
Tuan Al sedang duduk di meja meja makan.
"tuan, kokinya sudah sampai" ucap David yang datang bersama koki kapal.
"aku mau sup ikan yang dulu" ucap Al.
Sang koki dan David terkejut,dan saling bertatap mata.
"maaf tuan, itu bukan masakan saya, itu adalah buatan gadis kecil yang hari ini menumpang di kapal" ucap sang koki menunduk takut.
"apa?" Al menggertak.
Jadi sup yang ia makan hari itu, buatan gadis songong itu?
Bagaimana bisa masakan yang tidak higenis itu tidak membuatnya sakit perut.
Sementara sang koki sudah gemetar, entah apa yang akan terjadi kepadamya.
"pergi kamu!" ucap Al kesal.
Sang koki membungkukkan badan dan bergegas pergi.
"tuan, apa saya akan mencarinya?" tanya David.
"apa kamu gila? Membiarkan racun masuk kedalam tubuku?" Al memandang lekat wajah David.
David hanya tersenyum.
" segera cari cleaning servis baru,aku tidak pias dengan yang kemarin" perintah Al.
David menggelengkan kepala.
Sudah sekitar 20 kali ia harus mengganti cleaning servise dalam 6 bulan ini.
Al segera bergegas ke kamarnya, sementara David pamit pulang.
Di dalam kamar mewahnya, ia menyalahkan sebuah palnetarium yang bisa membuat visualisasi 4 musim, kali ini ia memilih musim dingin.
"kamu dimana gadis kecil?" Al segera berbaring.
Ia kembali membayangkan masa kecilnya saat di selamatkan oleh seorang nelayan dan tinggal beberapa hari di rumah mereka.
Namun sang nelayan yang mendengar bahwa keluarganya mencarinya segera meninggalkan Al di depan kantor polisi.
Ia berfikir jika mereka menemukannya bersama Al,keluarga Al akan menuntutnya dengan tuduhan penculikan.
Al membuyarkan lamunannya.
Entah bagaimana caranya agar ia bisa bertemu kembali dengan mereka.
***
" benar mbak? saya bisa kerja disini?"!tanya Chika senang.
"ia benar,kamu bisa bekerja disini selama libur,kamu bisa menyusun buku dan membersihkan" ucap sang manager Gu media.
Chika girang, akhirnya ia bisa lebih banyak belajar di tempat itu dan membuat karya tulis di masa depan.
Chika segera menyimpan tas dan mulai bekerja.
Hari-hari Chika akhirnya bisa berjalan menemui hambatan yang berarti.
Kali ini sepertinya kesialannya sudah mulai berkurang.
Saat sudah melakukan pekerjaan,Chika juga berkesempatan membaca beberap karangan buku dan belajar.
"Chika, ke ruangan saya" ucap sang manager.
"ada apa mbak?" chika masuk ke dalam ruang kerja managernya.
"Chika, apa yang kamu kerjakan jika pagi? apalagi kantor kita terbuka jam 9?" tanya sang manager.
"tidak ada mbak,saya hanya di kamar" ucap Chika.
"saya ada tawaran pekerjaan untukmu," ucap managernya lagi.
"apa itu mbak?" Chika antusias mengingat pundi pundi uangnya akan bertambah.
"saya sudah melihat kinerjamu, teman saya sedang mencari cleaning servis khusus di ruangan atasannya, ia hanyamau sebelum ia datang ruangannya sudah bersih pagi pagi,dan saya sudah merekomendasikanmu,kamu mau?" tanya managernya.
"mau mbak, jadi saya hanya perlu membersihkan pagi pagi dan datang disini lagi?" tanya Chika.
"ia,saya akan memberikan alamatnya,besok pagi kamu bisa mulai" ucap managernya.
***
Chika terperangah dengan gedung pencakar langit di depannya.
"jadi ini kantor teman manager itu ya?" ucap Chika.
Ia segera menuju reseptionis dan bertanya.
Walaupun masih pagi pagi buta,aktivitas di kantor itu cukup sibuk.
Setelah mendapat ID card dan serangam ia segera di antarkan oleh seorang pegawai ke atas esebuah ruangan di lantai 20.
"ahh jadi ini ruangan seorang CEO ya, kira kira dia seperti apa ya?" Chika bergumam sendiri.
"pak, emangnya kenapa perusahaan segede ini tidak punya cleaning servise?" tanya Chika heran.
"bukan nggak punya dek,tapi CEO orangnya perfectionis banget,dalam bulan ini sudah berapa cleaning service yang di pecat,jadi kamu harus membersihkan sebersih mungkin" ucap sang pegawai.
Chika menelan ludah,
Wah rupanya memang banyak orang seperti pria cab** di kapal dulu.
Ia menggelengkan kepala lalu mulai membersihkan.
Ia memulai dengan membersihkan semua lantai dan merapikan buku.
"ahhh apa lagi ya?" ucap Chika menyeka keringat.
Tiba tiba ia mengingat kejadian saat lelaki di kapal ketakutan dengan debu di atas lemari.
"bagaimana jika boss disini juga takut debu? " Chika segera membersihkan semua debu yang ada di sudut ruangan dan di atas rak buku.
"beres" chika segera menutup pintu dan bergegas ke Gu media.
***
Al masuk kedalam ruangannya, ia menghirup udara,benar benar bersih.
Ia mengecek semua sudut ruangan, tidak ada debu sama sekali.
"ada apa tuan?" tanya David.
"saya puas dengan cleaning servise yang baru" ucap Al.
David menghela nafas lega.
Semoga saja pegawai itu tetap mengerjakan tugasnya dengan baik,agar aku bisa menghemat waktu.
"tuan, perjalanan kita ke pulau nirwana untuk meninjau pembangunan hotel dua hari lagi" ucap David.
Al hanya mengangguk.
"hubungi Adit, dia harus ikut untuk pengiklanan disana" ucap Al.
David mengangguk dan meninggalkan ruangan Al.
***
" selamat malam mbak" ucap seseorang di telfon.
"ia selamat malam,maaf dengan siapa?" tanya Chika.
"saya dari kantor EAgroup,saya ingin memberitahukan kepada mbak,bahwa besok CEO memberi perintah agar anda berkemas dan menuju pulau Nirwana selama 2 hari" ucap nya lagi.
"apa? Ada apa ya pak?" tanya Chika terkejut.
"CEO sangat puas dengan kinerja anda, jadi anda di percaya untuk terlebih dulu menuju hotel dan membersihkan kamar CEO, dan selamah anda disana anda akan mendapat fasilitas kamar dan bonus" ucap sang pegawai.
Chika terbelalak.
Seperti durian Runtuh, sambil kerja liburan dan dapat bonus.
"baik pak,saya akan berkemas" ucap Chika.
"lagian dua hari kedepan adalah akhir pekan,tinggal minta izin sama mbak Sirly"
Chika segera memghubungi Sirly.
***
Chika sudah berada di atas kapal, sayangnya ia tidak bisa berjalan-jalan di atas kapal karena ia harus menulis karangan selamah libur.
Ia tidak punya waktu banyak.
Apalagi sesampai disana ia harus segera berkerja.
Chika kembali terperangah di depan sebuah hotel berbintang 5 di pinggir pantai.
Pemandangan di pulau ini memang sangat mempesona.
"silahkan lewat sini dek, ini adalah kamar CEO" ucap seorang pegawai hote.
"kamar saya nanti dimana mbak?" tanya Chika.
"kamar anda ada di dalam bersama CEO, jika CEO mmbutuhkan anda, bisa segera muncul" ucap sang pegawai.
Chika terkejut, memangnya apa yang akan di lakukan sang boss kepadanya?
Chika membuka pintu kamar private hotel itu.
"wahhhh,di dalam kamar ada kamar?" Chika kembali takjub.
Bahkan ruangan yang langsung mengarah ke laut itu hanya berdindingkan kaca dan seluas hotel hotel di pulaunya.
"di sebelah sana kamar anda" ucap sang pegawai menunjuk sebuah pintu.
Chika berlari membuka pintu kaca itu.
"wauuu" Chika sangat terkejut dengan kemewahan hotel itu.
"trimakasih mbak,saya harus mulai bekerja" ucap Ririn.
Sang pegawai hotel memberikan seragam sebagai pelayan pribadi.
Chika mengenakannya dan menghadap ke cermin.
"seperti apa ya CEO itu? ah mungkin dia hanya kakek kakek yang sudah lanjut dan tidak kuat berdiri" Chika bergumam dengan bayangannya.
Chika menepuk tangan lalu berkacak pinggang.
"kelar juga" ucap nya.
"mbak, silahkan menuju dapur, CEO tidak bisa makan disana,jadi anda harus mengambilnya,sekarang ia sedang di lobby" ucap pegawai yang tadi.
Chika kemudian mengikutinya.
"mbak,namanya siapa?" tanya Chika.
"saya Asri manager hotel ini" ucapnya.
"ohh mbaik mbak Asri,saya Chika" ucap Chika.
"saya fikir kamu adalah seorang pria,ternyata seorang gadis kecil" ucap Asri.
"ohehe,ia mbak,saya sedang magang dan manager saya menawarkan untuk menjadi cleaning servise untuk CEO saya coba,ternyata dia suka kerja saya" ucap Chika.
"CEO memang orang yang sangat teliti dengan kebersihan,kamu jangan sampai membuat masalah ya" ucap Asri.
Chika hanya mengangguk sambil tersenyum.
Al memasuki kamar di ikuti David yang menenteng koper.
"ahh sudah bersih saja" ucapnya takjub.
Dalam bayangannya seorang lelaki seumurmya atau paling tidak seorang wanita berumur yang memang bersih.
"wah ini kamar kakak?" tanya Adit sepupu Al sambil membuka masker dan topi serta kacamata hitamnya.
Secara, dia adalah publik figur, pemain film dan penyanyi yang sudah terkenal.
"David,bawa Adit ke kamarnya,dan kamu juga bristirahat, saya sudah punya pelayan disini" perintah Al.
David mengangguk meninggalkan koper dan segera berlalu bersama Adit.
Al segera membawa koper di dekat tempat tidur.
Sambil melepas masker dan sarung tangannya.
Chika segera kembali membawa air minum dan makanan di atas nampan.
Tok...tok...tok..
"masuk" perintah Al yang sedang berdiri menghadap pantai.
Chika masuk, dan melihat bossnya dari belakang.
"tinggi banget ni orang, bahkan masih muda" batin Chika.
"permisi CEO, ini makan siang anda" ucap Chika.
Al berbalik.
Sontak mata mereka saling beradu
"kamu!"
"kamu!"
Chika dan Al bersamaan, terkejut.
"ngapain kamu disini?" ucap Al.
"kamu,ngapain ada di kamar CEO?" tanya Chika.
"jangan-jangan--" Al menahan suaranya.
"jadi kamu CEO itu?" tanya Chika terkejut.
Al memegang dahinya yang mengkerut.
Jadi gadis tengik ini yang jadi cleaning servisnya.
Chika menunduk takut.
"kenapa kamu selalu ada di mana mana?" ucap Al.
Chika menunduk.
Harusnya saat aku tahu orang itu adalah dia, haa jelas hanya ada 1 orang yang alergi kotor seperti dia.
"baiklah, letakkan makanan itu di meja" ucap Al.
Chika berlari menuju meja dan meletakkan makanan.
Al mengikutinya lalu duduk.
Ia melihat susunan sendok yang tidak rapi lalu memperbaikinya.
Chika yang berdiri menaikkan salah satu alisnya
Dia benar benar punya penyakit.
Al mulai makan, beberapa suap dan berhenti.
"aki sudah kenyang,bawa makanan ini!" ucap Al.
Chika tersentak, makanan seenak itu hanya akan sia sia.
"ta... tapi makanannya belum habis,nanti sia sia" ucap Chika menatap makanan itu.
" memangnya kenapa, terserah saya!" ucap Al sambil menatap Chika.
"mmm tuan,bagaimana kalau itu untuk saya" ucap Chika tersenyum.
"ha,kamu punya banyak kepribadian ya,baru saja kamu jengkel meihatku,sekarang sudah senang saja" ucap Al menatap Chika aneh.
Chika cemberut.
"baiklah, ambil saja" ucap Al menuju ke tempat tidur.
Chika tersenyum dan segera duduk menyantap makanan itu.
Al yang sedang berbaring melihat heran ke arah Chika.
"apa dia tidak jijik dengan sisaku?" batinnya.
Chika segera kembali ke dapur membawa piring dan kembali lagi ke kamar.
Ternyata di dalam kamar Adit dan David sedang berbincang bincang.
Chika membuka pintu.
"kak David" ucap Chika.
David segera berdiri menemui Chika.
Adit segera menutup wajah takut di kenali.
Bagaimana pun ia tidak ingin di ganggu oleh fans.
"kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" ucap David tersenyum.
"saya yang jadi cleaning service" ucap Chika tersenyum.
"jadi kalian?" David menatapa ke arah Al sambil tertawa.
"sudahlah, sana beristirahat" ucap Al.
Adit pun terkejut melihat yang jadi pelayan pribadi sepupunya adalah seorang gadis kecil.
"haha apa kalian punya ikatan batin?" David memggelengkan kepala.
Al nampak kesal.
"ah sudahlah,selamah kerjanya bagus, biarkan saja" ucapnya cuek.
Sementata Chika hanya sibuk menulis dan memakan camilan hotel.
Bajunya berantakan dan bukunya berserakan.
"Chika" teriak David.
Chika segera keluar.
" sore ini kita akan mengambil beberapa gambar di pantai,kamu bisa ikut membantu kami" ucap David.
"baik kak" ucap Chika.
"oh ia bisa temani Adit ke resort,dia belum makan" ucap David.
"baik kak" ucap Chika sambil menatap Adit yang masih menunduk.
"baik,temani saya,saya akan memberikan tanda tangan,tapi kamu janji jangan katakan apa apa di sosial media" ucap Adit berdiri sombong.
"emang kamu siapa?" tanya Chika heran.
Adit, Al dan David tertegun.
"kamu tidak tahu siapa saya?atau kamu pura pura?" tanya Adit tertawa sinis.
"emang kamu siapa? Apa hubungannya dengan saya," Chika menatap Adit dari ujung kaki sampai kepala.
David dan Al tertawa.
"ternyata di dunia ini ada juga yang tidak mengenalmu Dit" ucap David tertawa.
Adit menjadi malu sendiri. Baru kali ini ia tidak di kenali.
"jadi makan tidak?" tanya Chika.
Adit hanya mengangguk malu.
Mereka segera berjalan keluar,sementara Al dan David hanya tersenyum.
"kamu dari desa terisolir ya? Nggak ada TV atau apa gitu?" tanya Adit penasaran.
"aku di rumah ada TV,tapi nggak pernah nonton," ucap Chika cuek.
"jadi kamu benar nggak kenal gue?" tanya Adit.
Chika menghentikan langkahnyamenatap Adit kesal.
"emang apa pentingnya aku tahu kamu siapa ha? " bentak Chika.
Adit menggelengkan kepala takjub.
"wahh daebak, kamu luar biasa" ucap Adit.