
TOLONG BANTU AKU
Blessed Hospital, Kolombia
"Selamat Malam Sayang." Ucap Ny. Sofia saat melihat Salsa masuk
"Maaf mengganggu.." kata Salsa sopan kepada 4 orang di dalam kamar rawat Ny. Sofia dan langsung menuju ke samping tempat tidur.
"Bagaimana keadaan mama?" Tanya Salsa pada Ny. Sofia
"Baik-baik saja sayang.." jawab mama Sofia.
"Ma, ada yang ingin bertemu dengan mama." ucap Salsa
"Siapa sayang? Apa pacarmu?" Tanya Ny. Sofia yang penasaran
Ketika orang yang berada di dalam kamar tersebutpun ikut penasaran dengan orang yang akan menemui Nym Sofia.
"Apa mungkin pacar Billa?" Batin Vicroy
"Bukan Ma, hanya sahabat Salsa.." ucap Salsa lembut sambil mengarahkan matanya pada Vicroy yang berdiri tepat di seberang Salsa.
"Deg ... Daniel..?" Batin Vicroy
Salsa kemudian keluar dan mengajak El untuk masuk ke dalam kamar rawat Ny. Sofia.
"Selamat Malam.." ucap El memberi salam
"Daniel?" seru Ny dan Tuan Israel
"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Ny. Sofia pada El dengan suara lemah
"Seharusnya El yang bertanya pada mama, bagaimana keadaan mama"
"El baik-baik saja.." sahut El dengan tersenyum ramah
"Mama sendiri bagaimana?" Tanya El
"Mama baik-baik saja sekarang" jawab Ny. Sofia
"Papa?" Tanya El mengarahkan pandangannya pada Tuan Ethan
"Papa juga baik Daniel.." sahut Tuan Ethan
"Maaf karena El baru menjenguk mama, maaf juga karena El tidak menjenguk papa waktu papa masuk rumah sakit." Ungkap El rasa bersalah
"El juga baru tau tadi kalau mama dan papa masuk RS, Billa yang hubungi El.." jelas El
"Oh.. jadi Billa yang bilang sama El, pantas saja..
Memang mereka berdua sangat cocok.." batin Vicroy
Rey yang berada di dalam kamar tersebut meminta izin untuk keluar karena Rey merasa bahwa Dia tidak punya hak untuk tetap berada di kamar tersebut. Rey merasa bahwa sahabatnya Vicroy butuh waktu bersama dengan Salsabilla dan Daniell sahabat lamanya.
"Ia sayang tidak apa-apa." ucap Ny. Sofia dan Tuan Ethan tulus
"Gracias" seru El tersenyum
"Semoga mama akan segera sembuh. Amin.." ucap El tulus ...
"Terima Kasih" ..
El kemudian mengarahkan pandangannya pada sahabat lamanya. Rasanya El ingin memukul Vic yang hanya diam memperhatikan El berbicara dengan kedua orang tuanya.
Vic yang sebelumnya berdiri di samping ranjang Ny. Sofia, langsung berpindah tempat saat nelihat El yang masuk ke dalam kamar itu.
"Apa kau sibuk?" tanya El pada Vic
El tidak ingin berbicara dengan Vic di depan orang tua Vic. Bagaimanapun orang tua Vic tidak ada sangkut pautnya dengan masalah mereka.
"Hmm.. Tidak!"
"Ada apa?" Tanya Vic yang menutupi keterkejutannya saat El bertanya padanya
"Bagaimana kalau kita minum teh bersama di cafe depan Rumah Sakit ini?" Ajak El
"Hmmm... boleh.." jawab Vic
"Kamu juga Bill" ajak El juga pada Salsa
"Baiklah" sahut Salsa karena tidak enak jika mama dan papa Vic melihat Dia dan El bertengkar hanya karena Salsa menolak ajakan El.
Mereka bertigapun pamit kepada Tuan Ethan dan Ny. Sofia untuk minum teh di depan Rumah Sakit itu. Dan di jawab dengan anggukan oleh kedua orang tersebut. Karena Ny. Sofia juga harus segera istirahat begitupun dengan Tuan Ethan yang tidak boleh terlalu capek.
El berjalan di ikuti Vic di belakang karena Vic merasa belum nyaman jika berjalan beriringan dengan El.
Saat tiba di lantai dasar, seorang memanggil Vic.
"Vicroy?"
El dan Vic mengarahkan matanya mencari orang yang memanggil Vic dan ternyata seorang dokter cantik yang memanggil Vic. Vic berhenti dan menyapa Dokter cantik itu. Sedangkan El, tetap berjalan menunggu Salsa dan Vic di luar Rumah Sakit.
"Selamat Malam Señor Vic?" Ucap Dokter Meilan
"Selamat malam Dokter. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Vic yang merasa tidak nyaman dengan Dr. Meilan
Selama Tuan Ethan di rawat, Vic sering kali datang melihat keadaan tuan Ethan. Vic bergantian melihat keadaan orang tuanya.
Dan Dr. Meilan mencuri-curi perhatian pada Vic saat Vic melihat keadaan papanya. Vic sangat tidak nyaman dengan keadaan itu sehingga Vic meminta agar papanya tidak perlu di rawat nginap lagi karena melihat keadaan papanya yang semakin baik. Dr. Meilanpun mengizinkan Tuan Ethan tidak perlu di rawat nginap lagi dengan catatan harus istirahat yang cukup dan tidak boleh banyak pikiran.
Tuan Ethan sudah tidak di rawat nginap lagi, tapi Dr. Meilan kadang berkunjung di lantai 5 mencari-cari Vicroy. Namun karena Vic sudah memberitahu kepada bagian informasi di lantai 5 agar tidak boleh memberitahukan keberadaannya kepada siapapun membuat Dr. Meilan tidak perna bertemu dengan Vic di lantai 5.
"Apa kau sibuk?" Tanya Dr. Meilan
"Ya.. ada apa?"
"Aku ingin mengajakmu makan malam berdua." Jelas Dr. Meilan tersenyum
Saat Vic terdiam memikirkan rencana apa yang akan Ia lakukan, seseorang akan melewatinya namun langsung di cegah oleh Vic.
"Honey?" Ucap Vic yang berjalan dan langsung menggapai tangan Salsa..
Salsa hanya terdiam dengan perlakuan Vic karena syok.
Vic yang melihat kebingungan Salsa, langsung memberi kode pada Salsa dengan berbisik ..
"Tolong bantu aku" bisik Vic
Salsa yang mengerti maksud Vic mengarahkan matanya pada Dr. Meilan dan dijawab anggukan oleh Vic.
Vic dan Salsa sebenarnya sangat bahagia karena bisa saling menggenggam tangan masing-masing melepas rindu tapi keduanya berusaha menutupi kebahagiaan yang mereka rasakan.
"Maaf membuatmu menunggu." ucap Salsa lembut
"Ia tidak apa-apa Honey.."
Dr. Meilan yang sedari tadi memperhatikan Vic dan Salsa terlihat marah.
Vic menggandeng Salsa berjalan hingga berada di depan Dr. Meilan.
"Maaf Dr. Meilan, sepertinya saya tidak bisa menerima ajakan anda karena saya akan menemani Kekasih saya" jelas Vic
Salsa yang tidak mengerti hanya tersenyum mengikuti permainan Vic.
"Tidak apa-apa Señor Vic, maaf mengganggu waktu anda dan kekasih anda.." ucap Dr. Meilan dan segera meninggalkan tempat itu.
Vic dan Salsa saling pandang dan tersenyum, ada rasa nyaman yang dirasakan kedua orang tersebut.
Merekapun keluar dengan saling bergandengan tangan.
El yang menunggu Vic dan Salsa, tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya El ketika Salsa dan Vic telah berada bersamanya
"Hmm"
"Maksudmu? Apa aku terlihat sakit El?" Tanya Salsa
"Kalian terlihat sangat cocok,,
"Ku pikir kalian sedang sakit hingga berjalan bergandengan tangan.." jelas El
Deg ... deg ...
Vic dan Salsa yang tidak menyadarinya dari tadi langsung melepaskan tangan keduanya. Merasa malu karena di lihat oleh El.
Karena melihat kegugupuan kedua sahabatnya, El mengajak keduanya untuk langsung ke cafe.
*****
Cafe 394
"Bagaimana keadaanmu Vic?" Tanya El ketika ketiganya telah duduk di dalam cafe yang hanya terdapat 3 kursi dalam 1 meja.
"Baik." singakat Vic
"Apa kita bisa menyelesaikan masalah kita malam ini?" tanya El
"Maksudmu?" Tanya Vic pada El
"Aku dan Billa tidak punya hubungan yang seperti yang kau pikirkan. Aku menganggap Billa seperti adikku sendiri, tidak lebih dari itu. Kita bersahabat sudah dari kita masih remaja. Dan aku ingin kau tau jika aku dan Salsa tidak punya hubungan spesial." Jelas El
"Pasti kau tau jika aku dan Billa perna menjalin hubungan sebangai pasangan kekasih, bukan?
Aku hanya ingin menjelaskan jika Aku hanya membantu Billa dengan tr.......
"Cukup El," suara Salsa memotong ucapan El
"Tidak ada yang perlu di jelaskan El. Aku rasa Vicpun tidak peduli dengan hubungan kita berdua." Ucap Salsa
Deg ....
"Billa?
Andai kau tau bagaimana perasaanku?" Batin Vic
"Maaf Vic, aku tidak ingin terlihat lemah di depanmu." Batin Salsa
"Apa yang membuatmu pergi Vic? Tanpa alasan yang jelas?" Tanya Salsa yang ingin mendengar langsung jawaban dari Vic
"Deg"
Hening .....
"Maaf" kata yang kelur dari mulut Vic
"Bisakah kau jelaskan kenapa kau pergi?" Tanya Salsa yang mulai berkaca-kaca
"Deg" jangan menangis Bill" batin Vic ...
Vic terdiam memikirkan kata-kata yang akan Ia ucapkan.
"Vic.. apa kau masih menganggap kita sahabat?" Tanya El
Hening .....
"Aku .......
________________________________________
(*) Thankyou for Reading 😇