
Fakta lainnya,
Tuan muda Al Daviandra hanya bisa tertidur dalam keadaan tanpa pakaian.
Secara refleks ia akan mengeluarkan semua kain yang menutupinya ketika tertidur.
Atau sepanjang malam ia akan terjaga oleh mimpi buruk yang sudah menderah ingatannya beberapa tahun ini.
******
Penampakan musim dingin 4 dimensi itu akan dengan otomatis membuat ruangan gelap, dan saat jam bangun untuk tuan muda visual itu akan berhenti dan lampu menyala.
Seperti alarm pagi.
Kamar masih gelap.
Chika mulai menggeliat karena sofa kecil yang sempit seukuran tubuhnya.
Terendus bau disinfektan,
Chika kembali memegang kepalanya yang masih berat,
Namun kegelapan ruangan masih membuatnya seperti tak sadar.
Ceklek...
Lampu otomatis menyala.
Dan apa yang pertama Chika dapati adalah langit langit yang asing baginya,
Warna cat dinding yang dominan abu gelap,dan kamar yang begitu luas.
Chika kembali memukul kecil lebih tepatnya mengguncangkannya,mencoba memahami semua ini, seirama gerakan kepala yang menghadap ke samping kanannya,
Dan apa yang di tangkap oleh mata standarnya?
Sebuah maha karya, tubuh tinggi yang terlentang, tanpah sehelai benang, otot yang sangat padat,kulit putih mulus, hidung yang menjuntai bagaikan puncak everest,
Sedetik kemudian,
"ahhhhHh...."
Chika menutup mata sambil berteriak yang frekuensinya bisa terdengar dengan radius beberapa puluh meteR.
Detik berikutnya,
Al refleks membuka kedua matanya, menoleh ke samping kirinya,
"ahhhhg...."
Al menutup sesuatu di antara pusar dan pahanya.
Sedetik kemudian saat suara di sampingnya masih menggelegar ia meraih baju mandi di sampingnya.
"kamu!"
Bentakan Al membuat Chika membuka mata dan menurunkan kedua tangannya.
Spontan ia berdiri.
"aku tarik semua ucapanku bahwa kamu bukan pria aneh, nyatanya kamu... kamu adalah makhluk ter aneh di dunia,"
bugg...
Al masih terperanjak.
Saat sebuah bantal mendarat di kepalanya,
Prakk...
Chika sudah membanting pintu kamar,
dan berlari turun.
"sial...sial...sial..." Chika masih berlari sambil merutuki dirinya.
"ibukk...."
Entah kesialan apalagi yang akan terjadi,
Bahkan saat pertama membuka matanya, ia harus di suguhkan dengan pemandangan yang bisa membuat seluruh harinya akan hancur.
Dengan mudah Chika membuka pintu utama,berlari keluar.
"sial,tinggi banget," Chika memandang pagar tinggi di hadapannya.
"yosh..." Chika tak tanggung tanggung memanjatnya,
"ahhh..." saat melompat keluar,
Tangan kanannya tergores oleh besi.
"auhh,..." kakinya seperti remuk saat berhasil mendarat.
Namun, yang harus ia lakukan sekarang adalah berlari jauh dari tempat terkutuk ini.
Sementara di dalam kamar.
"halo,David kemari secepatnya, ada tikus liar yang melarikan diri!"
Tut...tut...tut...
"arghhh..." Al mengacak acak rambutnya lalu duduk.
"tidak...ini tidak boleh terjadi, dia benar benar kesialan,aku mengaku bodoh menolongnya semalam,"
Prang...
Handphone di tangannya sudah mendarat di dinding dan kini hancur tak berbentuk.
Chika masih terus berlari,
"ahh,nggak ada taxi lagi," Chika memandang sekeliling,
Ini jalanan yang sepi,
Bahkan banyak pohon yang rindang,
"ini seperti Villa,"
Chika mengatur nafasnya, bahkan jantungnya seolah lepas dari tempatnya.
Sebuah pick up melaju dari arah bersamaan,
"bang!" Chika memajukan tangannya sambil mengacungkan jempol.
"apaan neng?" tanya sang sopir.
"numpang ke kota yang bang," Chika memelas dengan wajah di tekut.
" boleh,di belakang," ucap sang kernet.
"makasih....ba..." Chika berhenti.
Mbek...mbek...
Mobil melaju.
Chika menunduk sambil menutup wajah.
Beberapa kambing terkadang menyenggolnya saat sopir berbelok.
"benar benar kesialan yang hakiki,"
Wajah datar Chika terpampang.
***
"maaf yang neng," mobil kembali melaju.
Chika berdiri di depan cafe.
Sambil mencium bau kambing di sekujur tubuhnya.
Chika berjalan masuk ke dalam cafe yang masih tutup.
Terus masuk kedalam kamar membanting pintu.
"huufff...."
Chika mendengus kesal.
Ia akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.
***
"lamah banget!" Al sudah menggerutu kesal di depan rumahnya sambil menenteng tas milik Chika yang tertinggal.
"maaf tuan," David berlari membuka pintu mobil.
"ke Garden Space," Al membanting pintu mobil dengar keras.
"tuan,anda berhutang penjelasan," ucap David sambil menjalankan mesin mobil.
"dia melihat--," Kata kata Al seperti tercekak dalam leher.
"apa?" David masih tak mengerti.
"gadi tengik itu melihat kebiasaan tidur gue, kamu tahu artinya?"
David terkejut.
"jadi?" hanya kata kata itu yang mewakili isi hati seorang David.
" kamu tahu jika rumor itu tersebar?
Ketampanan,kepintaran dan kekayaan Al Daviandra akan hancur! Bereskan itu!" Al mengepalkan tangannya kuat kuat.
Sementara David yang melihat aura kegelapan dari tuan mudanya menjadi ciut seketika.
Namun beberapa pertanyaan yang masih berkecamuk.
Bagaimana bisa Chika melihat keadaan tuan mudanya?
Dengan cepat mobil sport itu terparkir di halaman cafe.
Al dan David segera masuk ke dalam.
***