
Perusahaan CR-BGTA, Bogota
Waktu Istirahat Makan Siang.
Ruangan Devisi Keuangan,
Selesai melakukan tugasnya, Natha melirik jam tangannya yang telah menunjukkan waktu untuk makan siang. Dengan cepat Natha mengambil benda pipih kesayangannya dan menekan beberapa nomor dan melakukan panggilan suara pada seseorang.
"Ya sayang,?" Ucap suara seorang pria.
"Lagi sibuk?" Tanya Natha lewat panggilan suara pada El
"Tidak, ada apa sayang?"
"Sudah makan siang?"
"Belum. Kamu?"
"Belum juga. Mau makan siang bersama?"
"Hmm. Baiklah, 10 menit lagi Aku tunggu di parkiran."
"Oke. Bye." Ucap Natha mengakhiri panggilan suara.
"Mau makan siang dengan kak El?" Tanya Samantha yang sedari tadi mendengar percakapan El dan Natha.
"Ya." Ucap Natha tersenyum malu
"Kalian tau sendirikan kalau di biarkan pasti El akan melewatkan makan siangnya lagi." Jelas Natha berbisik
"Hmmm" di anggukan oleh Sam dan Ella
"Ayo kita makam siang bersama.." ajak Natha pada Samantha dan Daniella.
"Maaf Nath, sepertinya kita makan siang di kantin saja. Kita berdua tidak ingin mengganggu makan siangmu dan kak El." Ucap Ella tersenyum menggoda
"Ia Nath, yang ada aku dan Ella hanya akan menjadi obat nyamuk disana." Sambung Sam tertawa.
"Baiklah."
"hussss... mulut di kondisikan yah Sam.." ucap Natha berbisik karena takut jika ada orang yang mendengar percakapan ketiganya.
"Apa kalian ingin titip sesuatu?" Tanya Natha sebelum meninggalkan kedua sahabatnya itu.
"Tidak Nath." Sahut kedua sahabatnya.
"Pergilah dan hati-hati." Ucap Ella tersenyum.
"Bye.."
****
Ruangan CEO, Perusahaan CR-BGTA
Setelah menerima panggilan suara dari Natha, El cepat-cepat membereskan berkas-berkas yang sedang di kerjakannya. Ia kemudian menyalakan sesuatu yang terletak di salah satu sudut ruangannya yang hanya di ketahui oleh El dan Leo, sebelum meninggalkan ruangannya.
"Mau kemana?" Tanya Sekertaris El yang telah berada di depan ruangan El yang sepertinya akan menemui El.
"Makan Siang."
"Hmm. Sendiri?" Tanya lagi sekertaris El.
"Hmm." hanya di balas dengan deheman oleh El.
"Mau aku temani?"
"Tidak perlu,"
"Tolong kosongkan jadwalku setelah makan siang." Ucap El tegas
"Dan satu lagi, jaga sikapmu saat berbicara dengan atasanmu, Veronica." Sambung El
"Deg"
"Kenapa aura El terlihat berbeda, sangat menakutkan." Batin Veronika.
"Baik Señor Christhopper.
"Tolong maafkan kelakuan saya yang tidak sopan terhadap anda." Ucap Veronica memohon.
"Jika aku tidak meminta maaf, bisa saja pria ini memecatku dan semua usahaku dan papa akan sia-sia." Batin Veronika.
"Hmm" sahut El hanya dengan deheman.
El kemudian melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Veronica.
"Dasar wanita licik, Dia pikir aku laki-laki yang mudah di bodohi.. cihh" batin Daniell.
*****
Sepeninggalnya El,
"Aku harus menjalankan rencanaku siang ini. Kelihatannya El akan lama keluar." Batin Veronica
Dengan cepat Veronica membuka pintu ruangan El dan menuju meja kerja El sambil mencari-cari berkas yang di perlukannya.
"Sial.. Dimana letak berkas-berkas penting itu ." Batin Veronica
"Aku tidak boleh menyerah .."
Vero kemudian melanjutkan mencari-cari berkas yang di perlukannya, hingga akhirnya Vero melihat sebuah map berwarna putih yang tersusun di salah satu tempat berkas-berkas penting perusahaan CR-BGTA.
"Akhirnya..." batin Veronica ketika melihat isi dalam map tersebut.
Veropun bernafas legah ketika berkas penting perusahaan El telah berada dalam gengamannya.
Vero kemudian meninggalkan ruangan kerja El dengan wajah terus tersenyum.
"Pa.. Vero telah berhasil menemukannya." isi pesan yang dikirim Vero untuk papanya di sertai sebuah gambar.
*****
Di Mobil El,
"Mau makan siang dimana sayang?" Tanya El pada Natha ketika telah berada di dalam mobil mewah milik El.
Namun sebelum di jawab oleh Natha, suara alarm di Handphone El berbunyi.
🚫Alarm yang menandakan bahwa CCTV dalam ruangannya telah aktif.
⚠ CCTV dalam ruangan El akan aktif dan langsung masuk permberitahuan dalam 📲 El jika seseorang masuk ke dalam ruangannya, kecuali El dan Leo.
El dengan cepat mengambil handphone miliknya dan memeriksa handphonenya.
"Sayang coba lihat.." ajak El pada Natha untuk melihat rekaman CCTV tersembunyi yang berada di dalam ruangannya.
"Veronica?,
"Mau apa wanita ini?" Tanya Natha
"Entahlah ... kita lihat saja.," ucap El santai.
"Jadi makan siang kita batal nih?" Tanya Natha yang melihat El sibuk dengan Smartphonenya.
"Bagaimana kalau kita makan siang di mobil saja?" Ujar El memberi Ide.
"Bukan Ide yang buruk."
Natha kemudian memesan makan dan minuman online lewat smartphone kesayangannya sedangkan El sibuk memperhatikan layar smartphone miliknya.
"Apa yang dicari Veronika, Sayang?" Tanya Natha yang melihat wajah frustasi Veronica yang berusaha mencari sesuatu tapi belum di temukan Veronica.
"Berkas penting perusahaan." Sahut El singkat
20 menit kemudian, pesanan makanan dan minuman Natha datang.
Di bawah oleh seorang kurir yang terlihat dari salah satu Restoran mewah di kota itu karena pengantarannya menggunakan mobil bahkan sang kurir pembawa makanan dan minuman terlihat sangat rapih dengan pakaian yang digunakannya.
El membuka kaca mobilnya melihat kurir yang membawa makanan dan minumannya telah berdiri di samping mobil mewahnya kemudian mengambil pesanan tersebut dan membayarnya.
"Terima Kasih." Ucap El yang di balas anggukan oleh kurir tersebut, kemudian El menutup kembali kaca mobilnya.
Natha yang melihat makan dan minuman pesanannya yang di pegang oleh El langsung mengambilnya dari tangan El dan menata makanan dan minuman itu agar tidak tumpah di dalam mobil El.
Natha memberi minuman terlebih dahulu pada El. Setelah dilihatnya El telah meminum minuman yang diberikannya, Natha kemudian memberi makanan yang di tatanya tadi untuk El. Namun karena El terlalu fokus pada layar smartphonnya, makanan yang diberi Natha hampir tumpah. Melihat hal itu Natha berinisiatif menyuapi El karena melihat El yang sibuk memeperhatikan Veronica lewat smartphonnya.
Natha menyuapi El dengan penuh kelembutan dan perhatian sehingga membuat El tersenyum bahagia.
"Terima kasih sayang." Ucap El ketika telah mengahabiskan makan siangnya.
"Sama-sama." Seru Natha tersenyum
El yang melihat senyum Indah Natha dengan cepat mencium pipi Natha.
Natha tersenyum lagi melihat tingkah El kemudian menikamati makan siangnya sendiri.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Natha ketika melihat Vero telah memegang sebuah map berwarna putih.
"Memulai permainan." Ucap El dengan senyum yang memiliki arti tertentu.
"Baiklah."
"Aku harus segera kembali."
"Hmmm"
"Hati-hati sayang." Ucap El meninggalkan sebuah ciuman pada Natha dan di balas Natha dengan mencium El juga.
"Bye"
Ketika selesai makan siang, Natha menata kembali bekas tempat makan dan minumnya dan El, kemudian meninggalkan mobil mewah El. Namun sebelum kembali ke ruangan kerjanya Natha membuang bekas tempat makan dan minumnya dengan El yang dibawanya dari tadi di tempat sampah.
"Permainan di mulai paman Antonio." Batin El.
___________________________________
(*) Thankyou for Reading 🙏😇