Heaven Is Just An Illusion

Heaven Is Just An Illusion
Kesepakatan


Selama mendengar ucapan Anju dengan perasaan yang tertahan membuat Sheyla bingung bagaimana mungkin Anju bisa mengatakan bahwa orang tua Justin yang telah membunuh kedua orang tua Anju dan menghancurkan hidup keluarganya.


"Gue heran apa yang membuat loh tahu dan mengapa mengatakan kalau orang tua loh meninggal karena perbuatan kedua orang tua Justin?" tanya Sheyla penuh penasaran.


"Saat gue tinggal di luar negeri nenek menelpon gue kalau Papa dan Mama gue mengalami kecelakaan dikarenakan remnya blong." Jawab Anju sambil menundukkan kepalanya.


* Flashback On *


Di Jepang yang menjadi negara paling sejuk sudah sangat jelas membuat orang-orang sangat menikmati pemandangannya.


Anju sudah terbiasa dengan bangun tidur jika harus dibangunkan oleh Mamanya tercinta.


"Anju, putra Mama yang paling ganteng saatnya sekarang kita berlibur." Ucap Mamanya Anju sambil menarik-narik tangannya.


"Ouh, Mama Anju masih ngantuk dan sungguh ingin istirahat sebentar lagi." Dengan mata yang masih tertutup Anju berbicara.


Di tempat lain adiknya yang paling aktif sudah menyusun perbekalan untuk berlibur.


"Mah, cepat supaya kita tidak dilanda macet di jalan." Ucap Papanya Anju lagi dengan happy.


Saat di tempat rekreasi tersebut keluarga Anju sangat menikmatinya apalagi Papanya yang mengajaknya berlibur karena Papanya mendapatkan kerja sama dengan perusahaan ternama.


Selama di tempat rekreasi keluarga Anju sangat menikmatinya dan sangat menyenangkan.


Keesokan harinya di rumah Anju yang baru saja mereka beli banyak barang berharga dan berlian yang mewah.


Hari ini Anju dan adiknya perempuan akan berkunjung ke rumah neneknya dengan perasaan yang sangat gembira Anju langsung berlari terlebih dahulu keluar dari rumah.


Saat kedua orang tuanya ingin pergi keluar sebuah telpon berbunyi, Anju yang mendengar panggilan telepon tersebut dan melihat kedua orang tuanya sangat sibuk akhirnya dia langsung mengangkatnya.


Di dalam telepon tersebut ada seorang suara Pria yang mengatakan ada seseorang yang ingin merebut kerja sama kerja yang sudah kita tanda tangani. Dia sedang berusaha untuk merebutnya dan mungkin akan terjadi sesuatu yang mereka rencanakan saya harap tuan untuk hati-hati.


Saat Anju ingin menanyakan siapa yang berusaha untuk melakukan hal seperti itu tapi sayang telepon tersebut sudah terlanjur dimatikan.


Di sebuah jalan yang berbelok ke arah kanan bencana terjadi, mobil yang digunakan Papanya Anju mengalami rem blong dan menabrak sebuah truk tangki minyak yang besar dan terjatuh ke dalam jurang.


Setelah satu tahun kemudian kontrak kerja sama dengan perusahaan Papa dicabut dan banyak perusahaan lain yang menarik kerja sama karena direktur utama sudah meninggal.


Kehancuran yang dialami Anju membuatnya sangat terpukul, bahkan kekayaan yang selama ini mereka nikmati sekarang sudah sirna.


Satu tahun kemudian...


Anju dan Mamanya beserta adik kesayangannya pindah ke Indonesia membuat hidup mereka berubah apalagi sekarang Anju dan adiknya sudah mempunyai Papa yang baru.


Bahkan karena Mamanya Anju menikah dengan seorang Pria yang memiliki harta berlimpah dan baik hati membuat hidup Anju sedikit bermakna.


Papa Anju yang sekarang memberikan Anju dan Mamanya sebuah villa yang mewah dan megah.


Hingga suatu hari Papanya Anju mengatakan bahwa dia akan melakukan proyek ke luar negeri dan melanjutkan tender yang sudah lama dia lakukan tetapi karena sibuk tidak pernah sempat dan sekarang adalah waktu luang jadi kesempatan tidak datang dua kali.


Sudah satu minggu di sana Mamanya Anju menelpon dan menanyakan kapan akan pulang, dengan jawaban hari ini juga sudah sampai di rumah tapi karena kangen akhirnya papanah memutuskan untuk datang ke villa terlebih dahulu.


Tidak berselang lama ada suara yang ribut terdengar dengan sangat jelas tetapi Anju tidak langsung gegabah memastikan bahwa mungkin dia adalah tamu atau bahkan teman seusia Papanya Anju karena ributnya minta ampun melebihi tawuran di sekolah.


Anju melihat dari sudut lemari bahwa ada seorang perempuan yang menangis sambil berbicara.


Dan tak lama kemudian ada seorang lelaki datang lalu merendahkan Mamanya bahkan menghina.


Tidak terima Anju melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba berhenti karena mengingat pesan orang tuanya," pikiran 10 kali sebelum bertindak daripada menyesal seumur hidup."


Lelaki itu mengatakan kalau Mama gue adalah wanita yang sangat tidak tahu diri dan menyuruh Mama supaya memikirkan dulu soalnya kalau uang Papa saya nggak punya hanya tampang doang.


Saat mencoba melirik ke arah lelaki tersebut dengan penuh dendam.


Semakin lama gue ngerti apa yang sebenarnya terjadi.


Sambil memberanikan diri gue menanyaka


Pn kepada Mama sebenarnya mengenai soal lelaki yang sekarang sudah menjadi suami Mamanya Anju sekaligus Papa.


Dengan lantang Mamanya Anju mengatakan kalau Mamanya adalah istri kedua dari pemilik perusahaan terbesar di negara Jepang dan sekaligus yang menggantikan proyek kerja sama dengan Papanya Anju dulu.


Semakin lama Anju sadar ternyata selama ini yang membunuh Papanya Anju adalah Papa angkatnya yang sekarang.


Akibat mengetahui hal tersebut,. Anju mengurungkan niatnya untuk membuat adiknya bersekolah di sekolah yang dekat dengan lelaki tersebut.


Hanya satu niat Anju yaitu balas dendam kepada keluarga Pria tersebut.


"Seperti itu ceritanya Shel, ucap Anju sambil menangis dan langsung di sapu Anju menggunakan tangannya karena tidak ingin di cap anak manja.


"Gue minta maaf, pantasan saja saat gue jadian sama Justin loh chat gue untuk memutuskan hubungan dengannya."


"Btw, loh sudah tahu atau nggak kalau sekarang gue sudah putus dengan Justin karena saat gue masih jadian dengannya ternyata dirinya dengan Maya sudah jadian. " Ucap Sheyla yang membuat Anju merasa geram.


"Gue sebenarnya sudah tahu karena di rumah Maya selalu menceritakan Justin padaku."


"Gue senang sih justru di satu sisi gue bakalan lebih mudah untuk menghancurkan Justin dan keluarganya."


"Gue bisa minta tolong nggak buat bantu gue karena ada satu hal yang harus loh ingat kalau penyebab kematian orang tua Riki adalah perbuatan orang tua Justin."


"Tapi kalau masalah kedua orang tua loh itu gue nggak tahu."


"Gue bukannya mau menang sendiri ataupun hanya memikirkan diri sendiri tapi loh juga harus ingat satu hal bahwa ini demi kebaikan hidup." Ucap Anju yang mulai mencuci otak Sheyla supaya semakin membenci Justin dan hubungan mereka berdua semakin renggang.


"Gue mengerti maksud loh." Ucap Sheyla lagi sambi deg-degan saat Anju mengatakan bahwa ini demi kebaikan hidup bersama.


Selama satu minggu setelah pertemuan Sheyla dan Anju hidup Sheyla sangat hampa apalagi saat ini di dalam rumah yang mewah yang ada hanya Sheyla.


"Ciuh, udah kayak kuburan aja nih rumah setelah Papa dan Mama pergi sekarang gue sangat kesepian."