
"Diluar masih hujan dan ini sudah malam untuk apa kau langsung pulang?" tanya Justin dengan santainya.
"Jangan perdulikan aku pikirkan saja dirimu. Aku juga tidak akan mengganggumu." Ucap Maya dan langsung pergi meninggalkan Justin.
Dengan cepat Justin langsung menghampiri Maya dan memeluknya.
"Maafkan aku, aku tidak ingin kau sakit karena perbuatanmu." Ucap Justin sambil memberikan kiss kepada Maya.
"Dasar bocilku, aku tidak akan membiarkanmu pergi bagaimanapun caramu untuk meninggalkanku aku akan mengejarmu. Kau hanya milikku." Ucap Justin dan kembali memeluk Maya.
"Sayang, aku ngantuk temani aku tidur." Ucap Justin dan langsung menarik tangan Maya untuk tidur di sampingnya.
Pagi harinya...
Tatapan Maya berkedip dan melihat sepasang mata sedang memandanginya saat ini.
"Selamat pagi sayangku." Ucap Justin dengan senyuman manis.
"Hah? cepat sekali kau bangun." tanya Maya heran.
"Iya dong aku akan lebih cepat bangun supaya bisa memandangi bocilku yang manis ini." Ucap Justin lagi dan langsung memeluk Maya dengan erat.
"Aku sudah bosan disini, kau tidak mengizinkanku untuk keluar buat apa aku diajak berlibur jika hanya beristirahat saja." Ucap Maya sambil memayunkan bibirnya.
"Aku tidak ingin jika banyak lelaki yang memandangimu, kau hanya milikku dan hanya bocilnya seorang Justin." Ucap Justin dengan suara manja.
"Kau ingin pulang ke rumah?" tanya Justin dengan senyuman.
"Iya aku sudah sangat bosan disini." Ucap Maya lagi.
"Baiklah katakan dulu, aku ingin pulang sayang." Ucap Justin mencoba menggoda Maya.
"Ak, aku sebaiknya aku tidak perlu mengucapkan kata sayangnya boleh?" tanya Maya sambil senyum pucat.
"Tidak, jangan pernah membantah perkataanku. Hanya tinggal mengatakan itu saja, lagian aku juga tidak akan melahapmu." Ucap Justin lagi.
"Hm... Baiklah ayo kita pulang sekarang sayang." Ucap Justin dan langsung menarik tangan Maya.
Saat di dalam mobil, "sayang barang -barangnya belum selesai disusun." Ucap Maya khawatir.
"Kau lupa siapa aku sayang, aku seorang Presdir jadi aku memiliki banyak ajudan dimanapun dan kapanpun." Ucap Justin dengan selera humornya.
Selama di perjalanan Maya hanya terdiam tidak mengatakan apapun.
"Aku akan membuatmu bahagia apapun permintaanmu." Ucap Justin dan langsung mencium Maya.
"Kau ini tidak bisakah izin dulu padaku sebelum melakukannya?" tanya Maya sambil menatap Justin.
"Tidak, aku tidak perlu izin lagian untuk apa? Kau ini punyaku untuk apa aku izin." Ucap Justin lagi.
"Kau harus izin kepadaku," ucap Maya lagi.
Tidak ada jawaban dari Justin membuat Maya semakin geram dengan sifat Justin yang terkadang sangat menyebalkan itu.
Sekitar beberapa jam diperjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah Justin.
"Aku lapar sayang." Ucap Justin dengan bibir mayun kepada Maya.
"Iya baiklah aku akan memasukkannya untukmu." Ucap Maya dan langsung memasak makanan kepada Justin.
Justin selesai makan dan langsung pergi ke kantor karena sudah banyak pekerjaan yang harus dikerjakan langsung oleh Justin.
"Aku nanti mungkin akan pulang malam, kamu tidur duluan saja." Ucap Justin tidak lupa mencium kening istrinya itu.
"Aku mencintaimu Maya." Ucap Justin dan langsung meninggalkan Maya.
Saat makan Maya melahap semua makanan itu dan tidak terlalu memikirkan perkataan suaminya itu.
"Aku akan makan makanan lebih banyak hari ini." Maya sangat senang dengan ucapan Justin bahwa akan pulang malam.