LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER

LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER
LS-16


KEBODOHAN


"Dokter bagaimana keadaan papa saya?" tanya Vic ketika melihat seorang Dokter cantik dengan name tag Dr. MEILAN sedang memeriksa keadaan papanya saat Ia masuk ke dalam kamar tersebut.


Dr. Meilan yang baru selesai memeriksa keadaan Tuan Ethan langsung mengarahkan pandangannya pada Vic.


Deg ... Dr. Meilan terpesona ketika melihat sosok Pria tampan yang berada di depannya.


"Keadaan pasien sudah baik, hanya saja harus tetap Istirahat dan memakan Obat secara teratur" jelas Dr.Meilan tenang berusaha menutupi kegugupannya melihat pria tampan itu.


"Baiklah kalau bagitu saya permisi" pamit Dr.Meilan dan segera meninggalkan kamar rawat Tuan Ethan.


Sepeninggalnya Dr.Meilan, Vic langsung memeluk sang papa tercinta.


"Maaf Pa" kata Vic dalam pelukan sang Papa


"Memangnya apa kesalahanmu, Nak" tanya Tuan Ethan mencairkan suasana sambil melepaskan pelukan Vic.


Tuan Ethan sangat senang ketika melihat putra satu-satunya datang walaupun kedatangannya karena keadaan orangtuanya namum Tuan Ethan senang karena bisa melihat putranya.


"Maaf Pa" ucap Vic lagi yang mulai mengeluarkan cairan bening dari matanya.


**Vic bukan Pria lemah, namun bagaimana jika kita berada di pisisi Vic. Ketika kita sebagai anak yang jauh dari orang tua kita mendapat kabar jika orang tua yang Kita tau keadaan mereka baik-baik saja masuk Rumah Sakit, pasti kita akan menangis. Menangis bukan karena kita  lemah namun karena kita khawatir dan takut jika kehilangan orang-orang yang Kita cintai. Apalagi jika ada keinginan orang tua yang belum kita wujudkan. Kasih sayang dan cinta dari orang tua untuk anaknya lebih dari segalanya. Sebagai orang tua, mereka akan melakukan hal apapun agar anak-anaknya bahagia. Seperti kita ketika kita meninggalkan orang tua kita untuk bekerja, walaupun berat untuk melepas kepergian kita, orang tua akan tetap mengizinkan agar kita merasa bahagia**


"Tidak apa-apa Nak, melihatmu sukses membuat papa bahagia apalagi melihatmu berada disini membuat papa lebih bahagia" tutur Tuan Ethan lembut.


"Jangan menangis, Mama akan sedih jika melihatmu menangis." sambung Tuan Ethan menenangkan Vic.


"Temuilah mamamu Nak, mamamu pasti menunggumu." ucap Tuan Ethan


"Bagaimana dengan Papa?" tanya Vic yang khawatir meninggalkan Papanya


"Papa akan baik-baik saja Nak. Papa sudah menghubungi Paman Yo dan Bibi Maya (Maid di Kediaman keluarga Israel) untuk datang membawa keperluan papa dan mama." jelas Tuan Ethan


" Baiklah Pa.. Vic akan menemui mama dulu." pamit Vic dan keluar dari kamar rawat papanya dan langsung menuju ke lantai 5 tempat mamanya di rawat.


Di lantai 5, Blessed Hospital


"Apa saya bisa langsung menemui Mama saya?" tanya Vic pada Sus dengan Name tag Priskila ketika memperlihatkan kartu identitasnya.


"Maaf Señor, saat ini señora Sofia sedang di tangani oleh Dokter. Anda bisa menemui pasien jika Dokter telah selesai menangani pasien" jelas Sus Priskila


"Apa yang terjadi Sus?" tanya Vic yang mulai takut jika terjadi hal buruk pada mamanya


"Tadi Pasien mengalami kejang-kejang," jelas Sus Priskila


Vic yang mendengar ucapan Sus Priskila tak mampu menahan berat tubuhnya hingga terjatuh di lantai tempat Ia berdiri.


Sus Priskila yang melihat keadaan Vic langsung keluar dari ruang kerjanya memanggil beberapa perawat untuk membantu Vic berdiri dan duduk di depan kamar rawat sang mama.


10 menit berlalu ....


Pintu kamar rawat Ny. Sofia terbuka dan keluarlah seorang Dokter.


"Bagaimana keadaan mama saya Dok?" Tanya Vic yang langsung berdiri sebelum melihat wajah sang Dokter..


"Degggg.... suara itu"


"Ikut saya" ucap Dr. Timothy


"Deg..deg...deg...." suara jantung Vic saat mendengar suara Dokter yang menangani mamanya.


"Apa mungkin" batin Vic


Dr.Timothy masuk ke dalam ruangannya di ikuti Vic.


Vic terkejut melihat Dr. Timothy namum tetap bersikap tenang di depan Dr. Timothy.


"Kau terlihat sangat cantik Billa bahkan semakin dewasa." batin Vic yang sebenarnya ingin mengungkapkan isi hatinya pada Billa (Panggilan akrabnya dulu) namun Vic sadar mungkin Billa sudah tidak menganggap Vic sebagai sahabatnya.


Karena senang melihat wanita yang di rindukannya membuat jantung Vic seakan bermasalah saat berhadapan dengan Billa.


"Bagaimana keadaan Mama saya, Dok?" tanya Vic menetralkan jantungnya


"Anda pasti sudah tau tentang penyakit yang di derita mama anda, bukan?"


Vic menganggukan kepalah tanda bahwa Ia tau tentang penyakit mamanya.


"Saya tau berat bagi anda dan keluarga ketika mengetahui penyakit yang di derita mama anda. Saat ini keadaannya semakin buruk.


Jika saja saat awal penyakit ini  mama langsung melakukan perawatan pasti kondisinya tidak akan seperti saat ini." jelas Dr. Timothy


"Saya akan berusaha semampu saya." ucap Dr. Timothy pada Vic


"Tolong Bill, aku sayang mama" ucap Vic lirih


"Jika anda menyayangi mama dan papa anda, bagaimana bisa anda melakukan hal seperti ini?" tanya Dr. Timothy yang mulai emosi.


Vic terdiam, bingung dengan apa yang keluar dari mulut Salsabilla.


"Kau tau bagaimana penderitaan mama selama ini.. haaa? Malam tadi mama sempat sadar saat aku berada di kamar rawat mama. Mama menceritakan bagaimana keadaan mama padaku. Saat kau pergi dan tak perna pulang menemui mama. Mama sangat merindukanmu, kau tau itu Vic. Mama menahan rasa rindunya serta menyembunyikan penyakit yang di deritanya sendiri. Kau tau bagaimana rasanya.. haa" ucap Salsa yang sudah tak bisa menahan emosinya.


"Mama menceritakan penyebab kepeegianmu padaku. Kau tau betapa bodohnya kamu?" ejek Salsabilla.


"Kau tau karena kesalah-pahamanmu itu membuat mama, papa dan aku menderita." keluh Salsa emosi..


hening ...


"Sedangkan dirimu, kau terlihat baik-baik saja." sambung Salsa menertawakan dirinya sendiri yang merasakan trauma saat kepergian Vic sedangkan Vic terlihat baik-baik saja.


"Apa yang terjadi Billa?" tanga Vic setelah mendengar perkataan Salsa.


"Kau tak perlu tau.. " ucap Salsa ketus


"Tetaplah menemani mama dan Saya akan berusaha semampu saya untuk kesembuhan mama anda." ucap Salsa


"Dan jangan perna putus mendoakan kesembuhan mama anda."


"Anda boleh keluar Señor Vicroy." sambung Salsa


Vic kaget melihat aura Salsa yang berbeda. Salsa terlihat makin dewasa dan tegas.


Vic kemudian berdiri dan keluar meninggalkan ruangan Salsa.


Vicroy POV


Setelah keluar dari ruangan Billa, Aku bertanya-tanya pada diriku.


"Apa sebenarnya yang terjadi?


"Membuat mereka menderita?


"Salah Paham?


"Kebodohanku?


"Sebenarnya apa yang terjadi setelah kepergianku.. bukankah mama dan papa baik-baik saja?


"Dan Billa? Diapun terlihat baik-baik saja...


Atau ada yang tidak aku ketahui?"


Aku sadar setelah kepergianku, aku tidak perna kembali di Negaraku lagi. Alasannya adalah aku ingin benar-benar melupakan wanita yang aku cintai.


Egois?


Ya, aku Egois karena tidak memikirkan keadaan mereka yang aku tinggalkan. Hanya berbagi kabar lewat telpone seluler, aku pikir itu cukup untuk membuat mama dan papa senang ternyata aku salah.


Dan Billa? Aku pikir Dia berbahagia bersama El setelah kepergiannku, tapi apa aku salah?"


"Aku rasa banyak hal yang aku lewatkan setelah kepergianku. Aku harus mencari tau semua yang terjadi." tekad Vic.


*****


"Aku butuh bantuanmu Rey" kata Vic ketika Rey mengangkat telpon dari Vic.


"Apa yang kau butuhkan Vic?" tanya Rey


"Selesaikan pekerjaanmu di perusahaan pusat dengan cepat dan tugaskan sek. Frans untuk menggantikan pekerjaanmu." Jelas Vic, "Dan kau datanglah ke Bogota karena aku butuh bantuanmu." sambung Vic


"Baik" kata  Rey singkat kemudian sambungan telpon berakhir.


Vic segera masuk ke dalam kamar rawat mamanya.


Saat Vic telah berada di dalam kamar rawat mamanya, Vic tertegun melihat peralatan medis yang berada di tubuh mamanya. Vic menangis melihat keadaan sang mama yang sangat memprihatinkan.


Vic berlutut berdoa untuk kesembuhan sang mama. Tak ada yang bisa Vic lakukan selain berdoa. Vic yakin bahwa Kuasa Doa mampu mengubah segala sesuatu. Vic berharap agar mamanya bisa melewati masa kritis.


________________________________________


(*) Thankyou for Reading 😇