My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Five~Kaleng kosong~


"Pak Aldo!" teriak Kay kaget


rang itu tak lain adalah pak Aldo. Yaps, tadinya pak Aldo sedang jalan-jalan dan tampa di sengaja sebuah kaleng kosong mengenai kepalanya dan pelakunya adalah Kay.


"Kay!" teriak pak Aldo tak kalah kagetnya dengan Kay.


"Kamu, sengaja nendang kaleng kosong biar mengenai kepala saya, hah!" teriak pak Aldo lagi


"Ma--af Pak, suer Kay ngk sengaja." ucap Kay dengan mengakat kedua jari tangannya membentuk huruf V.


"Maaf, tak semudah itu." ucap pak Aldo menyeringai


"Terus, Kay harus ngelakuin apa biar pak Aska maafin Kay?" tanya Kaya


"Mudah. Ikut saya!" ucap pak Aldo dengan menarik tangan Kay entah akan pergi kemana.


****


"Lisa!" panggil Dina mamanya Lisa


"Iya mah." jawab Lisa yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


"Sebentar malam, kamu siap-siap yah soalnya kita bakal kedatangan calon suami kamu." jelas Dina dengan mengelus rambut panjang Lisa.


"Lah, kenapa cepat sekali mah?" tanya Lisa sambil melirik ke arah Dina yang sedang mengelus kepalanya.


"Kan lebih cepat, lebih baik nak." ucap Dina


"Tapi mah, Lisa nikahnya masih lama kan?" tanya Lisa dengan mata yang nampak berkaca-kaca.


"Tergantung sayang." ucap Dina


"Mah, Lisa tuh masih SMA masa udah mau nikah sih, mah?" tanya Lisa


"Pokoknya, entar malam kamu harus rapi, dan cantik yah nak." bukannya menjawab Dina malah memilih menganti topik pembicaraan.


"Hmm,"


"Mah?" panggil Lisa lagi.


"Kenapa sayang?" tanya Dina


"Kira-kira Lisa nikah sama pria macam apa yah mah." ucap Lisa dengan memikirkan pria seperti apa yang akan di nikahi nya sebentar.


"Mama ngak tau, tapi kata papa kamu dia tuh orangnya baik." ucap Dina, sedangkan Lisa hanya mengangguk pertanda mengerti.


"Mudah-mudah gue ngak nikah sama om-om, dan semoga apa yang gue pilih ini adalah jalan terbaik.


****


Tring..


Hp Lisa berbunyi pertanda ada seseorang yang sedang menelponnya. Dan orang itu tak lain adalah pak Aska.


"Hallo!"


"Lisa." panggil pak Aska disebrang sana.


"Iya pak, ada apa?" tanya Lisa


"Bisa kah kita ketemu sekarang?" tanya pak Aska


"Hmm, gimana yah." ucap Lisa sambil berpikir sejenak.


"Yaudah, boleh pak." sambung Lisa.


"Ohiya, biar saya yang jemput kamu yah." ucap pak Aska.


"Ngak usah pak, bapak share log aja biar Lisa yang kesana." ucap Lisa


"Yaudah, nanti saya kirim." ucap pak Aska


"Iya pak." ucap Lisa dengan mematikan Hp nya.


Beberapa saat kemudian Hp Lisa bebunyi pertanda pesan masuk dari pak Aska, Yang tak lain adalah lokasi yang akan Lisa pergi.


****


"Maaf pak, tadi macet jadi Lisa kelamaan." ucap Lisa yang baru sampai.


"Iya ngak papa." ucap pak Aska,


"Ohiya, kamu mau pesan apa Lisa?" sambung pak Aska.


"Ngak usah pak." tolak Lisa halus sambil tersenyum


"Ada yang harus saya omongin sama kamu, tapi sebelumnya saya minta maaf sama kamu." ucap pak Aska dengan menghelah nafasnya.


"Untuk kejadian kemarin, saya minta maaf sama kamu. Sebenarnya saya serius ingin menikahi kamu tapi kayaknya saya ngak bisa nikahin kamu." ucap pak Aska


"Ngak apa-apa kok pak, saya ngerti kok." ucap Lisa tersenyum kakuh


"Maaf Lisa." ucap pak Aska dengan meraih kedua tangan Lisa.


"Iya pak, Lisa ngerti kok." ucap Lisa,


"Sebenarnya Lisa juga ngak bisa nikahin bapak, soalnya Lisa udah di jodohin." lirih Lisa dengan berusa menahan tangisnya agar tak terlihat lemah di hadapan pak Aska.


"Apa? dijodohkan!" kaget pak Aska dengan melepas kedua tangan Lisa.


"Iyya pak, Lisa udah dijodohkan." ucap Lisa tersenyum


"Saya juga dijodohkan." ucap Pak Aska melemas.


"Kok bisa kebetulan yah?" tanya Lisa


"Saya ngak tau."


Tiba - tiba Hp Lisa berbunyi pertanda ada yang menelponnya dan orang itu adalah Dina, mamanya Lisa.


"Sebentar yah pak, Lisa angkat telpon dulu." pamit Lisa sebentar


"Sayang, kamu dimana?" tanya mama Lisa yang berada di sebrang sana.


"Lisa lagi di caffe mah." ucap Lisa


"Kalo gitu, bisakah kamu pulang sekarang?" tanya Dina


"Hm, Yaudah tapi Lisa pamit dulu yah sama teman Lisa." ucap Lisa


"Iya, yaudah hati-hati yah." ucap Dina


"Iya, bye-bye mah." pamit Lisa dengan mematikan telponnya.


"Pak Aska!" panggil Lisa


"Ya, ada apa?" tanya pak Aska dengan melirik Lisa yang sudah berdiri dihadapannya


"Ehh, Lisa pamit pulang duluan yah pak. Soalnya mama Lisa udah nyuruh Lisa pulanh." ucap Lisa tak enak hati dengan pak Aska.


"Yaudah, tapi gimana kalo saya antar kamu pulang?" tawar pak Aska


"Ngak usah pak, soalnya Lisa kesini bawah mobil jadi kayaknya Lisa ngak bisa pulang bareng sama pak Aska." ucap Lisa


"Owh gitu yah, kalo gitu kamu duluan aja." ucap pak Aska.


"Eh iya pak, kalo gitu Lisa pamit yah pak." pamit Lisa dengan berlalu pergi meninggalkan caffe menuju parkiran khusus mobil.


****


"Aduh lepasin pak." renggek Kay atas perlakuan pak Aldo terhadapnya


"Ngak bisa, entar kamu kabur lagi." ucap pak Aldo sambil terus mengenggam tangan Kay


"Suer pak, saya ngak akan kabur kok." ucap Kay sambil berusaha melepaskan gengamannya namun hasilnya nihil karna tangan pak Aldo lebih besar dari tangannya.


"Huff..."


"Kita mau kemana sih pak?" tanya Kay


"Diam, cepetan masuk!" ucap pak Aldo yang sudah berada diparkiran mobil.


"Iya pak Iya." kesal Kay dengan memasuki mobil pak Aldo.


Sedangkan pak Aldo hanya terkekeh melihat muka kesal Kay yang menurutnya terlihat sangat imut.


****


"Kenapa mah?" tanya Lisa yang sudah berada didalam rumahnya.


"Kamu tuh yah, baru sampai bukannya salam malah langsung masuk aja." ucap Dina


"Maaf mah, soalnya Lisa dah lupa." ucap Lisa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ada yang harus mama omongin sama kamu." ucap Dina serius


"Ngomong aja." ucap Lisa penasaran


Bersambung


Maaf kalo ceritanya gaje atau ngk bagus. Ohiya jangan lupa Like and Komen yah🥰🥰