LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER

LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER
LS-24


TEMAN DEKAT


1 minggu berlalu ...


Kini hubungan Daniell dan Nathania semakin baik, bahkan Daniell telah merencanaakan akan melamar Natha setelah Natha menyelesaikan S1nya. Begitupun dengan Vicroy dan Salsabilla, Vic terus berusaha membuat Salsa memaafkan semua perbuatannya hingga hubungan keduanya mulai membaik.


Perusahaan CR-BGTA, Bogota


"Selamat Pagi Señor." Ucap Sekertaris El ketika El tiba.


"Selamat Pagi." Ucap El sambil berjalan menuju ruangannya, diikuti Leo.


Ruangan CEO


"Bagaimana kabar dengan perusahaan yang ada di Caracas?" Tanya El pada Leo ketika berada di dalam ruangannya.


"Mereka telah menyetujui kerja sama tersebut Señor." Jawab Leo


"Akhirnya mereka menyetujuinya juga." Ucap El legah karena sudah lama perusahaan El mengajukan kerja sama dengan perusahaan itu, namun tidak di setujui oleh pemimpin perusahaan tersebut.


"Dan sesuai dengan permintaan mereka, mereka meminta Señor Daniell untuk melakukan pertemuan pribadi dengan CEO perusahaan VICSA-VEN karena kebetulan CEO perusahaan tersebut berada di Negara ini." Sambung Leo menjelaskan.


"Pertemuan Pribadi?" Tanya El bingung


"Ya. Melakukan pertemuan pribadi karena belum ada rekan bisnis perusahaan VICSA-VEN yang bertemu langsung dengan CEO perusahaan tersebut. Menurut informasi yang saya dapatkan, Pemilik sekaligus CEO perusahaan tersebut tidak perna menunjukkan dirinya pada publik."


"Lalu kenapa CEO perusahaan itu meminta bertemu langsung denganku?" Tanya El lagi


"Saya juga tidak mengerti Señor Daniell." Sahut Leo yang memang tidak mengerti mengapa CEO perusahaan VICSA-VEN meminta bertemu langsung dengan Daniell mengingat CEO perusahaan tersebut tidak pernah menunjukkan dirinya pada rekan bisnisnya begitupun pada publik sehingga tidak ada seorangpun yang tau bagaimana rupa CEO perusahaan VICSA-VEN. Apakah seorang pria atau Wanita, tidak ada yang tau karena semua kerja sama selalu di urus oleh Asisten Pribadi CEO perusahaan tersebut.


"Kapan pertemuannya?" Tanya Daniell


"Saat makan malam Señor, di Bogota Restorante di Ruangan VIP No. 06 ." Jawab Leo


"Apa wanita itu tau dengan pertemuan ini?" Bisik El pada Leo yang sudah di mengerti oleh Leo maksud El.


"Tidak Señor." Ucap Leo pelan


"Baiklah jangan sampai ada yang tau dengan pertemuan kali ini dan tolong nanti malam awasi Resto tersebut. Aku tak ingin ada yang mengacaukan pertemuanku. Karena perasaanku mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi." Jelas El yang masih berbisik.


"Baik Señor."


"Dan satu lagi, awasi setiap pergerakan wanita itu." Ucap El tegas


"Baik Señor."


"Kamu boleh kembali." Ucap El pada Leo


Leo kemudian pamit meninggalkan ruangan El.


*****


Di tempat lain tepatnya di Caracas, Venezuela


"Hallo sayang, Apa ada berita baik?" Tanya Dominic pada anak gadisnya lewat sambungan telepon


"Ada pa, sebentar malam El akan menemui rekan bisnisnya. Aku akan mengambil dokumen-dokumen penting itu nanti malam." Jawab Veronica


"Baiklah lakulan dengan baik dear."


"Iya Pa.. bye.." ucap Veronica mengakhiri panggilan tersebut.


Dominic POV


"Sedikit lagi aku akan menghancurkan perusahaanmu anak Kecil." Ucap Dominic tertawa bahagia


"Kau seperti daddymu yang mudah di bodohi Daniell Christhopper.." hahahahaha suara Dominic tertawa bahagia..


"Aku harus merayakan semua ini."


Dominic kemudian menghubungi seseorang.


"Masuk ke Ruanganku." Ucap Dominic singkat.


Beberapa saat kemudian seorang wanita cantik yang ternyata adalah sekertaris Dominic masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat siang Señor. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sekretaris Dominic


Dominic kemudian berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung menuju ke arah pintu mengunci pintu ruangannya dan berbalik pada wanita itu.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan sayang." Bisik Dominic pada sekretarisnya penuh hasrat.


Sang sekretarispun mengerti maksud dari bossnya kemudian segera melakukan apa yang di inginkan bossnya tersebut...


2 jam berlalu


"Terima Kasih sayang." Ucap Dominic pada sekretarisnya sambil mencium bibir sekretarisnya.


"Sama-sama sayang.. Apa kau menginginkannya lagi?" Tanya wanita itu menggoda


Dominic menganggukan kepalah dan akhirnya mereka melakukannya lagi.


Saat keduanya asik melakukan hubungan suami-istri, suara handphone milik Dominic berbunyi. Awalnya hanya di biarkan oleh dominic namun karena suara handphonenya tidak berhenti berbunyi akhirnya Dominic dengan rasa kesalnya mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo mama sayang." Ucap Dominic ketika menerima panggilan telepon dari istrinya yang berusaha tenang.


"Kamu masih di kantor? Tadi aku menghubungi sekretarismu tapi tidak di angkat." Jelas Istri Dominic


"Oh.." suara desahan yang lolos dari mulut Dominic


"Tidak ada sayang, tadi aku mau bilang kalau sekertarisku sedang ada tugas luar." Sangkal Dominic yang melembutkan suaranya agar tidak dicurigai sang istri.


Sedangkan dalam ruangannya terlihat sang sekertaris tertawa bahagia melihat tingkan Bossnya dan semakin lincah memainkan permainan yang Ia mainkan.


"Baiklah. Cepatlah pulang." Ucap Ny. Margareth sambil mengakhiri panggilan telepon.


Dominic melempar asal handphonenya kemudian Kedua melanjutkan permainan keduanya . . . . . (Skip)


*****


Salah satu Hotel di Caracas


Seorang Pria dan Wanita terlihat sedang berbaring di ranjang berukuran king size di hotel tersebut.


"Bagaimana?" Tanya seorang pria pada wanita yang ada dalam pelukannya setelah sang wanita menekan tombol berwarna merah dalam handphone miliknya.


"Masih di perusahaannya." Jawab wanita itu santai


"Dan sekertarisnya?"


"Mereka bersama. Laki-laki itu pikir aku tidak tau jika dia bermain dengan wanita itu."


"Dan kau?"


"Aku bukan wanita bodoh. Jika suamiku tidak bermain api di belakangku, aku tidak akan melakukan hal ini. Kau tau bukan aku membayarmu hanya untuk menyenangkanku." Ucap sang wanita


"Lakukan dengan baik dan cepat, 2 jam lagi aku sudah harus berada di kediamanku."


Sang Pria dengan cepat memulai permainannya dan keduanyapun melakukan permainan seperti pasangan suami istri. Penuh dengan gairah dan nafsu.


*****


Blessing Hospital, Bogota


"Selamat siang Dr. Timothy, Señor, Señora." Ucap sus Priskilla yang masuk ke dalam di kamar rawat milik Ny. Sofia pada semua yang berada dalam kamar tersebut.


"Ya. Ada apa sus?" Tanya Salsa yang lansung berdiri di ikuti Vic dari belakang.


"Ada seorang pria tampan yang ingin menemui Dr." Jawab Sus Priskilla


Vic yang mendengar ucapan sus Priskilla langsung membuka suara.


"Siapa laki-laki itu?" Tanya Vic pada Salsa posesif


Salsa yang sudah tau siapa pria tampan yang ingin menemuinya hanya tersenyum melihat tingkah posesif Vic.


"Teman dekatku." Ucap Salsa menggoda Vic


Vic yang mendengar ucapan Salsa langsung keluar membanting pintu kamar rawat Ny. Sofia. Sedangkan orang-orang yang berada di kamar tersebut tersenyum geli melihat tingkah Vic yang kekanak-kanakan karena cemburu. Salsa kemudian meninggalkan kamar tersebut dan menyusul Vic.


Vic melanjutkan langkah kakinya ke ruangan Salsa, ingin melihat siapa laki-laki yang dekat dengan wanita yang di cintainya.


Vic langsung membuka pintu Ruangan salsa dengan kasar karena rasa cemburunya membuat Vic tak mampu menahan emosinya.


Betapa kagetnya Vic saat melihat orang-orang yang berada dalam ruangan Salsa.


"Deg .. ..."


"Selamat Siang Vic." Ucap seorang pria


"Selamat Siang kak Vic." Ucap seorang wanita


"Ka..lian." ucap Vic yang malu dengan tingkah konyolnya tadi


Kedua orang yang berada dalam Ruangan Salsa yang tadinya kaget saat pintu Ruangan di buka kasar langsung tertawa geli melihat ternyata Vic yang membuka pintu tersebut. Pria dan Wanita itu tau pasti Salsa telah mengatakan sesuatu yang membuat Vic bertingkah seperti itu.


"Hai"


"Ada apa kak? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Deodra pada Vic


"Hanya cemburu buta." Ucap Salsa yang langsung menjawab pertanyaan Deodra pada Vicroy sambil tertawa.


Kedua orang yang mendengar ucapan Salsa langsung tertawa terbahak-bahak.


"Bisakah kalian berhenti menertawakanku!" Teriak Vic karena suara tawa ketiga orang yang berada di ruangan Salsa sangat kuat.


Salsa, Deodra dan Kendrich yang mendengar teriakan Vic langsung menghentikan tawa ketiganya.


"Ayo duduk." Ucap Salsa pada Vic dengan lembut


"Kalian ingin minum apa?" Tanya Salsa


"Air putih saja." Ucap Vic pada Salsa tanpa melihat kearah Dae dan Ken.


"Astaga kak Vic. Kenapa kau begitu kekanak-kanakan?" Ejek Deodra


"Sudahlah Dee, berhenti mengejek Vic. Kau mau di telah hidup-hidup oleh Vic?" Seru Ken yang melihat wajah merah Vic


"Ah .. baiklah." Ucap Deo saat melihat wajat marah Vic


"Kami minum air putih saja Sa." Ucap Ken


Salsa kemudian memesankan minuman untuk ketiga orang yang berada di ruangannya serta minuman untuk dirinya sendiri.


________________________________________


(*) Thankyou for Reading 🙏😇