My Love Story With My Teacher

My Love Story With My Teacher
Four ~Perjodohan?Nikah?~


"Dia tuh siapanya, bapak sih." tanya Lisa penasaran akan jawaban dari pak Aska.


"Dia mantan saya." ucap pak Aska


"Owh, gue kirain mantan istrinya pak Aska."


"Owh, mantan rupa." ucap Lisa sambil mengangguk kan kepalanya.


"Ohiya, saya bisa minta tolong sama kamu Lisa?" ucap pak Aska.


"Minta tolong?" tanya Lisa lagi,


"Iya. tapi mendingan kita bicarakan ini di mobil saya aja, gimana?" ucap Pak Aksa dengan menarik pergelangan tangan Lisa untuk ikut bersamanya menuju parkiran.


Sedangkan Kay, jangan tanyakan karena Kay memilih pulang dari pada mengikuti mereka.


"Aduh pak, jangan dipegang tangan saya entar kalo gue baper gimana, emang bapak mau tanggung jawab?"


"Masuk." ucap pak Aska yang sudah berada di parkiran mobil.


"Ehh, Iya pak." jawab Lisa sambil masuk kedalam mobil Pak Aska.


"Pak?" Panggil Lisa


"Ngk ush panggil saya bapak, berasa saya udah tua aja." ucap pak Aska terkekeh.


"Lah bapak kan udh tua, terus bapaknya guru nya Lisa jadi wajar dong, Lisa manggil dengan sebutan bapak." jelas Lisa


"Mulai sekarang, kamu ngk usah manggil saya bapak kalau berada di luar sekolah." ucap pak Aska


"Terus, Lisa manggil apa dong? Om, paman ,bibi atau.." sebelum sempat Lisa melanjutkan kalimatnya, sudah terlebih dlu dipotong oleh pak Aska.


"Mas aja." ucap pak Aska dengan wajah yang menyebalkan menurut Lisa.


"Ish, ngk boleh gitu pak." ucap Lisa.


"Kamu milihnya mas atau sayang." ucap pak Aska menyeringai.


"A-duh, kok jadi gini yah." lirih Lisa sambil melemas.


"Mas aja deh." putus Lisa pasrah akan pilihannya


"Mas aja, yah kali gue manggil pak Aska dengan sebutan sayang."


"Oke, Ohiya ada yang harus saya omongin sama kamu." ucap pak Aska sambil menatap Lisa serius.


"ngomong aja bap-mas, dari tadi kan mas ngomong sama Lisa." ucap Lisa sambil melihat mimik wajah beruba menjadi serius.


"Kamu mau nikah sama saya?" ucap pak Aska spontan.


"Ee--hh, M-aas ngk lagi sakit kan?" tanya Lisa terbata-bata atas ucapan Pak Aska.


"Saya ngk lagi sakit, saya sehat kok." ucap pak Aska sambil terus menatap wajah Lisa.


"Maaf pak, saya ngk bisa. Karena pernikahan itu bukan sebuah permainan atau lelucon saja pak." jelas Lisa dengan meninggikan suaranya.


"Iya saya tau, oleh karena itu saya ingin kamu menjadi istri saya." ucap pak Aska dengan memegang kedua tangan Lisa.


"Tetap saja pak. saya ngk bisa karena saya ingin menikah sekali dalam hidup saya dan itu pun dengan orang yang saja cintai nanti." jelas Lisa yang seketika itu membuat pak Aska terdiam beberapa menit.


"Kalau begitu, belajarlah mencintai saya." ucap pak Aska dengan wajah datarnya.


"Huft.. memangnya knpa harus saya yang bapak ngajak nikah? bukannya banyak wanita diluar sana yang lebih cantik dari saya?" tanya Lisa.


"Memang banyak wanita diluar sana yang lebih cantik dari kamu Lisa, tapi entah kenapa di antara mereka semua hanya kamu yang saya pilih."


"Kamu beda dengan yang lain, jadi bisa kah kamu menikah dengan saya?" tanya pak Aska melemas.


"Alasan macam apa itu? ngk masuk akal."


"Berikan saya waktu pak." final Lisa


"Oke, saya akan memberikan waktu untuk kamu berpikir Lisa." ucap pak Aska sambil mulai menjalankan mobilnya karna sedari tadi mereka hanya berbicara.


****


Setelah mengantarkan Lisa pulang kini Aska duduk di balkon kamarnya sambil memikirkan apa yang terjadi di mobil tadi.


"Ada apa denganku? kenapa tiba-tiba aku mengajak nikah muridku?" Guman Aska


"Apakah aku mulai menyukainya? tapi tidak mungkin aku secepat ini menyukai seseorang." ucap Aska frustasi sambil mengajak-ajak rambutnya.


****


"Apa apa dengan pak Aska? kenapa tiba-tiba dia mengajak aku menikah dengannya?" tanya Lisa sedang duduk di atas kasur kamarnya.


"Apakah pak Aska tadi hanya bercanda? tapi dari cara bicaranya terlihat kalo pak Aska ngk lagi becanda?"


"Aduhh, apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus menerima tau menolak?" gimana Lisa frustasi.


****


"Aska," panggil melinda mamanya Aska.


"Iya mah?" jawab Aska yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Sudah setahun loh Aska, bukannya kamu berjanji bakal menikah secepatnya." ucap Brian selaku papanya Aska.


"Maaf pah, nanti aja yah Aska kenalin sama mama dan papa." ucap Aska.


"Sudah cukup Aska, Kami ini sudah tua enggk lama lagi bakal mati. Memangnya kamu ngk kasihan sama mama dan papa? hah. Kebahagian kami sebelum kita mati adalah melihat kamu menikah Aska." bentak Brian tepat dihadapan Aska.


"Jangan ngomong gitu pah." lirih Aska


"Karna kamu tak bisa mencari menantu untuk kami, maka kamu akan papa jodohkan dengan teman bisnis papa." jelas Brian


"Ngk bisa yah." ucap pak Aska sambil memohon kepada Brian.


"Sudah, saya tak ingin mendengar penolakan dari anda." Ucap brian berlalu meninggalkan Aska dan Melinda.


"Mah?" panggil Aska dengan memegang tangan sang mama.


"Turutilah permintaan papamu nak." ucap Melinda dengan memegang pipi Aska dan sesekali mengelus kepala Aska.


"Tapi mah, Aska ngk mau dijodohin mah." ucap Aska


"Kali ini aja Aska, kamu turutin permintaan kami." ucap Melinda melemas,


"Baiklah Aska bakal nikah sama pilihan ayah." Final Aska dan seketika itu membuat melinda tersenyum hangat terhadap anaknya.


****


"Ngk mau, Lisa ngk mau di jodohin." teriak Lisa dengan tangisan yang sudah pecah.


"Maaf nak, tapi kamu sudah kami jodohkan dengan teman bisnis papa kamu nak." ucap Varhan papanya Lisa.


"Hiks...Tapi kenapa Lisa harus dijodohkan pah, Lisakan bisa jaga diri Lisa sendri." ucapan Lisa sambil terus menangis.


"Kami tak bisa selalu bersamamu nak, ada saatnya kami akan pergi meninggalkan kamu dan dunia ini, oleh karna itu kami ingin melihatmu bisa menikah dan mempunyai seseorang yang bisa menjaga kamu disaat kamu sudah tiada nak." jelas Melinda dengan menahan tangisannya agar tak menangis.


"Hiks..hiks.. Tapi mah, Lisa ngk mau mama dan papa pergi ninggalin Lisa." ucap Lisa


"Kita tak bisa berjanji nak, bisa saja hari atau besok kami tiada." ucap Varhan.


"Oleh karna itu, kabulkanlah permintaan terakhir kita Lisa." sambung Varhan dengan mengelus rambut panjang Lisa.


"Oke, Lisa bakal menikah." Final Lisa sehingga membuat Kedua orang tua Lisa tersenyum dan memelukanya.


"Terimakasih nak." ucap Varhan dan melinda .


****


"Aduh, Lisa kemana sih? dari tadi telepon ngk di angkat angkat sama dia." kesal Kay yang sedang berjalan-jalan ditanam.


"Aish,, tu anak baik-baik aja kan?" tanya Kay kesal dan tak sengaja Kay melihat sebuah kaleng dan menendangnya dan alhasil...


Brukk...


"Siapa yang nendang kaleng bekas ini hah." teriak seseorang yang sedang duduk ditanam itu.


"Aduh, mampus gue. Malah kena orang lagi."


"Mendingan gue kabur aja." ucap Kay hendak berlari tapi lebih dlu dicekal oleh orang itu.


"Mau kemana?" tanya orang itu dengan membalikan badan Kay.


Dan orang itu adalah....


~Bersambung~


Maaf gaje. Jangan lupa Like and komen yah. Buat kalian yang suka sama CB aku, makasih banget yah🥰Saranghae...