
KERJA SAMA
Sesuai dengan perintah sang CEO, pukul 09.45 Harry sebagai kepalah devisi keuangan bersama dengan Nathania, Daniella dan Samantha telah berada di ruang rapat. Keempat orang tersebut sengaja datang 15 menit sebelum pukul 10.00 karena mereka tahu bahwa sang CEO sangat tepat waktu. Jika terlambat 1 menit saja pasti CEO CR-BGTA akan marah. Selama menunggu sang CEO mereka datang, Natha, Ella dan Sam sibuk mengecek dokumen-dokumen yang mungkin dibutuhkan nanti sedangkan Harry sibuk mengotak-atik laptopnya, mencari informasi-informasi yang mungkin dibutuhkan sebentar. Harry tahu bahwa pertemuan kali ini akan membahas masalah penggelapan uang yang terjadi mengingat kesibukan sang CEO sehingga belum mengadakan pertemuan untuk membahas masalah serius tersebut. Bukan mengabaikan namun karena CEO tampan tersebut harus mengurus pembukaan cabang baru perusahaan CR-BGTA yang berada di negara Indonesia. Sang CEO tidak ingin terburu-buru memerintahkan orang kepercayaannya menangani hal ini, karena menurut sang CEO ini adalah keteledorannya sendiri sehingga mengakibatkan terjadinya masalah besar tersebut.
Pukul 09.58 Daniell memasuki ruangan tersebut dan langsung menduduki kursi yang memang khusus untuk dirinya. Dalam pertemuan kali ini, El tidak mengajak Leonard yang merupakan asisten pribadinya dan Veronica sekertarisnya, alasannya karena Leo harus menyelesaikan beberapa dokumen dan proposal dalam rencana pembangunan hotel di negara Venezuella sedangkan Vero harus menggantikan El melakukan pertemuan dengan rekan bisnis salah satu perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan CR-BGTA.
El menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuannya melakukan pertemuan kali ini. Merasa telah dimengerti oleh Harry, Natha, Ella dan Sam, El langsung meminta dokumen yang dibutuhkannya. Karena mereka berlima sudah saling mengenal, El meminta agar semua bersikap santai namun serius dalam membahas masalah ini.
“Jadi ada sekitar 2 Triliun dana yang telah di gelapkan!” seru El, “tapi kenapa data yang aku terima sebelumnya hanya tertera 1 Triliun?” sambung El yang fokus pada dokumen yang berada di tangannya.
“Menurut informasi yang aku terima, dana 1 Triliun sebelumnya telah digunakan untuk membangun bisnis restoran dan Villa, pembangunan tersebut telah dilakukan sekitar 1 tahun yang lalu dan untuk setengahnya lagi uang 1 Triliun, dilakukan sekitar 3 bulan yang lalu dan uang tersebut telah masuk dalam beberapa rekening yang sudah di sabotase oleh seseorang hingga sangat sulit untuk di lacak, hanya orang yang mengerti yang bisa melacaknya” ucap Harry menjelaskan,, “Dan untuk Data yang kamu terima, merupakan data tentang penggelapan uang yang dilakukan beberapa bulan lalu” sambung Harry
“Jadi mereka sudah perna melakukannya sebelum ini dan aku tidak mengetahuinya sama sekali?” seru El yang merasa dirinya telah teledor.
“Jika hal ini telah terjadi 2 kali, aku rasa kepalah devisi keuangan sebelumnya hanya menjalankan perintah,” ucap Natha setelah lama terdiam., “Dan jika hal itu memang benar, aku rasa orang yang memerintahkan hal tersebut
adalah karyawan kak El sendiri. Alasannya adalah bisa saja kepalah devisi keuangan berbicara langsung pada kak El jika tidak diawasi.” Ucap Natha lagi,. “Jadi menurut Natha ada orang yang mengawasi kepalah Devisi keuangan di perusahaan ini.” Sambung Natha menjelaskan.
“Aku sependapat dengan Natha, dan yang lebih memperjelas bahwa Tuan David hanya menjalankan perintah adalah Tuan David sudah bekerja sebagai devisi keuangan di kantor ini sebelum kak El menjadi CEO” seru Ella yang sebelumnya memperhatikan Harry, El dan Natha berbicara
“Jadi Tuan David sudah bekerja di perusahaan ini waktu kakek masih menjadi CEO?” tanya Sam pada Ella
“hmm..” jawab Ella sambil menganggukan kepalah
“Tuan David adalah kepercayaaan kakek, untuk menjadi kepalah Devisi Keuangan di perusahaan ini harus melakukan beberapa test. Dan bukan sembarangan orang yang menduduki jabatan tersebut.” Seru El memperjelas peryataan Ella tadi
“Dan aku rasa Tuan David dipaksa bahkan diancam melakukan hal seberani ini” seru Sam membuka suara
“Pemikiran yang luar biasa”, ucap Harry pada Sam sambil mengangkat kedua jempolnya
“Aku akan mencari tahu sendiri tentang masalah ini” seru El serius
“Aku rasa kau tidak boleh gegabah El, masalahnya adalah mungkin ada karyawan yang sedang memperhatikan gerak-gerikmu di perusahaan ini. Bukan tidak mungkin jika mereka menginginkan kehancuran perusahaan inikan? Jika Tuan David saja bisa melakukan hal ini aku rasa ada orang-orang tertentu yang bisa melakukan hal yang lebih dari ini” ucap Harry
**Harry Marvine merupakan anak dari orang kepercayaan kakek El, berumur 32 tahun, menyelesaikan pendidikan S1 dan S2nya dalam bidang Manajemen Keuangan,, Sudah memiliki istri yang bernama Kimberly,, berhubungan baik dengan Daniell dan Daniella., Di angkat langsung menjadi kepalah devisi keuangan oleh Daniell tentunya karena kemampuan yang di miliki Harry serta latar belakang kehidupan dan pendidikan Harry**
“Kita harus bekerja sama mencari tahu siapa sebenarnya orang yang memerintahkan Tuan David melakukan hal ini” ucap Ella
“Apa kak Harry punya kenalan orang bank?” tanya Natha
“Ya., aku punya kenalan di salah satu bank terkemuka di Negara ini. Apa kau punya ide Nath?” tanya Harry yang mengetahui kecerdasan Natha dalam menangani suatu masalah
“hmmm... Aku akan mencari tahu pemilik restoran tersebut.” Ucap El ..
“dan aku butuh bantuanmu Nath” sambung El ...
Deg.....deg....deg..... (jangtung Natha yang meloncat-loncat)
“itu sih maunya kak El” seru Ella. Ella sudah tau jika hubungan kkanya dan Salsa sudah berakhir dan Ellapun tau jika kkanya mencintai Natha..
“Lagi serius juga malah becanda” ucap Natha tenang, “oke .. Natha akan bantu kak El mencari tau pemilik restoran tersenut” sambung Natha yang dengan tenangnya
“Dan Ella, kamu bantu Harry yah. Sedangkan Sam, kamu yang cari tau tentang pemilik Villa tersebut” ucap El membagi tugas
“Aku akan mencari tau lebih dulu dimana lokasi restoran dan Villa yang mereka bangun.” Ucap El memperjelas ...
“Aku sendiri kak? Aku anak gadis loh kak, kok jalan sendiri sih kak El. Natha sama Ella ada pasangannya, kok Sam enggak sih kak?” protes Sam pada El dengan sikap manjanya seperti biasa.. El sudah mengetahui sifat ketiga gadis
tersebut mengingat sang adik Ella bersahabat dekat dengan Natha dan Sam.
“Siapa bilang Sam enggak punya pasangan?” tanya El pada Sam yang protes dengan ide El
“Terus?” ucap Sam yang masih bingung
“Leo akan menemanimu pergi Sam.” Ucap El melihat kebingungan Samantha
Sam tersenyum bahagia mendengar ucapan El.
“Oke kak” ucap sam senang
Karena jam sudah menunjukkan pukul 12.00, mereka mengakhiri pertemuan tersebut dan kembali di ruangan masing-masing.
“makan yuk, uda laper banget nih” ucap Sam
“Ayoooo....” ucap Natha dan Ella bersamaan karena merekapun sudah sangat lapar.
________________________________________
(*) Thankyou for Reading