
FARELIO PITERS
Setelah Natha pergi, beberapa saat kemudian Elpun keluar dari mobil mewahnya dan kembali ke ruangan kerjanya.
*Untungnya mobil El berada di parkiran khusus sehingga tak ada seorangpun yang dapat melihat siapa yang masuk atau keluar dari dalam mobil El.
Saat El melewati meja kerja Veronika, Veronica terlihat bersikap biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu hingga membuat Elpun bersikap seolah tidak mengetahui perbuatan Veronica.
"Selamat siang Señor.." ucap Vero sopan
"Hmmm" ..
"Hampir saja.." batin Veronika
"Drama yang sempurna ..." batin El sambil terus berjalan menuju ruangannya.
Di dalam ruangan El, El menghubungi seseorang lewat panggilan suara ..
"Hallo?" Suara seseorang dari seberang sana.
"Apa kau sudah melakukannya?" Tanya El pada Cornelia
"Ya." Sahut Cornelia.
"Bagus."
"Dimana Cornel?" Tanya El pada Cornelia
"Ada di mansion .. ada apa El?"
"Mereka telah memulai rencana mereka. Tolong sampaikan pada Cornel untuk menemuiku di kamarku 1 jam lagi."
"Mengapa bukan kamu saja yang menghubunginya? Hmmm"
"Kau seperti tidak tau kakek saja. Yang ada kakek akan banyak bertanya padaku." Keluh El
"Hmm.. Baiklah, aku akan menghubungi Cornel.."
"Gracias Señorita.."
"Danielll ......" teriak Cornelia pada El..
Elia sapaan akrabnya sangat tidak menyukai jika seseorang menyebutnya Señorita.
El yang mendengar teriakan kakak perempuannya, dengan cepat menekan tombol berwarna merah dalam smartphonenya sambil tertawa bahagia karena bisa membuat kakak perempuannya itu kesal.
Di Perusahaan DN-BGTA
Karena mendengar teriakan sang CEO Perusahaan, Farelio yang merupakan sekertaris Cornelia langsung membuka pintu ruangan CEO dengan kasar.
"Ada apa Elia? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Farel khawatir
Cornelia yang melihat wajah khawatir Farel merasa senang namun Cornelia menutupi rasa senangnya dengan bersikap biasa.
"Tidak apa-apa Rel," jawab Elia tenang
"Lalu kenapa kau berteriak?" Tanya Farel yang masih terlihat khawatir
"Seseorang membuatku kesal." Keluh Elia
"Siapa? Pacarmu?"
"Sejak kapan kau tau aku memiliki kekasih Rel?"
"Kau tau bukan tidak ada seorang laki-laki yang berani mendekatiku." Ucap Elia tertawa
"El, El yang membuatku kesal." Sambung Elia
"Oh.. Aku pikir pacarmu." Ucap Farel legah ketika mengetahui jika Elia belum memiliki kekasih.
"Memangnya kalau pacarku kenapa?" Tanya Elia selidik
Mati aku. Kalau sampai Elia tau aku menyimpan rasa untuknya yang ada aku akan di pecat bahkan Elia tidak akan menganggapku sahabatnya lagi.. batin Farelio.
"Bu..kan apa-apa,"
Karena melihat ekspresi Elia yang sudah di mengerti oleh Farel, Farel langsung membuka suara..
"Jika itu pacarmu berarti sudah ada laki-laki yang mampu meluluhkan hatimu." Jelas Farel
"Oh"
"Aku kembali." Ucap Farel yang langsung berjalan keluar.
(*)
Farel mulai bekerja di perusahaan DN-BGTA saat berusia 28 tahun, jadi sudah sekitar 4 tahun Farel bekerja di perusahaan ini. Awalnya Farel mengenal Elia dengan wanita yang tegas, bijaksana dan susah untuk di dekati. Apalagi Elia memiliki seorang saudara kembar yang memiliki bentuk tubuh yang kekar sehingga siapa yang belum mengenalnya akan takut melihat bentuk tubuh saudara kembar Elia. Namun lama-kelamaan Farel dan Elia semakin dekat bahkan ketika mengenal Elia lebih dekat, Ferel merasa bahwa Elia memiliki 2 kepribadian. Ternyata sikap Elia pada orang terdekatnya jauh berbeda dengan saat Elia berada di perusahaan.
Farel dan Elia selalu kompak dalam menangani setiap masalah yang terjadi di perusahaan di tambah lagi bantuan dari Cornel membuat ketiga orang tersebut menjalin persahabatan.
Tidak banyak yang tau tentang status Cornelius dan Cornelia hanya orang-orang tertentu saja yang tau termasuk Farel. Farel mengetahui bahwa Elia adalah cucu angkat dari orang berpengaruh di negaranya saar tak sengaja Farel mengantar Elia pulang ke mansion keluarganya. Kejadian 2 tahun lalu, saat Nenek Sonia pingsan dan mengharuskan Elia pulang. Namun saat Elia akan pulang, Elia tidak mendapatkan taxi hingga meminta bantuan Farel untuk mengantarnya. Dari situlah Farel tau siapa sosok Elia sebenarnya.
Farel menyimpan rasa pada Elia sudah sekitar 3 tahun, Farel sebenarnya telah merencanakan untuk menyatakan Cinta pada Elia namun ketika Farel mengetahui siapa Elia sebenarnya membuat Farel tidak berani menyatakan cintanya di tambah lagi karena melihat Elia yang sangat ketus terhadap laki-laki yang ingin mendekati Elia membuat Farel tidak percaya diri. Farel berpikir bahwa Elia tidak ingin memiliki kekasih. Akhirnya Farel membuang rasa cintanya pada Elia dan hanya menjadi sahabat untuk Elia.
(*)
Ketika Farel keluar dari ruangan Elia, Elia bernafas legah karena sedari tadi jantung Elia seperti sedang berdisko.
Ketika jantungnya mulai stabil, Elia langsung menghubungi saudara kembarnya.
*****
18.00, Mansion Keluarga Alexander
"Selamat Malam.." ucap Natha pada Tuan dan Ny. Alexander beserta kakak laki-lakinya Nathan
"Selamat Malam sayang.." sahut orang tua Natha
"Selamat malam Señorita.." sambung Nathan
"Apa ada masalah?" Tanya Tuan Michael
"Hmm"
"Sekertaris El merencanakan hal buruk untuk perusahaan El.."
"Veronika?" Tanya Nathan memastikan
"Ya"
"Bukankah wanita itu yang membuat kekacauan di cafemu beberapa bulan yang lalu Nath?"
"Hmm" Natha berdehem dan menganggukan kepalahnya.
"Apa yang di inginkan wanita itu sebenarnya?" Tanya Tuan Michael
"Menurut cerita El, papa tiri dari Vero ingin menghancurkan perusahaan El sama seperti kejadian belasan tahun yang lalu dimana papa tiri Vero menghancurkan perusahaan Daddy El." Jelas Natha
"Maksudnya?" Tanya Tuan Michael tidak mengerti
"Jadi begini pa, ternyata asisten pribadi Daddy yang merencanakan kecelakaan dan kehancuran Daddy. Dan yang lebih mengejutkan, asisten pribadi daddy masih hidup dan tinggal di Venezuella. Asisten Pribadi daddy menikah dengan mama kandung Veronika yang ternyata adalah sekertaris dari Daddy." Jelas Natha
"Antonio dan Diandra?"
"Apa papa mengenal mereka?" Tanya Natha
"Diandra pa? Bukankah? .." ujar Ny.Beatrix terkejut mendengar nama Diandra.
"Ya. Wanita yang diceritakan kakek. Wanita licik yang ingin mengganggu rumah tangga Mike dan Emma." Jelas Tuan Michael.
"Astaga. Kenapa mereka berdua sekejam itu pada Mike dan Emma?" Tanya Ny. Bea ..
"Begitulah mam. Rasa iri dan dengki yang membuat manusia melakukan kejahatan." Ucap Natha.
"Sampai saat ini El belum melakukan sesuatu untuk ketiga orang itu." Sambung Natha
"Natha akan beristirahat terlebih dahulu. Ma tolong makan malam Natha di bawah di kamar Natha saja yah. Natha akan makan malam di kamar saja sekalian mau periksa kinerja di Cafe Natha."
"Selamat Malam.." pamit Natha
"Nath?" Panggil Nathan saat Natha akan menaiki tangga
"Ya?" Sahut Natha berbalik
Nathan berdiri dan langsung menghampiri Natha dan berbisik ...
...... .......
"Baiklah" sahut Natha tersenyum.
____________________________________
(*) ThankyOu for Reading 😇🙏