
~Happy Reading~
"Kay!" panggil Lisa yang sudah berada di depan parkiran sekolahnya.
"Woii, Kay!" teriak Lisa lagi karena kay tak kunjung mendengarkan panggilannya, entah apa yang di dipikirkan anak itu.
"Dasar kamv*et.. Harus di samperin jadinya." batin Lisa, dengan berjalan kearah Kay
"Woii." teriak Lisa
"Astaga naga." kaget Kay dengan memegang dadanya
"Lu tuh yah, ngak ada kerjaan lain apa. Selain, ngagetin orang." kesal Kay
"Yehh, maaf atuhh.. Soalnya gue dari tadi manggil elo. Ehh, elonya malah bengong." jelas Lisa
"Yah, maaf Lis." ucap Kay cengesan
"Yaudah kita masuk yukk." ajak Lisa dengan mengandeng tangan Kay menuju kelas karena sebentar lagi kelas akan di mulai
****
"Kevin!" panggil seorang pria yang sedang duduk di bangku kesayangannya dengan meminum secangkir teh
"Ada apa boss?" tanya Kevin yang sudah berada di depan pria itu
"Siapkan mobil, karena habis ini saya akan menjemput Lisa." ucap pria itu yang tak lain ada Abram, dengan senyuman smirknya
"Baik boss." jawabnya sambil berjalan meninggalkan ruangan itu
"Permainan akan segera di mulai." batinnya sambil tersenyum aneh
****
"Kay!" bisik Lisa, karena sekarang mereka sedang belajar dan guru yang sedang mengajar adalah Pak Aska atau suaminya sendiri
"Kenapa?" jawab Kay pelan dengan menatap Lisa sekilas lalu kembali fokus ke depan
"Gue mau ke toilet, bentar." gumannya sangat pelan nampun mampu di dengar oleh Kay
"Terus?" tanya Kay
"Entar klo gue datangnya lama, loh samperin gue yah ke toilet." bisik Lisa lagi sehingga membuat alis Kay berkerut
"Emang kenapa?" tanya Kay lagi
"Entahlah, firasat gue ngak enak aja." jawab Lisa dengan menunduk
"Mau gue temenin?" usul Kay namun hanya mendapatkan gelengan dari Lisa
"Ngak usah, entar Pak Aska marah."
"Yaudah gue ke toilet dulu yah, soalnya gue kebelet nih." ucap Lisa lalu berdiri
"Pak!" panggil Lisa dengan mengangkat tangannya
"Hmm?" dehem Pak Aska dengan menaikan kedua alisnya
"Saya izin ke toilet." ucap Lisa
"Yaudah, tapi jangan lama-lama." ucapnya, Lisa pun bergegas menuju ke toilet
****
"Kok, gue rasa ada yang ikutin gue." batin Lisa, yang mulai was-was
"Ahh, mungkin cuman firasat gue aja." batinnya lagi lalu berjalan memasuki toilet cewek
Tak memerlukan beberapa menit kini Lisa sudah keluar dengan perasaan lega, karena beban yang ia tahan tadi sudah keluar dengan sempurna...
Namun disaat lisa ingin berjalan tiba-tiba...
Bugh..
Awssh..
Ada seseorang yang memukul Lisa, alhasilnya kini Lisa pingsan dan di bawah oleh seseorang.
****
"Kok Lisa belum balik sih?" batin Kay mulai khawatir terhadap temannya
Namun, bukan hanya Kay yang menyadari itu tapi Pak Aska juga, karena Pak Aska juga memikirkan Lisa sedari tadi
Kring....kring...
Bel telah berbunyi pertanda waktu istirahat telah tiba. Namun, Lisa tak kunjung datang
"Oke anak-anak, sampai disini pelajaran kita. Dan sampai jumpah di pelajaran selanjutnya." ucap Pak Aska
"Siap Pak." jawab mereka serempak
"Kay!" panggil Pak Aska yang belum pergi dari kelas,
"Iya pak." ucap Pak lalu mendekat ke atah Pak Aska
"Lisa mana?" tanya Pak Aska
"Ngak tau Pak, tadi kata Lisa dia mau ke toilet. Tapi, kalo Lisa ngak balik-balik katanya suruh samperin aja ke toilet, soalnya kata Lisa dari tadi ada yang ngikutin dia, Pak." jelas Kay dengan perasaan khawatir
"Gawat, pasti Lisa di culik." guman Pak Aska kasar dengan membanting bukunya di atas meja lalu berjalan mencari Lisa ke toilet, dan di ikuti oleh Kay
"Ehh,,, Aska ada apa?" tanya Pak Aldo namun hanya di anggap angin oleh Pak Aska
"Kay ada apa ini?" tanya Pak Aldo dengan menghentikan Kay yang sedang berjalan
"Lisa, Pak!"
"Ada apa dengan Lisa?" tanya Pak Aldo
'Lisa di culik Pak." ucap Kay
"Astaga.. Klo gitu biar saya bantu cari." usul Pak Aldo,
"Yaudah ayok Pak." ucap Kay dengan menarik tangan Pak Aldo tanpa sadar
*****
"Lisa!" panggil Pak Aska yang sudag berada di toilet khusus perempuan
"Lisa! Kamu dimana?" panggilnya lagi dengan membuka setiap pintu toilet yang ada, untung ngak ada orang kalo ad orang bisa brabe kau Pak
"Lisa!" panggilnya yang mulai frustasi, namun sebelum Pak Aska keluar dari toilet tanpa sengaja ia menginjak kalung yang tak lain kalung itu milik Lisa
"Inikan punya Lisa." gumannya lalu mengambil kalung yang sempat jatuh itu
"Pak, Lisa udah ketemu belum?" tanya Kay dengan perasaan khawatir
"Belum. Tapi kalung ini... Ka-lu-ng ini milik lisa." guman Pak Aska pelan nampun mampu di dengar oleh mereka, kini posisi Pak Aska sedang terduduk di lantai depan toilet
"Gimana nih?" tanya Kay yang mulai menangis
"Gimana klo kita lihat sisi TV aja siapa tau kita dapat petunjuk dari sana." usul Pak Aldo dan di anggukin oleh Pak Aska, setelah itu mereka pun berdiri dan berlari menuju ruang sisi TV
****
"Eghh.."
"Aws... Sa-ki-t." ringgis Lisa dengan memegangi kepalanya
"Aku dimana?" Guman Lisa dengan melirik-lirik tempat sekitarnya,
"Kenapa ruangannya kosong?" batin Lisa,
Yaps.. Kini Lisa berada di.sebuah rumah kosong yang sudah lama tak di tinggali oleh orang-orang
"Lisa, kamu sudah bangun.." tanya seorang pria yang tak lain adalah....
~Bersambung~
.
.
.
Kangen ngak? Kangen ngak? Kangen ngak? Kangen dong masa ngak?...
Sorry yah baru Up..