
21.00 - Mariscos-DA Restoraunte, Kolombia
"Bagaimana keadaan restoran? Apa ada masalah?" Tanya Vero ketus pada manager di Resto miliknya ketika berada di ruangan Veronika.
"Tidak ada Señorita." Jawab sang manager sambil memberikan beberapa berkas pada Veronika.
Vero menerima berkas-berkas tersebut dan mulai memeriksa isinya.
"Mengapa pendapatan bulan ini hanya naik 10% saja? Ha..?" Bentak Veronika yang terlihat marah ketika melihat isi berkas yang di berikan manager tadi.
"Apa sebenarnya yang kalian lakukan, bersantai atau bekerja?" Sambung Veronika
Bukannya senang dengan pendapatan Restoran yang naik hingga 10% yang ada Veronika marah besar karena pendapatan resto hanya naik 10%.
"Maaf Señorita, kami telah berusaha melakukan yang terbaik untuk Restoran ini." Sahut Manager resto tersebut dengan suara bergetar.
"Terbaik.. ini yang kalian bilang terbaik? Hanya 10% kalian bilang terbaik?"
"Setelah pendapatan restoran kita yang menurun drastis karena masalah yang terjadi pada waktu lalu, kami melakukan strategi untuk menaikan pendapatan restoran ini. Dan akhirnya dengan usaha keras kita, pendapatan Restorant bulan ini bisa naik 10%." Jelas Manager
"Kumpulkan semua pegawai Restoran ini."
"Aku tidak ingin mempekerjakan orang-orang yang tidak tau di untung." Ucap Veronika marah
Karena melihat Vero yang marah besar, sang manager restoran langsung berlalu meninggalkan Vero dan menjalankan perintah Vero.
Veronika POV,
"Dasar tidak tau di untung. Bagaimana bisa pendapatan bulan ini hanya naik 10%?" Kata Vero berbicara pada dirinya sendiri.
"Terbaik? Kata mereka melakukan yang terbaik" ucap Vero mengingat perkataan Manager tadi
"Terbaik jika pendapatan naik minimal 80% bukan hanya naik 10%, dasar orang-orang b***h.."
"Aku harus segera menghancurkan Cafe Holly," ujar Veronica marah dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Siapapun pemilik cafe itu aku tidak peduli... karena yang aku inginkan adalah kehancuran cafe itu.."
Vero kemudian menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.
Ketika panggilan di akhiri, wajah Vero terlihat bahagia. Seakan mendapatkan hadiah besar yang membuatnya bahagia.
*****
30 menit kemudian . . .
Terlihat semua pegawai Restoran Mariscos-DA telah terkumpul dan seluruh Pegawai Restoran Mariscos-DA berbaris rapih menunggu Pemilik Restoran tersebut.
Veronika keluar dari Ruangan kerjanya dan langsung menemui para pegawainya.
"Apa kalian tau kesalahan kalian?" Tanya Vero ketika telah berada bersama pegawai restorannya.
Hening . . .
"Apa kalian tau kesalahan kalian?" Teriak Veronika emosi
"Maaf Señorita." Ucap Manager resto dengan suara bergetar.
"Kalian semua saya Pecat."
Para pegawai Restoran tersebut tersentak kaget mendengar pekataan Veronika.
"Bagaimana bisa anda dengan seenaknya bisa memecat kami sedangkan Gaji kami belum di bayar?" Protes seorang pegawai restoran
"Apa maksud anda?" Tanya Veronika yang terlihat bingung
"Jika gaji kami telah di bayar kami dengan sukarela mengajukan surat pengunduran diri di Restoran ini tanpa perlu anda memecat kami." Sambung pegawai tersebut.
"Saya tidak tau menau soal gaji kalian. Yang saya tau kalian bekerja di restoran ini dan membuat restoran saya mendapatkan keuntungan bukan sebaliknya."
"Jadi untuk gaji kalian yang tidak di bayar, itu urusan kalian dengan manager bukan dengan saya." Ucap Vero santai
"Apa maksud anda Señorita?" Tanya Manager yang merasa dirinya di sebut hingga memberanikan dirinya bertanya pada Veronika
"Ya. Aku tidak tau mengenai gaji karyawan, itu bukan urusanku."
"Jadi selesaikan masalah ini dengan cepat dan jangan perna datang atau menginjakkan kaki kalian lagi di restoran milikku ini." Ucap Veronika sombong
"Sebelumnya saya minta maaf Señorita, tapi untuk gaji bulan lalu dan seterusnya telah menjadi tanggung jawab anda dan Señor Agust. Semua telah tercantum dalam kontrak baru yang disusun oleh Señor Agust saat mengunjungi resto ini beberapa waktu lalu." Jelas Manager yang bernama Andika.
"Kapan Daddy membuat kontrak baru? Mengapa tanpa aku?" Bentak Veronika
"Maaf Señorita, untuk masalah itu saya tidak tau." Ucap Andika sopan.
"Bagaimana dengan gaji kami?" Teriak seorang pegawai dengan name tag Tian
"Saya akan membayar semua gaji kalian semua." Ucap Veronika dan langsung pergi, kembali ke ruangannya karena merasa malu.
Ruangan Veronika,
"Kenapa Daddy membuat kontrak baru tanpa sepengetahuanku?" Batin Vero
"Aku harus menanyakan langsung hal ini pada Daddy"..
"Hallo sayang.." ucap Mommy Margareth pada Veronika ketika panggilan suara Veronika di terima oleh mommy Margareth
"Hallo mom, apa daddy ada?" Tanya Vero yang tak menyangka jika mommynya yang menerima panggilan suara darinya.
"Daddy sedang berada dalam ruangan kerjanya sayang, ada apa?"
"Apa daddy sibuk mom?"
"Sepertinya.. Ada apa sayang?"
"Ada yang ingin Vero tanyakan pada Daddy mom, mengenai Restoran."
"Tunggu sebentar, mommy panggilkan Daddymu dulu.."
Beberapa saat kemudian . . .
"Ya sayang ada apa?" Tanya Daddy Vero
"Kenapa Daddy membuat kontrak baru tanpa sepengetahuanku? Daddy tau, daddy membuat aku malu di depan karyawan restoran?" Ucap Vero yang terdengar marah
"Apa yang terjadi dear?"
"Daddy tau, pendapatan resto kita bulan ini hanya naik 10% . . . (Vero menceritakan semua yang terjadi di restoran pada daddynya)"
"Daddy akan menghubungimu lagi.. bye dear.." ucap Tuan Agust dan mengakhiri panggilan suara dari Veronika.
Aaaaaaaa ..... teriak Veronika frustasi ketika panggilan suara di akhiri oleh daddynya.
"Daddy . . . "
____________________________________
(*) Thankyou for Reading 😇🙏
*Sorry telat up guys 🙏🙏🙏