiri
"Ini mas yang buat?" tanya Lisa dengan melihat nasi goreng yang di berikan Pak Aska
"Iya dong. siapa lagi klo bukan aku." ucapnya dengan sombong
"Hehehe, kirain mas ngak tau masak." canda nya sambil terkekeh geli
"Ish, udah sono makan aja." kesal Pak Aska
"Mas udah makan?" tanya Lisa, sedangkan Pak Aska hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak.
"Yaudah klo gitu kita makan berdua aja." ucap Lisa
"Ngak usah, kamu aja yang makan." tolak Pak Aska
"Ngak mau, aku maunya sama Pak Aska." bantah Lisa sambil mulai menyondorkan satu suapa kemulut Pak Aska
"Yaudah, Mas makan nih." final Pak Aska sambil menerima dengan senang hati suapan dari Lisa
"Tapi, kamu juga makan." ucap Pak Aska dengan mengambil ahli sendok dari tangan Lisa lalu mulai menyuapi Lisa secara bergantian
"Ishh, sosweet banget sih kita Mas." ucapan Lisa sambil terkekeh
"Iya dong." ucap Pak Aska sambil mencium pipi Lisa
"Issh, masih pagi loh mas. Udah main cium-cium aja." kesal Lisa sambil memoyongkan bibirnya ke depan
"Ohiya. Mas udah lupa,"
"Lupa? Lupa apaan mas?" tanya Lisa
Chupp
satu kecupan mendarat mulus dibibir pink milik Lisa
"Morning kiss." ucap Pak Aska penuh kemenangan
"Ishh dasar mesum." ucap Lisa lalu bangkit dari ranjang lalu pergi meninggalkan Pak Aska
"Mau kemana?" tanya Pak Aska
"Nyuci piring mas." teriak Lisa sebelum menghilang dari balik pintu
"Owhh." ucapnya sambil terkekeh, tapi senyumannya luntur kembali karena mengingat kejadian yang telah menimpah Lisa kemarin sehingga membuat Pak Aska harus berhati-hati terhadap Abram.
"Aku harus menyemah seseorang untuk mengawasi Lisa takutnya jika aku tak ada, Abram bisa mengambil kesempatan itu untuk menculik Lisa." gumannya lalu menelfon seseorang entah siapa yang di telfon oleh Pak Aska
~Bersambung~
Next or Stop