Misunderstand

Misunderstand
Menyatakan perasaan


sudah gak kerasa Nara sudah menginjak kelas XII.hari ini dia tak ingin telat.Nara melihat Malvin sedang memasukan baju kekoper.Nara yang penasaran menghampiri Malvin


"ka anter kesekolah dong"


Malvin yang mendengar ucap Nara tiba-tiba langsung kaget


"lu berangkat aja sendiri gua lagi sibuk,dan lu jangan suka kagetin bikin jantungan aja" ketus Malvin "oh ya nyokap bokap lagi ngapain?"


"mama barusan keluar,kalau papa baru aja berangkat kerja,justru itu gua minta dianterin sekolah sama lu" jengkel Nara


"nihh" Malvin mengasi Nara uang selembaran merah "sono pergi " usir nya


pagi suasana rumah tampak sepi.Nara segera menghampiri rumah Jemmy dan mengetuk pintu rumah Jemmy gak kaya biasa nya Jemmy jam segini belum nongol.pintu terbuka oleh wanita paruh baya


"Jemmy nya ada tante?"


"Jemmy hari ini sakit Nak" jawab Leni"silakan masuk dulu"


Nara melihat jam tangan,dia tidak ingin telat dihari pertama masuk sekolah,apa lagi dia sudah kelas XII


"makasi tante,tar pulang sekolah jenguk Jemmy" tolak nara "salamin keJemmy ya tante semoga dia cepat sembuh"


"iya terimakasi ya nak,udah perduli sama Jemmy"


"sama-sama tante,lagian juga Jemmy kan teman ku,udah dulu tante tar abis pulang sekolah aku kesini lagi"ucap Nara sambil melambai kan tangan nya


Nara segera belari menuju halte bus.saat dia berjalan tak berapa lama sebuah mobil berhenti


"ra yuk masuk"


Nara segera masuk karena dia mulai terbiasa sekolah nya bareng Banar


"gimana liburan nya kemaren"


"seru banget lah Nar"


Banar cuma menatap Nara sekilas.karena dia benar- benar gugup saat ini


"ra gua mau ngomong sesuatu"kata Banar sambil memberhentikan mobil nya karena lampu merah


"lu mau ngomong apa?"tanya Nara penasaran


"Jemmy kemana tumben dia gak nongol ?"tanya Banar,


Nara langsung tertawa terbahak-bahak.dan Banar terheran melihat Nara tertawa


"kenapa?"tanya Banar bingung


"dikira lu mau ngomong apa?.Jemmy sakit tar pulang sekolah kita jenguk yuk"


"oh,bukan itu maksud gua" Banar sangat bersyukur karena Jemmy tidak ada yang mengacau nya hari ini


"gua mau ngomong sesuatu"


TINNNNN


bunyi klason dibelakang.sambil mengumpat


"temui gua dibelakang sekolah,pulang sekolah entar" bisik Banar


"mau ngapain,lu jangan bikin gua tamba penasaran deh"ucap Nara yang sudah sangat penasaran apa yang ingin dikatakan Banar


"pulang sekolah aja,gua takut lu gak fokus kalau gua omongin sekarang"


"oke deh kalau kaya gitu.gua kekelas dulu ya"ucap Nara sambil berlalu


'Banar mau ngomong apa sih bikn penasaran aja' pikir Nara yang gak menentu


"hai Nara Jemmy kemana,tumben lu gak bareng sama dia?" tanya Lira


"dia sakit hari ini dia gak masuk"jelas Nara sambil memasuki kelas nya


~••••````••••~


sepulang sekolah Nara segera menemuin Banar dibelakang sekolah.dia melihat Banar sudah menunggu nya


"dah berapa lama lu nungguin gua Nar"


"gak terlalu lama" ucap Banar sambil tersenyum


Banar cuma memandang Nara


"selama lu berteman sama Jemmy perna gak sih telintas ada perasaan gitu?"


"oh kalau hubungan gua sama Jemmy emang sebatas teman,lagian Lira udah ada perasaan sama Jemmy.walaupun Jemmy belum perna ngerespon nya"


"ngapain lu tanya-tanyain Jemmy terus dari tadi,lu suka ya sama Jemmy" ucap Nara asal ngomong


Banar mendengar itu langsung kaget 'dasar gak peka masa gua jeruk makan jeruk sih' kata Banar dalem hati.dia memandang Nara sebal kerana dia tidak peka


"gua masih normal ra"


"sory-sory gua cuma bercanda gak usah dianggap serius"ucap Nara masi tertawa


"Nara" panggil Banar serius"kalau boleh jujur sebenar nya gua uda punya perasaan sama lu,semenjak gua dekat sama lu gua senang aja,lu itu gak sama kaya-kaya cewek kebanyakan suka caper sana sini kalau ketemu yang bening"


Nara mendengar hal itu langsung terdiam,dia gak tau harus ngomong apa.mendengar perkataan nya Banar seperti dia serius dia bingung harus bilang apa,walaupun Nara juga punya perasaan sama Banar dia merasa senang saat dekat Banar karena Banar bukan tipe cowok iseng seperti Jemmy.tapi dia bingung mau ngomong apa saat ini


"gua tau sepertinya lu butuh waktu buat jawab nya,gua emang bodoh ya ra.gua aja perlu waktu ngumpuli keberanian.oke gua tunggu sampai besok ya"ucap Banar membelai rambut Nara


"yuk gua anter lu balik"kata Banar sambil mengandeng tangan Nara.Nara juga tidak menolak.yang cuma bisa Nara lakukan saat ini cuma terdiam.Banar mengantar sampai depan rumah nya


"kutunggu ya jawaban nya" entah kenapa Nara cuma mengangguk maklum ini pertama kali ada seseorang menyatakan perasaan nya.Nara segera masuki rumah nya dia melihat mama sedang menangis dan papa sedang sibuk menelpon seseorang


"mama ada apa? kenapa mama menangis?" tanya Nara sambil mengusap-usap tangan mama nya.Rose melihat putri nya langsung memeluk nya


"Malvin ra" ucap mama sambil menangis


"kak Malvin kenapa jangan bilang"


"Malvin kabur dari rumah dia membatal pernikahan nya sama Lonia" ucap mama sambil menangis histeris