
"kamu istirahat di sini dan ganti pakaianmu" ucapnya sambil tersenyum.
Chika mengangguk,menatap laki laki itu layaknya memandang idola.
"trimakasih anda adalah penyelamat saya" ucap Chika tersenyum.
"sepertinya aura keberuntungsn boss saya sedan bekerja kepada mu" ucapnya lagi.
"apa ada orang seperti itu?" chika terheran heran.
Ohh betapa beruntungnya orang dengan keberuntungan di sekelilingnya.
"ada, itu boss saya, " laki laki tadi meninggalkannya.
Chika segera mengganti pakaiannya.
Perutnya mulai lapar.
Ia berjalan jalan di atas kapal yang sudah berlayar.
Ia menemukan sebuah lantai yang samgat mewah dan bersih.
Ia menggores dengan jarinya.
Betul betul tidak ada debuh sedikitpun.
Ia melangkahkan kakinya untuk melihat lihat.
"ahhh tolong" sebuah teriakan terdengar.
Chika segera berlari ke sumber suara.
"ahhhhh" Chika berteriak saat melihat seseorang tanpah sehelai pakaian di kamar mandi.
Ia menuntup wajahnya yang memerah.
Entah kesialan apa yang akan ia alami kedepan,mungkin saja kapal itu akan tenggelam.
Matanya yang masih perawan harus ternodai dengan apa yang ada di depannya.
"siapa kamu?" pria tinggi itu berbicara sambil meraih handuk.
"kamu kan berteriak minta tolong, dasar cab**" chika menunjuk dengan telunjuknya.
"tolong,a... ada debu di atas lemari itu" pria itu tersadar dan lari ke belakang Chika.
"apa? Kamu berteriak karena debu" Chika membalikkan badan. Pria tadi sedang berdiri ketakutan dan seperti sakit kepala.
Chika meraih spons dan mencoba memanjat.
"aku nggak sampai" ucap Chika masih berusaha.
Sang pria segera mengangkat tubuh kecil Chika.
Dengan sigap Chika membersihkannya dan membuang spons ke laut lewat jendela kecil.
"turunkan aku" ucap Chika. Sementara pria itu masih menahan mual.
Pria itu menurunkan badan Chika dan menarik tangannya kemudian mencuci tangan Chika.
Chika terkejut,bagaimana bisa ada orang aneh seperti itu?
Apa dia siluman seperti dalam novel yang sering ia baca?
Chika mundur kebelakang.
Berniat untuk lari.
"trimakasih" ucap laki laki itu.
Chika berbalik dan hendak pergi.
"tapi, siapa kamu?" ucap pria tampan itu mulai curiga.
Chika kembali berbalik menatapnya,
Tubuh tinggi,putih bersih itu,wajah yang sangat maskulin.
Dia benar benar siluman.
"saya menumpang ke kota long" ucap Chika.
Chika segera berlari keluar.
Ia menaiki lantai paling atas.
"ahhh dia siluman" gumamnya.
"kamu ngapain?" pria yang menolongnya tadi muncul lagi.
"ahh kamu lapar? ayo ke dapur" ia segera melangkah masuk.
"nama tuan siapa?" tanya Chika dari belakang.
"panggil saya kak David ya,kamu siapa?" tanya David menoleh.
"saya Chika kak David,sekali lagi terimakasih" ucap Chika.
Mereka sampai di dapur kapal.
"kamu mau makan apa?" tanya David.
Chika melihat menu di depannya.
"kak,apa saya bisa masak sendiri? Saya tidak terbiasa dengan makanan ini" ucap Chika malu malu.
David menngangguk. Chika segera berlari ke dapur dan langsung berkenalan dengan beberap juru masak.
David melihat Chika sambil tersenyum. Gadis yang sangat ceria dan energik, cepat berinteraksi dengan orang.
Di dapur Chika mulai menunjukkan ke ahliannya dalam memasak.
Sebuah masakan sederhana ala kampung ikan, sup ikan asam manis.
Chika sudah selesai, ia meletakkan makanan itu di atas meja dan berlari mengambil kerupuk di kopernya.
***
Al masuk kedalam ruang makan.
David melihatnya segera memberi kode kepada kepala juru masak untuk membersihkan dapur.
"ada apa bos?" tanya David.
"gue lapar" ucap Al.
"mau makan apa boss?" tanya David.
Tiba tiba Al mencium aroma lezat dari atas meja.
"apa ini?" Al menunjuk ke sup buatan Chika.
"ahh itu...--" David mengentikan perkataannya.
"itu masakan khas pulau ikan" ucap kepala koki.
"aku mau ini" ucap Al segera duduk.
Mata David dan juru masak saling beradu.
"kenapa masih berdiri,aku bilang aku mau makan!" teriak Al.
David segera menyiapkan makanan.
Benar saja Al segera menyantap habis sup itu.
David menelan ludah,bagaimana jika ia tahu itu buatan Chika?
David segera mengambil sebuah Roti dan beranjak dari sana.
"Chika," ucap David bertemu dengan Chika di tangga.
"ada apa kak David?" ucap Chika.
"Chika,saya minta maaf masakan kamu tumpah, kamu bisa makan roti ini dulu" ucap David berbohong.
"ohh tidak apa apa, terimakasih rotinya" ucap Chika tersenyum.
"ayo kita keluar melihat pemandangan" ajak David sambil bernafas legah.
"kamu kuliah dimana?" tanya David saat mereka ada di ujung kapal.
"di EA collage kak, kebetulan aku dapat beasiswa" ucap Chika sambil menyantap Roti.
"oh ya,jurusan apa?" tanya David lagi.
"sastra kak" ucap Chika.
"jadi kamu akan masuk asrama?"
"nggak kak, aku punya sepupu di kota Long, aku bisa tinggal disana dan mencari
pekerjaan" ucap Chika bersemangat.
Al berada di deck atas kapal, ia kemudian melihat kebawa dan melihat David sedang berbicara dengan gadia aneh yang sedang menyandarkan badan di pagar kapal.