LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER

LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER
LS-17


EMOSI


Salsabilla POV


Siang itu Aku menerima telepon dari Dr.Kenzo. Dr.Kenzo adalah salah satu Dokter senior spesialis Kanker Darah di Blessed Hospital. Dr.Kenzo memintaku untuk datang ke ruangannya.


Dengan langkah cepat aku langsung menuju ruangan Dr.Kenzo, aku tau jika ada hal penting yang akan disampaikan Dr.Kenzo padaku hingga Dokter memintaku langsung untuk menemuinya.


Saat aku tiba di ruangan Dr.Kenzo aku memberi salam dan duduk. Kami melakukan percakapan biasa sesama dokter yaitu tentang keadaan pasien. Namun ada hal yang membuatku gembira, Dr.Kenzo mengalihkan pasiennya padaku. Aku bahagia karena akulah yang di pilih oleh Dr.Kenzo dari banyaknya Dr. spesialis kanker darah di Rumah Sakit ini. Dr. Kenzo bukanlah Dr. sembarangan yang seenaknya mengalihkan pasiennya pada Dr. lain. Seperti kata Dr.Kenzo, Dia memiliki urusan Keluarga. Aku mengenal Dr.Kenzo dari awal aku di Rumah Sakit ini. Dr. Kenzo sangat menyayangi keluarganya. Dari yang aku lihat, Dr. Kenzo tidak perna mengabaikan Istri dan anak-anaknya. Jika waktu libur sekolah anak-anaknya, Ia akan cuti untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.


Aku menerima hal itu. Dr.Kenzopun memberikan map merah yang aku tau isinya adalah data-data serta informasi mengenai pasien tersebut.


Aku kembali ke ruanganku dengan bahagia. Saat aku membuka map merah itu aku terkejut membaca nama yang tertera di sana.


"Señora Sofia Belvana"


"Mama Sofia?" Batinku ...


Aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat dengan cepat aku membaca halaman-halaman berikutnya yang ada di map merah tersebut dan ternyata benar pasienku adalah mama Sofia.


Saat aku sedang serius membaca isi dari map tersebut seorang sus datang dan mengatakan jika detak jantung mama Sofia melemah.


Aku kaget mendengar perkataan sus tersebut


"Ya Tuhan tolong mama" Batinku..


Aku segera mengambil peralatan medisku dan langsung menuju kamar rawat mama Sofia.


30 menit berlalu, kami yang berada di dalam kamar mama Sofia berusaha sebisa kami. Aku melihat timku berusaha dengan keras, aku bangga dengan mereka. Dan akhirnya usaha kami tidak sia-sia. Detak Jantung mama kembali normal.


Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar rawat mama Sofia. Aku bingung karena tidak mendapati papa Ethan ataupun anaknya mama Sofia. Aku bertanya pada Sus Priskilla mengenai Keluarga Mama Sofia.


Aku kaget saat mendengar perkataan Sus Priskilla bahwa Papa Ethanpun sedang di rawat di Rumah sakit ini. Aku berlari menuju ruangan tempat papa Ethan di rawat.


Aku melakukan prosedur sebagai pengunjung seperti biasa. Dan ketika sus memperbolehkanku untuk masuk, aku segera masuk kedalam kamar rawat papa Ethan.


Aku tau papa Ethan terkejut ketika melihatku berada di kamar rawat papa. Kami hanya mengobrol singkat karena aku meminta papa untuk banyak istirahat dan aku mengatakan pada papa Ethan jika aku akan menjaga mama Sofia.


Aku menceritakan tentang pengalihan pasien dari Dr. Kenzo - kepadaku dan Papa Ethan mengangguk mengerti.


Aku tau tubuh papa Ethan dalam keadaan lemah itu sebabnya Aku meminta Papa Ethan untuk beristirahat dan aku berpamitan pada papa Ethan membiarkan papa Ethan beristirahat.


Aku kembali ke lantai 5.


Aku duduk dalam ruanganku membaca beberapa berkas penting tentang beberapa pasienku.


Setelah itu aku teringat pada kedua orang tuaku karena jam sudah menunjukkan pukul 18.00, mereka pasti khawatir karena aku belum pulang.


Aku dengan segera menghubungi papi, Aku meminta izin pada papi dan mami jika aku tidak akan pulang. Aku menceritakan semua yang terjadi hari ini. Papi dan Mami mengerti dan memberiku izin.


Malam harinya aku menemani mama Sofia di dalam kamar rawat mama Sofia.


Malam itu mama bercerita padaku. Mama bercerita bahwa mama sangat merindukan Vic. Telah bertahun-tahun Vic pergi ke Negara K namun tak perna kembali menemui mama Sofia dan Papa Ethan. Hingga mama berkata mungkin jika mama Sofia meninggal baru Vic akan datang menemui mama Sofia. Aku menangis mendengar penuturan mama Sofia. Aku tau jika mama sangat merindukan Vic bagaimanapun mama Sofialah yang melahirkan dan membesarkan Vic. Mama juga menceritakan tentang penyakit mama, yang awalanya mama mengirah jika hanya banyak pikiran. Karena stress memikirkan Vic yang tak perna pulang membuat mama Sofia sering sakit kepalah. Hingga suatu hari sakit kepalah yang mama rasa semakin tak bisa tertahankan. Mama diam-diam pergi memeriksakan keadaan mama di salah satu rumah sakit di Negara ini. Mama sengaja tidak memeriksakan keadaannya di RS ini karena takut jika di ketahui papa Ethan. Saat mama tau bahwa mama mengidap penyakit kanker darah, mama hanya bisa pasrah dan berdoa. Mama merahasiakan keadaan mama pada papa Ethan karena mama tidak ingin membuat Papa Ethan khawatir apalagi keadaan papa Ethan yang semakin tua membuat tubuhnya akan mudah sakit. Begitupun pada putranya Vic, mama merahasiakan hal itu karena mama tidak ingin membuat impian Vic hancur karena memikirkan keadaan mama. Aku merasa iba terhadap mama Sofia. Mama mampu bertahan sendiri sampai saat ini.


Mama masih melanjutkan ceritanya tapi hal ini berbeda mama menceritakan tentang kepergian Vic. Vic ternyata mencintaiku, namun karena melihat kedekatanku dengan El membuat Vic salah paham dan meninggalkan negara ini.


Aku meminta maaf pada mama dengan apa yang terjadi jika saja aku mengatakan pada Vic bahwa aku mencintainya pasti semua ini tidak akan terjadi. Aku merasa bersalah dengan semua ini namun mama Sofia memberi pengertian padaku hingga membuatku mengerti dengan situasi saat itu.


Malam itu kami menghabiskan waktu berdua hingga mama Sofia tertidur. Akupun tidur di tempat tidur khusus penjaga.


Pagi harinya aku bangun dan kembali ke ruanganku. Aku membersihkan diri dan mengoles wajahku dengan make up Natural. Aku memang menyediakan beberapa setelan baju di ruangan kerjaku agar jika aku menginap di RS ini aku punya pakaian ganti.


Selesai berdandan, Sus Priskila masuk dan memberi tau jika keadaan Mama Sofia kembali drop.


Aku tau jika mama pasti mengalami kejang. Alasannya karena tadi malam mama bercerita banyak hal padaku hingga membut mama lelah.


Aku bersama timku melakukan pekerjaan dengan baik namun aku tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan Mama Sofia hanya bisa berharap pada Tuhan karena hanya Tuhan yang mampu menyembuhkan.


Saat aku keluar dari kamar rawat mama, aku terdiam mendengar suara orang yang menanyakan kabar Mama Sofia namum aku bersikap tenang.


Aku memintanya mengikutiku untuk masuk ke dalam ruanganku. Sejujurnya aku senang karena penantianku selama bertahun-tahun akhirnya aku bisa bertemu kembali dengannya namun jika mengingat perkataan mama Sofia tadi malam membuatku ingin menampar dan memukul wajah orang ini.


Di dalam ruanganku, Vic menanyakan keadaan mama Sofia dan aku menjawab dengan keadaan mama Sofia yang sebenarnya.


Awalnya aku bisa tenang menahan emosiku namun saat Vic mengatakan "apakah tidak ada cara untuk menyembuhkan mama Sofia", emosiku tak bisa di tahan lagi.


"Bagaimana pria ini bisa berkata seperti itu.. haa" batinku..


"Apakah Dia tidak tau bagaimana rasanya merindukan seseorang?" "Apakah Dia tidak perna merindukan mama Sofia hingga membuatnya tidak perna pulang di Negara ini?" "Atau karena Dia ingin menghindariku" batinku bertanya-tanya.


Aku mengeluarkan kata-kata yang sudah ku tahan sebelumnya. Aku melihatnya hanya terdiam mungkin ada rasa penyesalan dalam dirinya. Hingga Dia mengeluarkan satu kalimat.


"Apa yang terjadi Bill?" Tanyanya padaku. Mungkin Dia bertanya-tanya tentang perkataanku yang mana Dia membuat mama Sofia, papa Ethan dan Aku menderita.


Karena emosi membuatku tidak mengubris pertanyaannya, aku hanya menjawab agar Dia tidak perlu tau. Aku menyuruhnya keluar, mungkin Vic bingung dengan sikapku namun aku harus melakukan hal itu sebelum perasaanku kembali.


Aku sebenarnya ingin memeluknya karena aku sangat merindukannya namun karena perbuatannya membuatku harus menahannya.


"Aku mencintaimu Vic" batinku ketika Vic keluar dari ruanganku..


Aku berdiri menuju kamar mandi. Aku menangis, mengeluarkan semua yang tahan saat bertemu dengannya. Dia adalah sahabat baikku dulu dan pria yang aku cintai tapi saat bertemu dengannya lagi seakan Dia bukan siapa-siapa bagiku.


"Aku tau cepat atau lambat aku akan bertemu dengan Dia ketika aku tau bahwa mama Sofialah pasienku"


**Aku akan selalu menunggumu karena aku mencintaimu**


Salsabilla Timothy 💞


________________________________________


(*) Thankyou for Reading 😇