
Sebuah mobil merk fera*** berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit.
Seorang pengawal membukakan pintu dan turunlah seorang dengan perawakan tinggi 180cm dengan tatapan mata tajam.
Masker menutupi wajahnya. Dari mata orang bisa mengetahui wajah rupawan yang ada di baliknya, dengan mengenakan sarung tangan kulit impor.
Ia melangkah masuk ke dalam gedung di susul 2 orang ajudan dan seorang asisten pribadi yang juga bisa di bawa arisan serta seorang wakil direktur yangsudah paru baya.
Semua membungkukkan badan menyapa sang CEO EL (El Art) Group, tuan Al Daviandra, pewaris perusahaan dari sang ayah El daviandra dan sang kakek Gu Daviandra.
Di balik wajah dan tubuh sempurna, Al memiliki tempramen buruk, sombong,angkuh, dan super perfect.
Jika di sekitarnya ada debu dan kotoran ia akan merasa gatal, bahkan jika benda benda disekitarnya berantakan ia akan merasa pusing dan jijik. Terlebih jika seseorang memyentuhnya ia akan mual dan muntah.
Ia mengidap Haphephobia.
Tapi itu hanya rahasia besar sang CEO yang hanya diketahui oleh sang asisten david, dan keluarganya.
Konglomerat yang begerak dalam bisnis properti,perhiasan,kosmetik dan sebuah penerbitan ternama.
Asetnya mencakup semua aspek.
Bahkan ia mempunyai rumah huni yang tersendiri dengan peralatan super canggih karena tak tahan dengan orang banyak.
"selamat pagi CEO, hari ini anda akan memimpin rapat launching produk terbaru dari EL jellewery, kemudian anda akan menghadiri peresmian kantor cabang EA media yang diberi nama Gu Media untung mengenang tuan pertama," ucap sang asisten membacakan agenda.
"bagaimana perjalanan kita ke pulau ikan?" Al bertanya sambil fokus.
"itu akan di atur 2 hari kedepan" ucap David.
Semua kesuskesan perusahaan yang dulu di rintis sang kakek, kini telah mencapai puncaknya, bahkan EA Jelewery telah merongrong pasar dunia.
Al selalu mengandalkan IQ 200 miliknya dan bekerja dengan sempurna, hal terakhir yang ada padanya adalah keberuntungan yang juga berpengaruh pada sekitarnya.
Semua percaya berada di sekitar AD akan membuat kita ikut merasakan keberuntungan dari aura sang CEO.
***
Seorang gadis kecil berlari sambil menarik sebuah koper dan bahunya membawa sebuah ransel.
Ia segera naik ke atas mobil pick up yang penuh kayu,
Badan kurus dan tinggu standar, wajahnya sebenarnya manis dan selalu enerjik.
Rambut pendek sebahu dan di ikat agak di atas sehingga banyak yang terurai dan melambai akibat angin.
Melewati jalan di pesisir pantai sebuah pulau kecil. Ia berteriak melambai pada beberap orang.
Tiba-tiba saat mobil melewati sebuah pohon yang rindang,sebuahpotongan ranting lapuk yang berukuran sedang menerpa kepalanya.
"auhh" Chika mengusap kepalanya.
Ia kembali mengingat kejadian beberapa saat lalu.
"Chika,hati-hati di sana,telfon bapak kalau ada apa-apa" ucap sang Ayah yang berbisik sambil melihat sekeliling.
Chika memeluk sang ayah dan segera berlari menenteng koper.
"Chika awas kamu!" sang ibu berteriak di dalam rumah.
Chika melambai pada sang ayah dan naik ke atas motor butut milik sahabatnya Ringgo.
menurut sang ibu kesialan putrinya hanya akan hilang jika ia menikah dengan seorang pangeran yang mematahkan mantra kesialannya.
Benar saja diperjalanan ban motor Ringgo meletus, ia menahan beberapa mobil namun mala tersiram air genangan lumpur.
Chika adalah gadis berumur 18 tahun, saat waktu perjodohan ia mendapatkan kabar bahwa ia lulus di salah satu universitas sastra terbaik di kota Long.
Ibukota negara yang sangat terkenal.
Itu adah sebuah keberuntungan yang terjadi hanya sekali dalam hidupnya.
Masuk ke jurusan sastra dan mewujudkan cita citanya menjadi seorang penulis.
"ahhh sudah telat ni" ucapnya menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Ia melompat dari mobil.
"makasih ya bang" ucapnya.
Ia segera berlari menuju pelabuhan.
Karena tidak berhati hati kakinya tersandung dan jatuh.
"ahhh... kenapa aku harus sesial ini" chika sehera bangkit.
"tunggu" teriak Chika,sayangnya kapal itu sudah bergerak.
"ahh.... Hhaaaaa....haaa... "Ririn duduk lesu di pelabuhan kecil.
" kenapa hidupku selalu sial? Apa gunamya hidup dengan kesialan" ia berteriak sambil terisak memaki dirinya.
Impiannya, kampus yang ia inginkan,
Ia terbayang wajah sang ibu yang akan memukjlnya dengan kayu bakar jika ia kembali dan pastinya ia akan menikah.
"kelar hidup gue" ririn merontah menangis.
Hanya tersisa sebuah kapal yang terlihat seperti kapal bisnis.
"gadis kecil apa yang terjadi?" tanya seseorang dari belakang.
Chika berbalik sambil menyekah airmata.
"aku ketinggalan kapal, itu kapal terakhir minggu ini" Chika kembali menangis.
"kamu mau kemana?" tanya laki laki itu.
"aku mau ke kota Long, aku mau kuliah seperti yang lain, ibu akan memangsaku jika aku kembali,dan ahhh... si tua bangka itu akan menjadikanku istri" chika kembali menangis.
"ayo naik ke kapal,kebetulan kami sedang dalam perjalanan bisni, kami akan ke kota Long" kata sang laki laki lagi sambil mengulurkan tangan.
Chika memandang wajah sang laki laki
Sepertinya dia orang baik.
Chika meraih tamgannya dan berdiri.
"sudah hapus airmata itu" ucapnya sambil membawa koper Chika.
Apa ini sebuah keajaiban.