
CINTA PERTAMA
“Salsabila”
Salsabilla Timothy, Dokter cantik yang bekerja di Rumah Sakit terbesar di Negara A, memiliki bentuk tubuh yang Indah seperti seorang model, memiliki perilaku yang baik dan sangat mencintai pekerjaannya sebagai seorang Dokter. Berumur 26 tahun, menjadikan dokter cantik ini terlihat dewasa dalam berbagai hal. Dengan kepinteran yang dimilikinya, Salsabilla mampu menjadi Dokter Spesial Kanker Darah di usia yang sangat mudah. Tidak heran jika Salsa mampu menjadi seorang dokter mudah mengingat Papinya adalah seorang Dokter senior spesialis kanker Darah. Dari kecil, Salsa sangat ingin menjadi seperti papinya, dan untuk mewujudkan mimpinya dari kecil Salsa sudah mulai membaca dan belajar tentang ilmu kedokteran tentunya dibantu oleh papinya dan semua itu atas kemauan Salsa.
*****
*P*areja Amorosa, Bogota
“Maaf Jika mungkin aku banyak mengecewakanmu dan menjadi beban dalam kehidupanmu.,” ucap Salsa., “dan terima kasih karena telah mau bersamaku hingga saat ini. Terima kasih karena telah menerima kekuranganku dan tetap berada di sampingku”.sambung Salsa... “Mungkin ini adalah kencan terakhir kita sebagai pasangan kekasih,” ucap Salsa terhenti ...”aku berharap kamu bisa mendapatkan wanita yang mampu membuatmu jatuh Cinta” ucap Salsa tulus dengan tersenyum,, “Maaf, karena sejujurnya aku belum bisa mencintai kamu, setelah hampir 2 tahun
kita menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih aku tidak bisa mencintai kamu, maaf...aku hanya tidak ingin membuat hubungan kita semakin buruk dengan status yang sangat membuatku tidak nyaman,” ucap Salsa sambil menari nafas ...
“dan akupun tau bahwa kamu tidak mencintaiku, bukan?” Sambung Salsa to the poin...
Daniell hanya diam dan memperhatikan kekasihnya berbicara ...
“Apakah kamu masih memikirkan Dia?” tanya El pada Salsa..
“Hmmm ...” jawab Salsa
“Jika itu yang kamu inginkan, baiklah sesuai dengan keinginanmu ... maaf karena mungkin selama hampir 2 tahun ini aku tidak bisa membuatmu nyaman dan tidak memberikan perhatian spesial kepadamu sebagai pasangan kekasih” ... “Aku berharap kamu bisa bertemu kembali dengan Dia yang selalu mengisi ruang Hatimu”.. ucap El tulus..
“Terima Kasih” ucap Salsa yang mulai mengeluarkan cairan bening dari mata indahnya.. “Terima Kasih El, kamu memang sahabat terbaikku” sambung Salsa sambil berdiri dan memeluk Daniell...
(*) Daniell dan Salsabilla adalah sahabat baik, mereka saling mengenal karena kakek Daniell adalah donatur tetap di panti asuhan milik Papi dan Mami Salsa. Mereka berdua juga memiliki seorang sahabat laki-laki yang menjadi Cinta Pertama Salsa.
Daniell dan Salsa menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih karena El merasa iba terhadap Salsa yang selalu di ejek oleh teman-teman Salsa karena Salsa tidak memiliki seorang kekasih. Sebagai sahabat Salsa, El membantu Salsa dengan menjadikan Salsa sebagai kekasih El. El berpikir bahwa mungkin dengan cara menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih mampu membuat Salsa melupakan "Laki-laki itu" dan bisa menyembuhkan traumanya terhadap laki-laki. Namun tak seperti dugaannya, ternyata rencananya untuk membuat Salsa sembuh dari traumanya tidak berhasil. Salsa masih sangat mencintai "Laki-laki itu", hingga menutup diri untuk laki-laki lain yang ingin mengenal Salsa. "Laki-laki" yang pergi meninggalkan El dan Salsa yang seperti di telan bumi. Mereka berdua tidak tahu kemana perginya "laki-laki itu". Setelah kepergian" "laki-laki itu" membuat Salsa menjadi gadis yang tidak mau berhubungan dengan laki-laki lain selain orang yang dikenalnya. (*)
“Terima Kasih El, aku tau kamu ingin membantuku untuk melupakan Dia, aku tahu kamu ingin membantuku menyembuhkan traumaku, tapi maaf aku tidak bisa melupakan Dia, sangat sulit bagiku untuk melupakan Dia. Tapi percayalah aku akan berusaha untuk lebih membuka diri terhadap orang lain, aku akan berusaha menyembuhkan traumaku sendiri” .. ucap Salsa dalam pelukan El..
“Hmm... Aku tau kamu wanita yang Kuat Bill, aku tau kamu pasti bisa” ucap El sambil melepaskan pelukannya. “Kamu harus bisa Bill” ,, “Semangat” sambung El sambil mengangkat tangannya memberi semangat kepada sahabatnya itu.
“Terima Kasih banyak El." ucap Salsa
“Sama-sama Dokter cengeng” ucap El sambil tertawa mengejek Salsa yang menangis tadi..
(*)Suasanapun kembali seperti biasa, tidak ada rasa canggung antara kedua sahabat ini, Salsa merasa legah karena bisa mengeluarka isi hatinya pada El, Salsa tidak ingin menjadi beban lagi bagi El. Begitupun El, hatinya merasa legah karena bisa kembali menjadi sahabat Salsa, bukan lagi sebagai pasangan kekasih. Ada kelegaan di hati El ketika Salsa mengungkapkan isi hatinya kepada El. (*)
Mereka berduapun menikmati makan malam dengan perasaan bahagia.
*****
(back to LS-01)
Natha, Ella dan Sam merapihkan meja kerja masing-masing dan melangkahkan kaki keluar dari rungan tersebut. Ruangan Devisi keuangan berada di lantai 30, jadi untuk menuju ke lantai dasar mereka harus menggunakan lift karyawan atau menggunakan tangga darurat.
Ketika tiga gadis cantik itu tiba di lantai dasar, merekapun berpisah Sam dan Ella pulang dengan supir pribadi masing-masing yang telah menunggu di depan perusahaan CR-BGTA dan Natha pulang dengan mobil kesayangannya. Namun, sebelum Natha keluar untuk menuju tempat parkiran, seorang memanggil Natha.
“Nathania” suara orang itu ..
“Deg” ..............
Natha berbalik menghadap suara orang yang memanggilnya..
“Selamat Sore Tuan” sambil menundukkan kepala memberi hormat
“Biasa aja kali Nath ini kan sudah bukan jam kerja lagi” ucap El pada Natha yang terlihat gugup..
“Eh.... ia ka....kak El” jawab Natha gugup
“Nggak di jemput Nath?” tanya El mencairkan suasana
“Enggak kak, Natha bawaa mobil sendiri,” jawab Natha,,“Kakak El uda mau pulang?” tanya Natha
“Belum sih, mau siap-siap sebentar mau makan malam sama Billa” jawab El
“Oh, ya sudah.. Natha duluan yah kak, byee kak” seru Natha sambil melambaikan tangan pada El..
Natha pun langsung pergi meninggalkan El yang masih berdiri menunggu Leo yang pergi mengambil mobil di tempat parkir khusus CEO.
“Menarik” gumam El dan tersenyum melihat tingkah Natha yang menurutnya sangat lucu.
(*) Natha dan El sudah lama saling mengenal. Pertama kali mereka kenal saat di panti asuhan milik Orang Tua Salsa. Tuan Alexander juga merupakan donatur tetap di panti asuhan itu. Hingga suatu hari ada acara yang mengharuskan kedua keluarga pembisnis itu hadir dalam acara tersebut. Itulah awal perkenalan El, Natha, Ella, Salsa dan anak panti lainnya serta beberapa anak dari donatur tetap lainnya. Natha dan Ellapun menjadi sahabat hingga sekarang. El sebenarnya sudah jatuh hati pada Natha saat pertama kali bertemu hanya saja karena Natha
saat itu sangat mudah dan status El saat itu hanya seorang pelajar, El tidak bisa langsung mengungkapkan isi hatiya pada Natha dan mengingat Natha adalah anak pembisnis No.1 di Kolombia membuat El harus berusaha keras untuk mendapatkan hati Natha maupun orang tua Natha. Sama seperti Salsa yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya, begitupun dengan El yang tidak bisa melupakan gadis cantik dan imut dengan senyum Indahnya, cinta pertama Daniell,*Nathania*.. (*)
Dalam perjalanan pulang, Natha terus memikirkan Daniell. Seorang pria yang mampu membuat jantung seorang Natha selalu berdetak tak menentu setiap kali betemu dengan pria itu. Natha menyukai El bahkan mungkin sudah mencintai El sejak pertama kali bertemu, awalnya Natha hanya mengagumi El saja namun ketika Natha mulai beranjak dewasa, rasa kagum itu mulai berubah menjadi rasa Cinta karena sikap dan perilaku El yang baik dan pekerja keras serta pembawan El yang hangat mampu meluluhkan hati Natha. Hanya saja Natha tau bahwa El sudah memiliki seorang kekasih yang sudah Natha anggap seperti kakanya sendiri yaitu Salsabilla. Natha tidak ingin menjadi pengganggu dalam hubungan kka perempuannya Salsa dan Pria yang disukainya Daniell. Tidak ada yang tau tentang perasaan Natha pada El, karena Natha sangat pandai menyembunyikan perasaannya tapi kadang Natha terlihat gugup dan salah tingkah jika bersama El.
Natha tidak perna menjalin hubungan seperti pacaran. Bukan Natha tidak ingin berpacaran, hanya saja Natha tidak bisa melupakan El dan karena fokus dalam pendidikan serta mulai belajar berbisnis bersama kedua orang tuanya,
Natha tidak memikirkan urusan percintaan.
Pukul 18.00 Natha tiba di kediaman keluarga Alexander. Seperti biasa Natha makan malam bersama kedua orang tuanya, selanjutnya melakukan percakapan ringan bersama kedua orang tua tersayangnya dan selanjutnya memeriksa dokumen serta email yang masuk dari orang kepercayaanya tentang bisnis yang sedang di bangun Natha, tidak lupa Natha mulai menyusun Skripsinya dan beristirahat ......
_______________________________________
(*) Thankyou for Reading