Misunderstand

Misunderstand
pagi yang sial


Nara melihat jam tangan ia segera cepat memasuki gerbang tetapi gerbang sudah tutup ia tidak mungkin kerumah mama pasti bakal ngoce panjang lebar,gak ada ujung nya


"telat ya lu"


"Jemmy bikin Kaget aja lu!!"kata Nara sambil memukul bahu Jemmy


"auh sakit tau"


"abis lu nyebelin banget "


"ayo ikut gua"


"kemana?"


"kita tutuy"mata Nara langsung melebar


"Jemmy kalau ngomong jangan suka ngaco deh"


"sorry gua bercanda,ayo ikut gua aja "


"awas bae lu ngajak gua macem-macem"


"tenang neng paranoid banget jadi orang"


Jemmy mengajak Nara kebelakang sekolah disana ada tembok lumayan tinggi


"kita mau ngapain?"


"kata nya mau masuk sekolah ya lewat sini"


"gak mau ah kan gak mungkin gua manjatin tembok setinggi ini"


"tenang gua bantuin kok" kata jemmy segera jongkok


"ih gak mau ah"


"dasar cewek emang ribet,cepat buruan sebelum kita ketauan"


Nara segera menginjak pundak Jemmy segera berdiri.Nara agak ragu buat melompat


"ngapain bengong? ayo kita loncat"kata Jemmy yang sudah duduk ditembok


"gua takut Jemmy gua takut gimana kita ketauan"


"gak bakal soal kaya gini si kecil"


"iya lu udah kebiasaan"


"yauda kita loncat bareng dan terus langsung kekelas"


"siapa disana" ucap sebuah suara


"kabur Nara!!" seru Jemmy yang sudah loncat keluar pagar sekolah.Nara cuma terduduk diam bodoh sambil memandang cowok yang membuat Jemmy kabur


"ngapain lu disitu?,ups sorry kalau gua ganggu lu,sampai pacar lu kabur" kata cowok itu sambip tertawa


"siapa juga pacaran diatas tembok kaya gini orang mau sekolah"


"udah ngaku aja lu"


"bantuin gua turun dong"


"bisa si tapi gua takut"


"kalau gitu turun aja sendiri" ledek cowok itu sambil tertawa terbahak-bahak


"KALIAN BUKANNYA UPACARA MALAH NONGKRONG DISINI!!"


ucap suara mengelegar yang membuat mereka berdua kaget


"kamu juga perempuan ngapain duduk diatas tembok?"


"pak ini saya juga mau turun"


"ayo ikut saya"


Nara cuma bisa terdiam saat dia dipanggil kepala sekolah,bersama cowok itu dan disangka mereka berdua sedang berpacaran dibelakang sekolah.itu hal tergila yang Nara dengar


"intinya bapak gak mau ada alasan lagi.kalian kali ini bapak kasih Sp dua"


"tapi pak saya gak pacaran sama cewek ini.kenal juga enggak!!"


"sudah gak usah banyak alasan lagi intinya hari ini kena sp dua,tolong surat nya kalian kasih keorang tua kalian masing-masing"


"pak kita bisa kasi penjelasan dulu"


"tidak Aryan kamu mau menyangkal lagi ,orang sudah jelas-jelas pak retno melihat kalian berdua.dan sekarang saya minta keluar!!"


Nara menurutin permintaan kepala sekolah sedangkan Aryan masi tidak terima


"maaf" hanya kata-kata itu yg Nara keluar kan


"iya gak apa-apa,lagian gua juga kesal sama pak Yanto"


"lu gak marah kan? gua kira lu bakal nyemprot gua"


"kagak.tapi gua nyesal,mergokin lu sama pacar lu sampai kabur jadi gua kena imbas nya mungkin udah nasib gua"


kata Aryan sambil meninggalkan Nara


'ih siapa juga pacaran sama Jemmy.ini semua gara-gara Jemmy.coba aja gua gak ikutin ide gila nya,pasti kejadian itu gak bakal terjadi ' gerutu Nara dalam hati.Nara segera menuju kekelas nya disana iya melihat Jemmy sedang tertidur pulas.Nara menyambar sebuah buku tulis dan menggulung nya


" Jemmy bangun!!"kata Nara sambil memukul Jemmy


"ada apa si ribut-ribut.lu Nara akhirnya bisa loncat juga dari tembok"


"loncat-loncat gara-gara lu gua barusan kena sp dua"


"yang benar? lagian gua suruh kabur,lu masi ngedan diatas tembok.akhir nya lu yang kena dan gua yang disalahin"


"dasar nyebelin!!" kata Nara masi terus memukul Jemmy


"yauda gua minta maaf"


"bodo amat intinya gua kesal banget sama lu"


"tapi boong!!"kata Jemmy sambil berlari


"dasar cowok kurang asem!!!"teriak Nara yang kesal melihat kelakuan babon Jemmy