Misunderstand

Misunderstand
khawatir


sepulang sekolah Nara tidak menemukan Jemmy ' ya paling dia bakal nongol tiba-tiba dan pasti nya bakal kageti gua' ucap Nara pede tetapi dia tidak melihat Jemmy sama sekali 'tumben tuh bocah sampai sekarang gak nongol juga" entah kenapa dia memikirkan Jemmy,gak ada Jemmy sepi juga.Nara melihat mobil berhenti disamping nya


"Banar?" ucap Nara saat mengetahui isi pemilik mobil itu.Banar yang melihat Nara langsung tersenyum


"lu balik sendirian sini gua antar?"tawar Banar


"gak usah gua bisa balik sendiri"tolak Nara yang masi mencari Jemmy


"ya kemarin kaki lu terkilir gara-gara gua pasti sekarang lu belum pulih total"


"ok" Nara yang lagi males berdebat akhir nya menerima tawaran Banar


didalam mobil cuma ada keheningan sedangkan Nara masi memikirkan Jemmy


"lu pasti lagi nyari Jemmy kan?" tebak Banar


Nara yang masih memikirkan Jemmy langsung kaget


"i iya"ucap Nara terbata-bata


"tadi pas istirahat Jemmy sama Aryan berantem"


"APA!!" Nara langsung kaget "tapi terakhir kali gua liat dia mau ketoilet terus pas pelajaran terakhir dia kagak keliatan lagi"


"antar gua kesekolah"


"tapi bentar lagi kita bakal nyampai"


"anter gua balik kesekolah,kalau lu gak mau turunin gua sekarang juga"


"oke oke" kata Banar yang terpaksa menuruti keinginan Nara.sesampai disekolah Nara langsung mencari Jemmy.dia melihat Jemmy yang sudah babak belur.sedangkan Aryan melewati mereka tanpa berkata-kata


Banar yang melihat teman itu langsung menghampiri nya


"lu gak kenapa-napa?"


"Diem lu bsgd!!" maki Aryan yang sedang tidak ingin diganggu


Nara yang melihat Aryan sangat membenci nya.Nara berharap orang seperti Aryan bisa lenyap dari muka bumi ini


"gua gak apa-apa kok ayo kita balik"


"alang kebaik nya kalau gua anter lu berdua"


"gak usah gus bisa balik sendiri" tolak Jemmy


"kalian berdua jangan banyak nolak lu Nara kaki lu aja abis terkilir dan lu Jemmy muka lu bonyok kayak gini tar disangka sama ibu-ibu lu habis tawuran"


"oke-oke kita berdua terima tawaran lu"


"tapi ra"


"Banar benar Jemmy gua gak tega melihat keadaan lu sekarang"


Jemmy yang melihat Nara memohon dan terus khawatirkan diri nya akhir nya setuju dan menerima tawaran Jemmy


didalam mobil cuma ada keheningan


"gimana cerita nya lu bisa ribut sama Aryan" tanya Nara


"ya gua gak mau aja lu disakitin karena lu itu teman gua"


" tapi setidak nya jangan sampai ribut kayak gitu,ngabisin tenaga dan buang-buang waktu aja"


"ya gua gak tega aja tadi ngeliat keadaan lu"


"kan bisa kali pake cara lain.ia gua akuin gua sama Aryan sempat ribut tadi pagi tapi gua gak mau memperbesar masalah"


Jemmy cuma terdiam mendengar cerama Nara.Banar yang mendengar pembicaraan mereka cuma tersenyum sekali-kali dia melihat Nara 'ternyata selain manis dia juga perhatian ya" ucap Banar dalam hati entah kenapa dia begitu penasaran sama Nara


"kita gak mampir dulu sekalian sekalian luka-luka lu diobatin Jem" tawar Banar yang masi fokus menyetir mobil nya


"makasi kita berdua mau langsung balik aja" tolak Nara karena dia merasakan merepotkan Banar.


Banar yang mengerti apa yang Nara pikirkan akhir nya menurutin kemauan Nara.walaupun diri nya masih ingin berlama-lama dengan Nara