LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER

LOVE STORY - LOVE MY LIFE PARTNER
LS-15


Dr. TIMOTHY


Blessed Hospital, Kolombia


"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?" tanya seorang pria paru baya pada dokter yang menangani penyakit Istrinya..


"Sepertinya istri anda sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi." ucap Dokter tersebut


"Apa tidak ada yang bisa di lakukan untuk kesembuhan Istri saya dok?" tanya pria paru baya itu lagi karena sangat khawatir dengan keadaan istri yang sangat Ia cintai..


**Pria paru baya ini tidak tau jika istrinya mengidap penyakit berbahaya ini. Istrinya sangat pinter menyembunyikan penyakitnya. Jika istrinya terlihat kesakitan, sang istri hanya akan berkata jika keadaannya baik-baik saja hanya sakit kepalah biasa. Jika saja sang Istri tidak langsung di bawa di Rumah Sakit saat istrinya pingsan, Pria paru baya ini tidak akan perna tau jika kondisi istrinya sedang kritis.**


"Maaf Tuan." singkat dokter tersebut.


Karena keadaan tubuh pria tersebut tidak terlalu baik, karena menjaga Istrinya membuat Pria tersebut jatuh tak sadarkan diri. Pria itu jatuh pingsan setelah mendengar penjelasan Dokter. Dengan cepat para tenaga medis yang berada di sekitar tempat itu langsung mengangkat Pria tersebut dan segera memberikan pertolongan pada Pria itu.


Tak ada satupun keluarga yang datang menemui Wanita dan Pria paruh baya itu sedangkan Keadaan wanita tersebut sangat kritis, hingga membuat dokter yang menangani wanita itu meminta nomor handpone anak dari wanita dan pria paru baya itu pada bagian informasi yang memang memiliki data keluarga terdekat dari pasien yang di rawat di rumah sakit SS.


"Apa saya bisa bicara dengan Tuan Vicroy Israel?" tanya Dokter tersebut ketika terdengar suara Hallo dari seberang sana


"Ya ...Saya sendiri" suara dari seberang sana


"Saya dengan Dokter yang menangani penyakit Ibu anda.,, saya harap anda bisa datang dan ?menemui Ibu anda karena keadaannya sedang kritis".


"Apa yang terjadi Dok? Dan apa penyakit Ibu saya?" Tanya suara di seberang sana lagi


"Ibu anda mengidap penyakit Kanker Darah dan keadaannya saat ini sedang dalam kondisi kritis." ucap Dokter pada Vic.."Dan Ayah anda saat ini sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri karena kelelahan menjaga Ibu anda dan sedang dalam perawatan" sambung Dokter menjelaskan.


"Baiklah Dok. Terima kasih untuk informasinya.." ...


"Sama-sama" kata Dokter singkat dan mematikan sambungan telpon tersebut ...


Tut ...


*****


Caracas, Venezuela


Ketika mendengar penjelasan dari dokter yang menghubungi Vic tadi, tubuh Vic menjadi lemas seakan tak memiliki tenaga. Vic jatuh tersungkur di lantai.


Vic menangis merasa bersalah terhadap kedua orang tuanya. Dalam keadaan sakitpun kedua orang tua Vic tidak menghubungi Vic. Vic teringat jika 2 hari yang lalu Vic menghubungi kedua orang tuanya, menanyakan kabar kedua orang tuanya dan jawabannya adalah kedua orang tua Vic baik-baik saja. Vic merasa gagal menjadi anak. Karena keegoisannya meninggalkan Kolombia hingga membuat Ia jauh dengan kedua orang tua yang sangat Ia cintai.


Vic sadar bahwa Ia harus memiliki tenaga untuk menemui kedua orang tuanya di Kolombia. Vic kemudian segera menyantap hidangan makan siangnya. Setelah itu Ia segera kembali ke kediamannya dan menyiapkan keperluannya untuk pulang ke Negara asalnya. Vic menghubungi Rey memberitahukan jika Ia akan kembali ke Negara asalnya karena kedua orang tuanya sedang di rawat di Rumah Sakit. Rey menawarkan bantuan untuk kepulangan Vic di Negaranya namun karena Vic tau jika di perusahaan pusat sedang banyak pekerjaan, Vic menolak tawaran Rey.


Caracas Airport,


Pukul 22.00 Vic sudah berada di Bandara Caracas. Vic kemudian langsung menuju Jet Pribadinya.


Sebelumnya Vic telah mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pilotnya untuk melakukan penerbangan menuju Kolombia dan pilot menyetujuinya dengan penerbangan tercepat pukul 23.00


Pukul 23.00 semua telah siap. Vic dan para awak pesawat melakukan penerbangan dari Caracas, Benezuela menuju Bogota, Kolombia.


"Kiranya Perlindungan-Mu senantiasa di berikan untuk kami agar kami boleh tiba dengan selamat di tempat tujuan kami. Amin" Doa Vic dalam hatinya sambil memejamkan Mata sebelum pesawat lepas landas.


Perjalanan yang membutuhkan waktu berjam-jam membuat Vic tertidur. Vic berpikir bahwa Ia harus istirahat di dalam pesawat agar ketika Ia tiba di Negaranya, Ia memiliki tenaga untuk menjaga kedua orang tuanya.


*****


Blessed Hospital, Bogota


"Tolong ke ruangan Saya" ucap Dokter Kenzo pada seseorang lewat sambungan telpon


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang Dokter pada Dr.Kenzo ketika telah berada di dalam ruangan Dr.Kenzo


"Bagaimana keadaan pasien di kamar No.45kd?" Tanya Dr.Kenzo


"Keadaan pasien baik, tinggal pemulihan Dok." Jawab Dokter tersebut


"Baiklah" tutur Dr.Kenzo dengan menganggukan kepalah tanda mengerti


"Saya telah mengajukan cuti selama 2 minggu karena ada urusan Keluarga dan saya akan mengalihkan tugas saya atas pasien di Kamar No.48kd kepada Anda." Ucap Dokter Kenzo,, "Saya yakin anda mampu melakukan tugas ini" seru Dr.Kenzo.


Dr.Kenzo tidak semberangan mengalihkan pasiennya terhadap dokter lain. Namun karena urusan keluarganya Dr.Kenzo harus melakukan hal itu. Dan Dr. Kenzo memilih Dr.Timothy untuk menggantikannya sebagai penanggung jawab atas pasien di kamar No.48kd. Karena kemampuan Dr.Timothy membuat Dr.Kenzo menjatuhkan pilihannya pada Dr.Timothy, pasien di kamar No.48kd bukanlah pasien biasa. Dengan penyakit yang di derita pasien tersebut yang telah berada di stadium akhir me ngharuskan Dokter penanggung jawab harus benar-benar siap menghadapi situasi dan kondisi yang akan terjadi.


"Baik Dok" ucap Dr.Timothy


Dr.Kenzo kemudian memberikan map merah kepada Dr.Timothy yang dimana dalam map tersebut berisi data-data serta kondisi pasien di kamar No.48kd tersebut.


Dr.Timothy menerima map tersebut dan berpamitan kepada Dr.Kenzo kemudian meninggalkan ruangan Dr.Kenzo menuju Ruangan pribadinya.


(*)


Blessed Hospital merupakan RS terbesar dan terbaik di Kolombia. Memiliki dokter-dokter yang handal dan perawat yang tidak di ragukan kemampuannya. Setiap kamar pasien memiliki peralatan yang di butuhkan sesuai dengan penyakit yang di derita pasien agar ketika kondisi pasien kritis, pasien langsung ditangani dengan peralatan yang ada di kamar tersebut.


(*)


Terlihat Dr.Timothy telah duduk di kursinya sambil membuka map merah tersebut. Saat membaca nama pasien yang berada di kamar No.48kd, Dr. Timothy terkejut membaca nama yang tertera dalam map tersebut . Dengan segera Dr.Timothy melanjutkan membaca kondisi pasien di kamar No.48kd.


Saat Dr.Timothy sedang membaca isi map tersebut dengan serius, seorang suster datang menghampiri Dr.Timothy..


"Permisi Dok. Pasien atas nama Ny. Sofia detak jantungnya melemah" ucap suster tersebut tergesa-gesa.


Ketika mendengar ucapan sus tersebut, Dr.Timothy dengan cepat mengambil peralatan dokternya dan segera menuju ke kamar No.48kd.


Dr.Timothy dan beberapa perawat berusaha memberikan pertolongan kepada Pasien dengan nama Ny.Sofia tersebut. Dengan kemampuan yang di miliki Dr.Timothy, keadaan Ny. Sofia kembali stabil.


"Bagaimana dengan keluarga Pasien?" Tanya Dr.Timothy pada salah satu sus yang merawat Ny. Sofia ketika keluar dari kamar tersebut


"Saat ini Suami dari Ny. Sofia sedang dalam pemulihan di kamar No.05K di lantai 3 Dok" jelas Sus dengan Name tag Priskila.


"Apa" suara Dr.Timothy yang terkejut mendengar ucapan Sus Priskila.


Dr.Timothy segera meninggalkan sus Priskila yang masih bingung melihat tingkah Dr.Timothy.


"Bagaimana keadaan Pasien di kamar No.05K" tanya Dr.Timothy pada sus yang merawat Tuan. Ethan ketika Dr. Timothy telah berada di lantai 3.


"Apakah saya boleh tau apa hubungan anda dengan pasien Dok?" Tanya sus tersebut dengan sopan..


** Peraturan Di Blessed Hospital tidak boleh sembarangan memberikan informasi pada orang Asing **


"Saya sudah menganggap pasien seperti papa saya sendiri begitupun sebaliknya" jelas Dr.Timothy dan memperlihatkan kartu identitasnya pada sus tersebut.


"Pasien kurang istirahat dan kelelahan membuat tubuh Pasien menjadi lemah." tutur perawat tersebut.


"Apa saya boleh menemui pasien?" Tanya Dr.Timothy, bagaimanapun Dr.Timothy tidak punya hak untuk seenaknya saja masuk tanpa meminta izin pada perawat yang bertugas di lantai 3 apalagi pasien tersebut bukan pasien Dr.Timothy.


"Silakan Dok." seru Sus tersebut dengan sopan


Dr.Timothy segera masuk kedalam kamar Tuan Ethan ...


"Paa ..." ucap Dr.Timothy, ketika melihat Tuan Ethan membuka mata mengarah ke pintu untuk melihat siapa yang masuk.


"Sayang" ucap Tuan Ethan kaget ketika melihat seorang Dokter wanita masuk ke dalam kamar rawatnya sambil mencoba untuk duduk di ranjang.


"Jangan di paksakan pa. Berbaringlah." ucap Dr.Timothy sambil membantu Tuan Ethan untuk berbaring..


"Bagaimana keadaan papa?" Tanya Dr. Timothy


"Papa baik-baik saja sayang,," ucap Tuan Ethan lembut


"Papa harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyaj berpikir. Biar Salsa yang menjaga mama." ujar Dr.Tomothy


"Kamu tau kondisi mama Sayang?" Tanya Tuan Ethan yang ingin tau bagaimana Salsa bisa mengetahui kondisi istrinya.


"Ia pa, Salsa tau karena Salsa yang akan menjadi Dokter penanggung jawab mama." seru Dr. Timothy


** Yaa Salsabilla Timothy yang akrab di panggil Dr.Timothy di Blessed Hospital. Dokter spesialis Kanker Darah. Tuan Ethan tau jika Salsa bekerja di RS ini namun saat membawa Istrinya di RS ini, Tuan Ethan belum bertemu dengan Salsa karena penanggung jawab sebelumnya adalah Dr.Kenzo**


"Papa tenang saja, Salsa akan berusaha untuk kesembuhan mama." ucap Dr.Timothy "Sekarang papa harus istirahat supaya kondisi papa akan cepat membaik" sambung Dr.Timothy


"Ia sayang" ucap Tuan Ethan Lembut


"Salsa tinggal dulu ya pa,, Selamat beristirahat" pamit Dr. Timothy sebelum meninggalkan kamar rawat Tuan Ethan.


*****


Keesokkan harinya


Pukul 07.00 Jet Pribadi Vic tiba di Kolombia tepatnya kota Bogota, karena ada kendala mengakibatkan Jet pribadi Vic terlambat.


Vic langsung menuju ke Blessed Hospital ketika Ia tiba di Bogota karena Vic sangat mengkhawatirkan keadaan kedua orang tuanya.


Blessed Hospital, Bogota


Ketika Vic tiba di RS, Ia langsung menuju ke kamar rawat Papanya terlebih dahulu.


Dengan izin perawat penanggung jawab, Vic masuk ke dalam kamar tersebut ...


"Dokter......


________________________________________


(*) Thankyou for Reading 😇