My Annoying CEO

My Annoying CEO
Kamu lagi


Beberapa hari ini Chika merasa sangat risih dengan tatapan sinis saat berada di kampus.


"Ris,kenapa ya,apa ada yang aneh denganku?kenapa semua mata di jurusan melihatku?" Chika masih berfikir.


"ah, apa kamu tidak tahu? karena kamu dan Dion sering belajar bersama semua mahasiswi menjadi kesal dan cemburu" ucap Risma.


"apa?" Chika terkejut.


"ia,Dion itu idola di kampus" lanjut Selvi.


"ohh, aku nggak tahu,tapi Dion kan cuma bantuin buat kerja tugas" ucap Chika.


"ya sudah,kalau kalian pacaran pun malah bagus dong,kita bisa triple date" ucap Risma.


Chika hanya nyengir.


"Chika,hari ini kita ke tokoh buku ya" ucap Dion yang tiba tiba muncul.


"boleh,dimana?" tanya Chika.


"di Gu Media aja,disana bukunya lengkap" ucap Dion.


"boleh,kemarin saya sempat kerja di sana semoga kita bisa dapat diskon" ujar Chika.


***


Sore harinya Dion dan Chika sudah berkeliling di toko


" Chika,coba lihat ini "winter in summer" karya baru Snow Prince sudah bakal terbit" ujar Dion.


Chika berlari sambil berbinar binar melihat poster itu.


"wahh sang master akhirnya kembali" ucap Chika terharu.


"kamu juga suka?" tanya Dion.


"suka banget,dia adalah cinta


pertamaku,karyanya tentang midnight love, 4musimmencari,rindu sudah jauh, bahkan novel novel fantasinya semua sudah aku baca" jelas Chika.


"sama Chik, aku juga adalah penggemar beratnya,semoga suatu saat nanti dia bisa mengadakan beda buku" ucap Dion.


Chika pun mengangguk setuju


"Chika, apa yang kamu lakukan disini?" tanya sang manager.


"manager, saya sedang mencari buku" ucap Chika tersenyum.


"sudah lamah ya, aku bisa memberikanmu bonus tetapi saya perlu bantuanmu" ucap sang manager.


"wah makasih banyak mbak, apa itu?" Chika dan Dion penasaran.


"direktur hari ini akan berkunjung, ruangannya sudah dibersihkan kemarin,tetapi saya ingin kamu bisa mengeceknya lagi" ucap sang manager.


"baik manager,saya akan membersihkannya sekarang" ucap Chika.


"aku bantu ya" Dion ikut dengan Chika.


Mereka segera membersihkan ruangan direktur.


"terimakasih Chika, sebagain bonus saya memberikan kalian buku apa saja gratis" ucap sang manager.


Chika dan Dion saling bertatapan senang.


Mereka segera menuju rak buku dan mengambil buku yang mereka butuhkan.


Sebuah mobil sedan mewah sudah berhenti di depan toko, Al Diavandra turun dan masuk ke dalam toko.


"selamat datang direktur" ucap sang manager yang telah menyambutnya.


Al hanya berlalu dan mulai berjalan mengitari toko.


"aduh" Chika merasa telah menabrak sesuatu.


Ia segera berbalik.


Al sudah menatapnya.


"kenapa kamu juga ada disini?" ucap Al sambil berkacak pinggang.


"ini kan toko, tidak ada yang melarang" ucap Chika cuek.


"ah tuan, maaf Chika adalah pegawai magang yang dulu saya rekomendasikan untuk direktur" ucap sang manager.


Chika terbelalak.


Bagaimana bisa tempat ini adalah miliknya juga.


"oh, jadi dia bekerja disini?" ucap Al sambil menatap Chika.


Chika menunduk.


"sepertinya, kamu memang hanya beruntung jika itu adalah tempatku" ucap Al tersenyum kecut.


Chika masih menunduk malu.


"manager,lain kali pasang pengumuman di luar,bahwa dia di larang masuk ke sini" ucap Al.


Chika menatap Al kesal.


"Chika, ayo pulang,materinya sudah lengkap" ucap Dion yang muncul tiba tiba.


Chika segera menghela nafas kemudian berlalu.


Al menatap kepergian Chika dengan kesal.


Mengapa dunia serasa kecil,harus kembali bertemu kesialan.


***


Chika membersihkan meja cafe sambil sesekali mendengus kesal.


Masih terngiang dalam benaknya


"Chika,apa apaan ini? Bapak nugasin kalian buat novel bergenre romance,kenapa yang kamu buat adalah cerita tentang ikan?" ucap pak Bintoro melotot.


Chika menunduk malu.


"ma... maaf pak,saya hanya berfikir ikan juga punya cerita romantis dengan pasangannya" ucap Chika.


"apa kamu sudah mengintai kehidupan ikan?" pak Bintoro kembali menurunkan kacatamanya di ujung hidung sambil menatap Chika.


"atau kamu memang tidak pernah pacaran ya?" lanjut pak Bintoro


"ah maaf pak,saya akan mengulanginya" ucap Chika memelas.


"Sebaiknya kamu mulai ubah penampilan dan dapatkan pacar,itu bisa mendukung karya mu," ucap pak Bintoro menghela nafas.


"ihh liat saja,aku bakal dapat pacar yang sempurna" gumam Chika.


"kamu kenapa Chika?" tanya Sirly.


"mmm nggak mbak,saya hanya kepikiran tugas kampus" ucap Chika.


Sirly hanya tersenyum sambil membelai kepala Chika.


"malam ini,sepupu mbak dan anaknya akan makan disini,kamu layani dengan baik" ucap Sirly.


Chika mengangguk.