My Annoying CEO

My Annoying CEO
pulau Nirwana


Chika langsung bisa akrab dengan Adit.


Mereka segera menuju pantai tempat pemotretan.


"wah kamu keren" ucap Chika kepada Adit.


"benar?" tanya Adit.


"mmmm" ucap Chika sambil memberi jempol.


Berada di pantai membuat Al kembali merasa tidak enak, bayangan saat tenggelam kembali menghantuinya.


"saya pulang duluan,kalian selesaikan kerjaan kalian" ucap Al.


Semua membungkuk.


Adit masih melakukan beberapa kali shoot poto untuk iklan hotel.


"kamu kok mau jadi cleaning servise Chik?" tanya David.


"hehe emangnya kenapa kak, gajinya banyak lo" ucap Chika.


"emang kamu butuh berapa sih?" Adit datang menimpali.


Sementara Chika menyodorkan airminum.


"aku butuh buat beli buku dan lain lain la, lagian aku nggak mau repotin ibu ayah" ucap Chika.


David hanya tersenyum.


"kamu kuliah?" tanya Adit.


"ia,aku kuliah di EA" jawab Chika.


"wahh hebat,gimana kalau kamu jadi asisten aku saja?" tanya Adit.


"nggak mau,nanti aku bisa di serbu fans kamu" Chika meledek.


"ayo pulang,sudah malam" ucap David.


Sementara di dalam kamar.


Al terbangun,sakit kepalahnya semakin menjadi.


Ia segera berjalan jalan.


Tiba tiba ia melewati kamar Chika.


Jiwa kerapiannya merontah melihat kamar yang berantakan.


Ia segera masuk dan merapikannya.


Saat selesai,ia membuka catatan Chika.


"hmm anak ini betul betul payah" ucapnya.


Tiba tiba Chika menyambar catatan di tangan Al.


"balikin!" ucap Chika.


Al hanya berkacak pinggang.


"ngapain tuan besar disini?" tanya Chika.


"kamu! Apa kamu perempuan,bagaimana bisa disini berantakan" ucap Al sinis.


"ngapain anda buka catatan saya?" tanya Chika lagi.


Al hanya menggeleng tersenyum sinis sambil menuding kening Chika.


Al segera keluar,


Chika hanya tertegun.


"dasar orang aneh" gumamnya.


Chika kembali membereskan bukunya.


"Chika, kemari!" teriak Al.


Chika segera berlari keluar


Ia mendapati Al sedang berbaring dengan wajah pucat.


"ada apa tuan?" ucap Chika.


"air minum" ucap Al.


Chika segera meraih air minum dan memberikannya pada Al.


"anda sakit?" tanya Chika panik.


"mungkin asam lambung saya naik" ucap Al sambil menekan kepalanya.


"saya akan panggil kak David" ucap Chika sambil bergegas.


David dan Chika kembali masuk ke dalam kamar.


"tuan, ada apa?" tanya David panik dengan wajah pucat Al.


"saya panggilkan dokter?" tanya Chika.


"jangan" David menahannya.


"Chika,kamu bisa buat sup ikan seperti hari waktu di kapal?" tanya David.


Chika mengagguk.


"cepat masak dan bawa kesini dengan bubur" ucap David.


Chika segera berlari sambil bertanya tanya.


"tuan,obat anda mana?" tanya David


Al menggeleng.


"saya lupa,obatnya sudah habis" ucap Al.


David menekan kepalanya.


Bagaimana ia bisa lupa untuk menyiapkan obat.


Beberapa lama kemudian,Chika masuk membawa nampan berisi sup dan bubur.


"kak David,ini buburnya" ucap Chika.


"baik Chika" David meraih nampan


Chika dengan spontan mencoba membantu Al duduk.


David tersentak.


"tuan" ucap David menatap Al.


Al yang sudah duduk heran.


"Chika,bisa ambilkan air minum" ucap David.


Chika mengangguk lalu kembali pergi.


"ada apa David?" tanya Al.


"apa tubuh anda tadi tidak bereaksi saat Chika membantu anda duduk?" tanya David.


Al terbatuk.


" sepetinya begitu" ucap Al.


"tuan... ini sebuah keajaiban bukan?" tanya David berbinar binar.


Al pun ikut terkejut.


"benar juga David, dalam kondisi tertentu saya tidak merasakan reaksi saat saya dekat dengannya" ucap Al mengingat kembali kejadian di kapal, saat ia tiba tiba mengangkat tubuh Chika saat takut debu dan saat Chika oleng.


"apa yang anda fikirkan tuan?" tanya David melihat Al tertegun.


"ahh tidak,saya ingat waktu di kapal,saya pun pernah membawanya ke tempat tidur saat kapal oleng" ucap Al.


David tertawa terbahak bahak.


"benarkah? pantas dia mengatakan anda ca***" ucap David.


Al menjadi kesal


"oh ia,tuan makan dulu" ucap David.


Al meraih nampan dan mulai makan.


Benar saja,sup itu seperti punya keajaiban saat masuk ke dalam mulit Al yang sensitif.


David sangat senang, setelah sekian lamah,akhirnya tuan Al bisa makan sebanyak itu.


Chika kembali masuk,


"ini air minumnya kak" ucap Chika.


"Chika,tugas kamu adalah menjaga tuan muda,jika sampai ada apa apa kamu yang bertanggung jawab" ucap David sambil berdiri.


"apa? kak David mau kemana?" tanya Chika terkejut.


"saya masih ada urusan,tuan saya permisi" ucap David sambil mengedipkan mata.


Al hanya tersenyum kecut


apa maksud kedipanmu itu?


David berlalu, Chika masih berdiri di depan Al.


"ngapai bengong disitu?" tanya Al.


"saya harus menjaga anda bukan?" tanya Chika.


"kamu tidur di sofa, saya akan panggil jika saya butuh sesuatu" ucap Al.


Chika mengangguk dan menuju sofa.


Malam sudah larut,Chika pun sudah terlelap.


Al kembali di bayangi mimpi buruk tentang sang ibu.


Ia menjadi gelisah dan mengingau.


"ibu,tolong aku ibu" Al masih mengigau.


Chika menggeliat,dan membuka mata mendengar suara Al.


"apa dia mimpi buruk?" gumam Chika sambil menuju tempat Al.


"tuan,tuan anda baik baik saja?" Chika mengguncang tubuh Al.


Al membuka mata dan bangun sambil meraih tubuh Chika dan memeluknya.


Chika sangat terkejut sambil membelalakan mata.


Beberapa lama posisi seperti itu.


Entah mengapa hati Al perlahan menjadi tenang.


saat tersadar ia melihat Chika dan mendorongnya.


"auhh,apa anda gila?" maki Chika.


Al purapura tidak tahu.


"ahh apa anda mimpi buruk?" tanya Chika.


"mmm sepertinya begitu," ucap Al.


"mungkin anda kelelahan,bagaimana kalau kita bermain" ajak Chika.


"emang aku anak kecil?" tanya Al tersenyum kecut.


"ih siapa juga yang bilang, atau kita jalan jalan dulu?" ucap Chika.


Al berfikir mungkin menghirup udara malam bisa membuatnya tenang,lagipula kantuknya sudah hilang,ia mengangguk.


"Chika segera berlari mengambil jaket,sedangkan Al meraih kaos tangan tipis dan masker.


"hahaha,apa anda ingin ke ruang operasi?" Chika cekikian melihat Al.


"apa kamu tidak tahu,betapa banyak bakteri di liar sana?" ucap Al kesal.


Sepertinya dia memang terobsesi dengan kebersihan.


Mereka kemudian menuju teras hotel.


"ahh udara malam sangat dingin" ucap Chika.


Al tak menjawab.


Ia hanya memandang ke depan sambil menatao laut gelap.


"apa kamu merasa saya aneh?" tanya Al tiba tiba.


Chika tersentak.


" aneh?" Chika mengulang pertanyaan.


"ia,apa kamu juga berfikir saya orang aneh?" tanya Al sambil menatap Chika.


"mmm nggak,bukan aneh tapi hanya seseorang yang sangat terobsesi dengan kebersihan" ucap Chika.


Al menatapnya lekat.


Chika menjadi keki dan membalikkan badan.


Al pun kembali menatap ke depan.


Hawa dingin mulai merasuk ke dalam tubuhnya yang hanya mengenakan piyama


"pakai ini dan kita kembali ke kamar" ucap Chika sambil memakaikan jaket pada Al.


Al berbalik.


Anak aneh.


Akhirnya mereka kembali ke kamari.


***


Chika menggeliat,ia membuka mata dan heran melihat Al sudah ada di dekatnta berdiri.


"apa kamu kerbau,tidur sampai airliurmu sudah menggenangi sofa?" ucap Al berkacak pinggang.


Chika segera duduk sambil membersikan bibirnya.


"hahaha,ayo hari ini saya masih punya agenda penting" ucap Al.


Chika sangat kesal,ia kembali ke kamarnya,


"cepat!" teriak Al.


Chika yang kembali ingin tidur di kamar harus buru buru membasu wajah,sikat gigi dan berpakaian.


Chika keluar, David dan Adit sudah menunggu.


"pagi Chika,ayo pergi bermain bananaboat" ajak Adit.


"apa kalian berdua hanya tahu bermain?" ucap Al kesal.


"tapi kak, hari ini saya juga ingin liburan" ucap Adit.


"kalian tidak bisa pergi,pulau ini sangat ramai pengunjung,jika Adit sampai ketahuan?" ucap David.


Chika mengangguk tanda paham.


"ahh jadi hari ini mau buat apa?" tanya Adit.


"hari ini investor untuk pengembangan hotel akan bertemu dengan tuan Al dan Adit,jadi kita harus menyapa mereka" ucap David.


"Jadi Cintya akan datang kak?" ucap Adit.


"ia, kamu tahu sendiri kan pertunangan mereka akan segera di laksanakan" ucap David mengedipkan mata.


Chika yang memasang kuping lebar-lebar masih belum mengerti.


"ini adalah bisnis, jika itu menguntungkan kenapa tidak?" ucap Al cuek.


"benar juga tu, lagipula siapa yang tidak tertarik dengan kakak,tajir,ganteng,pintar ahh sempurna de" puji Adit.


"apanya yang sempurna,manusia sekeras batu ini?" ucap Chika merasa lucu.


"maksud kamu apa?" Al mengangkat alis.


"hahaha dia memang cuek Chik,tapi coba lihat visualnya,apa kamu tidak tertarik?" tanya Adit.


"ha dia? bahkan jika hanya dia satu satunya lelaki yang tersisa di dunia,aku lebih baik bunuh diri" ucap Chika.


"kamu? Apa kamu fikir ada yang menyukaimu? Lihat dirimu dari ujung sampai ke ujung tidak ada yang menarik" Al membalas lebih kesal.


"apa? Ha selera kamu memang payah,aku dilihat dari sudut manapun tetap imut, tidak seperti anda pria tua yang angkuh" balas Chika sambil membalikkan badan kesal.


"sudah...sudah ayo bersiap siap," David mencoba melerai perang mulut antara keduanya.


Aditpun hanya terpingkal pingkal.


Baru kali ini Al benar benar menjadi manusia normal.