LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER

LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER
LS-11


NATHANIEL


"Hai Selamat Pagi." Ucap seseorang pada Natha ...


Saat melihat orang itu, Natha dengan cepat menghampiri orang itu dan memeluknya. Natha sangat senang ketika melihat orang itu berada di mansionnya.


"Kapan kak Nathan tiba?" tanya Natha masih dalam pelukan Nathan.


"Baru tadi Nath, jam 4 mungkin." Jawab Nathan sambil mencium kening Natha..


Natha kemudian mengucapkan selamat Pagi kepada kedua orang tuanya dan mencium pipi kedua orang tuanya. Kemudian ke empat orang tersebut menikmati sarapan bersama.


Terlihat keakraban di dalam keluarga itu.


(*)


Nathaniel Mathea adalah anak dari kakak Ny.Beatrix yang bernama Tuan Brandon Mathea. Kedua keluarga sangat dekat selain karena ikatan saudara, masing-masing dari Keluarga Alexander maupun Mathea hanya mempunyai seorang anak. Keluarga Alexander dengan anak perempuan dan keluarga Mathea dengan anak laki-laki, hingga membuat keluarga ini saling menyayangi. Tuan dan Ny. Alexander sudah menganggap Nathan sebagai anak mereka sendiri, tanpa membedakan Natha dan Nathan begitupun Natha di keluarga Tuan Brandon Mathea.


Keluarga Nathan memiliki perusahaan interior namun ketika orang tua Nathan meninggal, perusahaan tersebut di ambil alih oleh adik dari Ny. Alinka, mama dari Nathan. Saat kedua orang tua Nathan meninggal, Nathan masih sangat mudah sehingga seluruh aset kepemilikan dari Tuan Brandon di alihkan sementara kepada adik dari Ny. Alinka namun ketika usia Nathan sudah bisa untuk menerima semua aset kepemilikan dari orang tuanya, Adik dari Ny. Alinka tidak memberikan hak Nathan sebagai pemilik sah seluruh aset Tuan & Ny. Mathea. Karena saat itu Nathan belum mengerti akan hal-hal seperti itu, Nathan hanya diam karena Ia tidak tau apa yang harus Ia lakukan. Nathan kemudian menceritakan hal-hal yang terjadi kepada Tuan dan Ny. Alexander dan Tuan Michael memberikan nasihat kepada Nathan mengenai hal itu. Karena nasihat dari Tuan Michael, membuat Nathan terus berusaha untuk menyelesaikan pendidikannya dan bekerja keras untuk membentuk kepribadiannya. Tuan Michael memberi Nasihat kepada Nathan agar Nathan mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menguasai dirinya dan berusaha menyelesaikan pendidikannya agar mampu melawan orang-orang yang seenaknya. Bukan melawan dengan hal-hal buruk melaikan dengan berbagai prestasi.


Nathan kemudian menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan mulai bekerja di perusahaan ALX-COLOMB yang berada di Madrid. Nathan memulai semuanya dengan usahanya sendiri. Sebelum Nathan bekerja di perusahaan ALX-COLOMB, Nathan melakukan kesepakatan terlebih dahulu dengan Tuan Michael.


Karena prestasi Nathan di perusahaan ALX-COLOMB membuat Tuan Michael meminta Nathan untuk pindah di Kolombia dan tinggal bersama keluarga Alexander. Nathan menyetujui hal itu karena Nathan telah merencanakan sesuatu untuk mengambil alih kepemilikan orang tuanya, salah satu rencananya adalah tinggal di Kolombia untuk bekerja dan mengasah kemampuannya.


(*)


"Sepertinya aku harus berangkat." ujar Natha ketika melihat jam sudah pukul 07.30


"Biar kakak yang antar Nath." seru Nathan menyelesaikan sarapannya


"Apa kak Nathan tidak lelah?" tanya Natha yang khawatir


"Kakak tidak lelah sayang,, ayo." seru Nathan berdiri


"Pa..Ma.. Nathan antar Natha kerja dulu ya." pamit Nathan pada Tuan dan Ny. Alexander


"Pa..Ma.. Natha berangkat dulu yah ...." pamit Natha, tak lupa Natha mengingatkan kepada kedua orang tuanya untuk menjaga kesehatan dengan meminum Vitamin.


"Love you" seru Natha sambil mencium pipi kedua orang tuanya


Di dalam mobil .....


"Bagaimana pekerjaanmu Nath?" Tanya Nathan membuka percakapan


"Sampai sekarang Baik-baik saja kak dan juga menyenangkan, banyak hal yang Natha dapat saat bekerja dan tentunya kak Nathan taukan semua itu terjadi karena tidak ada yang tau siapa Natha ." ucap Natha terseyum


"Hmm" Nathan dengan dehemam sambil tersenyum.


Keduanya saling menceritakan pengalaman masing-masing. Di dunia bisnis maupun kehidupan pribadi. Nathan dan Natha memiliki sikap dan sifat yang sama membuat keduanya nyaman jika bersama. Nathan dan Natha juga saling menyayangi satu sama lain, Natha sangat menyayangi adik perempuannya begitupun Natha yang sangat menyayangi kakak laki-lakinya. Karena dari kecil Nathan tinggal dan besar di Madrid, membuat keduanya hanya bisa saling berkomunikasi lewat sambungan telepone atau vidio call dan jika Natha merindukan Nathan, Natha akan mengunjungi Nathan di Madrid.


"Sampai" seru Nathan ketika tiba di depan salah satu perusahaan besar di Kolombia dan mengalihkan matanya pada sebuat tulisan besar dengan Nama CR-BGTA..


"Nath, bukankah ini perusahaan..." tanya Nathan kaget ketika tau Natha bekerja di perusahaan El


"Hmmm" sambil tersenyum


"Apa kau serius Nath?" tanya Nathan lagi yang tidak percaya akan yang di lakukan Natha


Nathan tau jika Natha mencintai El dari kecil karena Natha selalu menceritakan apapun yang berhubungan dengan El. Namun Nathan tidak tau jika adik perempuannya itu bekerja di perusahaan milik keluarga Christopper.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Nathan mulai khawatir.


"Aku baik-baik saja kak, tidak ada yang perlu di khawatirkan." ucap Natha menenangkan Nathan


Nathan hanya mengangguk tanda mengerti dan memeluk Natha.


Tanpa mereka sadari seseorang dengan sorot mata yang tajam melihat perbuatan keduanya.


Daniell yang baru tiba di perusahaannya terkejut ketika melihat orang yang di kenalnya di peluk oleh seorang laki-laki yang tidak di kenal El. El tau jika Ia tidak punya hak untuk marah kepada Natha hanya saja kecemburuannya melihat Natha dan lelaki itu berpelukan membuat El marah besar.


"Natha pergi dulu yah kak" ucap Natha sebelum turun dari mobil


"Semangat... be care full dear" seru Nathan memberi semangat pada Natha.


"Thankyou ... byee" ucap Natha dan langsung meninggalkan Nathan dan menuju ruangan kerjanya.


*****


"Siapa laki-laki itu" batin El.


"Bukankah kata Natha tadi malam, Dia tidak dekat dengan seorang pria?"


"Apa mungkin Natha berbohong?" batin El bertanya-tanya


"Tapi Natha bukan pribadi yang suka berbohong" batin El ...


"Aku harus mencari tau siapa Laki-laki itu" gumam El.


El kemudian menelpon seseorang untuk mencari tau siapa laki-laki yang bersama Natha pagi tadi.


*****


Natha menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan menikamati hari indahnya di kantor bersama Sam dan Ella.


Sebelum Natha pulang ke mansion keluarga Alexander, Natha menyempatkan diri menuju cafenya untuk melihat keadaan cafenya.


Ketika tiba di cafe yang diberi nama HOLLY CAFE, Natha duduk dan memainkan benda pipih kesayangannya.


Tak lama kemudian Gabriela datang menghampiri Natha yang sedang duduk.


"Ada yang Bisa saya bantu Señorita?" Tanya Gabriela yang berdiri di depan tempat duduk Natha.


Tidak ada pelayan cafe yang curiga melihat Gabriela berprilaku seperti itu karena memang seperti itulah Gabriela. Gabriela sering membantu para pelayan cafe untuk menjamu pelanggan cafe yang datang.


"Seperti biasa Gab," ucap Natha dengan senyum Indahnya.


"Dan tolong bawa dokumen-dokumen penting yang harus aku tanda tangani Gab." sambung Natha


"Baik Señorita." suara Gabriela


Ketika Gabriela pergi meninggalkan Natha, seseorang datang menghampiri Natha..


"Apa yang kau lakukan disini anak magang?" Tanya Jessy sinis


"Hanya ingin melepas lelah setelah bekerja dengan meminun secangkir kopi hangat" jawab Natha tenang dan tersenyum manis,


"Dan Kau" tanya Natha heran melihat Jessy berada di cafe miliknya.


"Menurutmu apa tujuan pemilik cafe datang mengunjungi cafenya sendiri?" seru Jessy dengan sombongnya


"Haa? Pemilik Cafe" batin Natha


"Hmmm..." ucap Natha dengan tesenyum penuh arti.


Gabriela datang dan membawa sebuah nampan berisi secangkir kopi hangat kesukaan Natha dan sebuah amplop coklat.


"Ini Señorita" kata Gabriela Sopan


"Kenapa kau bicara seperti itu padanya.. hah..." tanya Jessy melirik Gabriela


"Apakah salah jika saya berbicara seperti itu pada pengunjung cafe ini señorita?" seru Gabriela pada Jessy dengan sopan


"Dia bukan siapa-siapa disini dan dia hanya seorang anak magang, tidak sepantasnya kau melakukan itu bodoh." bentak Jessy sinis karena tidak menyukai tingkah Gabriela pada Natha..


"Dan siapa anda hingga berani sekali berkata seperti itu señorita?" Tanya Gabriela yang menahan amarahnya.


"Apa kau tidak tau siapa aku? Aku pemilik cafe ini dan perkenalkan namaku Jessika Gill" ucap Jessy dengan gayanya yang sombong ...


"Apa kau yakin cafe ini milikmu? Bukankah cafe ini milik wanita bernama Syalomita Alexander?" tanya seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikan tingkah sombong Jessy.


"Apa maksudmu señor?" bantah Jessy yang menutupi kegugupannya.


"Anda pasti mengerti maksud saya Señorita." Suara laki-laki itu memojokkan Jessy


"Kau........Keluar dari cafe ini" bentak Jessy Marah menunjuk ke arah laki-laki itu ..


"Gabriela.......


_______________________________________


(*) Thankyou for reading 😇