My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Three ~siapa wanita itu?~


"Lisa..Kay..." teriak seseorang yang baru memasuki kantin.


"Ehh ada pak Aldo." ucap Kay sambil cengesan sambil cengesan tak jelas.


"Kenapa kalian masih disini, hah." teriak pak Aldo lagi dengan menaruh kedua tangannya di pinggangnya .


"Lagi makan pak." ucap Kay santai


"Memangnya, kalian ngk tau apa?" ucap Kay dengan posisi yang sama.


"Aduh pak, gimana kita mau tau. Bapak aja belum nyeritain sama kita, iyakan Kay." Kali ini bukan Kay yang menjawab tapi Lisa.


"Iya juga, yah." ucap pak Aldo sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ehh, Kenapa malah saya yang salah dsni?" tanya pak Gino yang seakan sadar atas apa yang dia omongin tadi.


"Lah, emng bapak kan yah salah." jawab Kay


"Sudah-sudah mendingan kalian masuk aja ke kelas." ucap pak Aldo sambil berjalan meninggalkan kantin.


"Lisa,, Ke kelas yukk." ajak Kay


"Yaudh, kita ke kelas sekarang." ucap Lisa berjalan bersama Kay meninggalkan kantin.


*****


kringg...kringg


Bel telah berbunyi pertanda bahwa waktu belajar telah habis yang artinya adalah bahwa sekarang ini adalah waktu pulang untuk para siswa.


"Lisa, pulang bareng gue yah." ajak Kay yang sedang membereskan barang-barangnya.


"Tapi, sebelum pulang loh temanin gue yah ke mall." ucap Lisa yang sudah selesai membereskan barang-barangnya.


"Udh selesai loh?" tanya Lisa


"udh, yukk." ucap Kay sambil berjalan bersama Lisa meninggalkan kelas.


****


Mall..


"Lis, emng loh mo beli apa sih." tanya Kay yang sedari tadi memperhatikan Lisa yang sedang mencari sesuatu.


"Gue tuh, mau beli tas buat mami gue." ucapan Lisa sambil melihat-lihat setiap bentuk dan merek tas yang ada.


"Lah, emng tante Dina ulang tahun?" tebak Kay


"Iyeh, mami besok ulang tahun jadi gue selaku anak tersayangnya harus memberikan kado yang special dong buat mami gue." jelas Lisa sambil terus melihat setiap tas yang hingga pandangannya terhenti pada sebuah Tas Birkin Bag by Ginza Tanaka yang ketahui dijual seharga US$1,4 juta atau setara Rp20,748 miliar. Birkin model ini diketahui dibuat dengan platinum murni, seluruh tas dihiasi dengan 2.000 berlian, sementara tas besar diketahui dilapisi berlian delapan karat yang terletak di depan dan tengah.



Nah kira-kira tasnya berbentuk kek gitu....


"Gimana bagus kan." ucap Lisa sambil menunjuk tas birkin bag by Ginza tanaka.


"Bagus banget, beli itu aja lis." ucap Kay dengan mata berbinar-binar melihat tas Lisa tunjuk.


"Mbak," panggil Lisa pada salah satu karyawan disana.


"Iya dek." jawab karyawan itu sambil berjalan kearah Lisa dan Kay.


"Mbak saya pesan ini satu yah." ucap Lisa sambil menyondorkan kartu kredit nya kepada karyawan itu.


"Oke dek, bentar yah." ucap Karyawan itu sambil membungkus tas yang sudah dipesan oleh Lisa tadi.


"Ini." ucap karyawan itu lagi dengan memberikan tas dan kartu kreditnya Lisa.


"Terimakasih yah dek, sudah mau datang berbelanja dsni." ucap karyawan itu sambil tersenyum hangat ke arah Lisa dan kay.


Namun disaat mereka sedang mengelilingi mall tersebut, tanpa sengaja Kay melihat seorang pria berjalan bersama seorang gadis.


"Lis, lisa bukannya itu pak Aska yah?" tanya Kay menunjuk pak Aska dengan seorang gadis yang berada disamping pak Aska.


"Iya, itukan pak Aska." ucap Lisa dengan memperhatikan kedua orang itu yang sedang berbelanja.


"Siapa gadis itu?" batin Lisa


"Kira-kira gadis itu siapanya pa Aska yah?" tanya Kay yang terus memperhatikan gadis yang ada disamping pak Aska.


Jika dilihat nampaknya, pak Aska terlihat nampak risih dan tak suka atas tingkah gadis itu. Hingga tanpa sengaja pak Aska menengok ke arah Lisa singgah sebuah senyum terbit dibibirnya


"Pak Aska, knpa yah. kok malah senyum-senyum ngk jelas ke arah gue."


"Kay, pulang yuk." ajak Lisa ke Kay


"Yaudh, yuk kita pulang." ucap Kay, namun baru beberapa langkah mereka. Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang menahan tangan Lisa dan orang itu adalah pak Aska.


"Ehh, Pak Aska?" ucap Lisa sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh pak Aska.


"Sayang, kamu kok lama banget sih. Aku udh dari tadi loh nungguin kamu." ucap pak Aska dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Lisa.


sebenarnya Lisa terkejut namun ketika seakan tau maksud dari pa Aska, Lisa pun mulai melanjutkan Aksinya.


"Ehh, maaf yang tadi karyawannya lama." ucap Lisa lembut sambil tersenyum manis ke arah pa Aska.


Sedangkan, Kay. Kay terkejut atas ucapan dari pak Aska, namun dia berusaha biasa h biasa saja. Karna dia tau kalau sekarang ini Lisa dan pak Kay sedang berdrama. Kalian mau tau kenapa Kay bisa tau? Karena Lisa sempat mengedipkan sebelah matanya ke arah Kay jadi Kay tau apa maksud dari Lisa.


Tanpa di sadari seseorang yang ada di samping pak Aska mulai memanas melihat tingkah dari pak Aska dan Lisa.


"Hey, bocah ngpain kamu dekatin pacar saya hah." teriak wanita itu yang tadi berjalan bersama pak Aska


"Cukup dia itu pacar saya, jadi jangan beraninya kau meneriakinya." bentak pak Aska tepat di hadapan wanita itu.


"Kok, Kamu lebih belain dia jalang itu dari pada aku sih sayang." ucap wanita itu yang berpura-pura manja di hadapan pak Aska.


"Sumpah, jijik gue lihatnya. Berani dia katain gue jalang, wah mau cari masalah rupa nih mak lampir."


"Maaf yah mbak, saya itu bukan jalang nama saya tuh Arlisa atau lisa bukan jalang." jelas Lisa sambil memutar bola matanya malas.


"Diam, kamu bocah." bentak wanita itu yang ingin menampar Lisa namun lebih dlu dicegah oleh Kay.


"Hey mbak, mbak kalo di biarin makin melujak yah." bentak Kay dihadapan wanita itu. Sungguh Kay sudah muak atas tingkah dari wanita ini.


"Ini lagi, ngpain kamu belain jalang ini? apa jangan-jangan kalian berdua tuh jal..." ucap wanita itu namun sebelum selesai berbicara, sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kanan wanita itu. Dan orang yang menampar itu adalah Kay.


"Berani-braninya kamu nampar saya hah." bentak wanita itu hendak menapar Kay namun lebih dlu dicekal oleh Lisa.


"Jangan brani-braninya mbak nampar teman saya." ucap Lisa dengan muka datar nya.


"Sudah, mendingan anda pergi. sebelum saya memanggil satpam untuk Mengeluarkan anda." ucap Pak Aska dengan muka datarnya.


"Anj*ng, kali ini gue biarin kalian lolos, tapi besok-besok gue ngk akan biarkan kalian lolos. Dan yah Aska tuh cuman milik gue bukan milik loh." ucap wanita itu dengan menunjuk ke arah Lisa sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Maaf yah. Gara-gara saya kalian harus ribet-ribet bantuin saya." ucap pak Aska dengan muka datarnya bak tembok di rumah gue.


"Iya pak ngk papa." ucap Lisa tersenyum kerah pak Aska.


"Kita tuh pak, dengan senang hati nolong orang. Iyakan Lis." ucap Kay


"Iya, Ohya wanita tadi siapanya bapak?" tanya Lisa penasaran.


"Dia tuh..."


~Bersambung~


Next or Stop? nah hari ini udh 2 kali aku Up nua jadi jangan lupa like and komen yah. Jangan cuman dilihatin doang, kalo boleh kasih masukan buat author, supaya author ngk terlalu banyak mikir sama alurnya😁😁Ohiya jangan lupa follow Cb aku yah🥰🥰