
Nara terbangun dia melihat suasana sekitar nya terasa asing dia segera keluar dari kolong tempat tidur.Nara mengusap kedua mata dan memperhatikan seisi kamar asing
"gua ada dimana"ucap Nara sambil menguap dan duduk ditepi kasur dia merasa linglung dan mengingat
"bukan nya gua semalem main petak umpet"ucap Nara sambil ngucek mata nya.tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka dan seseorang keluar dari sana.Nara langsung menutup mata sambil menjerit
"Aargh!!!"
"cewek gila? lu ngapain ada dikamar gua?"
"anu anu ta tadi malem"ucap Nara sambil tergagap.Nara sedikit mengintip,dari sela-sela jari nya dia melihat Aryan cuma berbalut handuk dan Nara menutup mata dengan tangan nya rapat-rapat
"lu benar-benar emang gak waras seharus nya lu masuk kerumah sakit jiwa.lu punya otak gak sih? dasar sinting"maki Aryan
Sonya mendengar keributan langsung terbangun
"kalian kenapa sih pada berisik"ucap Sonya masi mengantuk.dan Aryan makin melotot dan gak menyangka kalau adik nya ada disini
'mungkin Sonya yang membawa gadis konyol ini kesini' bantin Aryan yang sudah tau dengan kelakuan Sonya yang tiba-tiba suka menyelinap
"sory Aryan gua bisa jelasin"
"keluar kalian berdua keluarrr!!!"usir Aryan dengan nada tinggi
"Aryan bisa gak sih lu dengar penjelasan gua.gua sadar lu emang benci banget sama gua dan muak ngeliat diri gua,tapi tanpa lu dengerin penjelasan orang dan main hakim sendiri lu gak bakal tau kebenaran nya"kata Nara sambil belari.dia terus belari tanpa memperdulikan isi penghuni rumah itu
"kak Aryan jahat banget sama kak Nara,yang salah Sonya ngajak kak Nara bersembunyi dikamar kakak.karena kami bertiga main petak umpet kak Rick yang jaga karena kak Rick gak temuin kita yauda kita berdua ketiduran"
Aryan cuma terdiam mendengar penjelasan Sonya.mungkin ada benar juga perkataan Nara.Aryan segera memakai pakain nya dan segera menyusul Nara 'pasti tuh bocah masi belum jauh dari rumah gua"batin Aryan dalam hati dan penghuni rumah lagi-lagi terdiam melihat Aryan belari keluar
Nara berjalan gontai.dia bingung harus menjelasin kemama semalem dia menghilang kemana? mungkin mereka dirumah sudah mengkhawatirkan diri nya.Nara dikejutkan mobil yang tiba-tiba berhenti
"mau apa lagi lu?"
"ayo ikut gua"
"gak mau,lepasin"
"oke gua minta maaf kalau gua ada salah sama lu,tapi semalem tamu gua.masa gua tega gitu kelu gini-gini juga gua punya perasan
"tapi dimata gua lu itu cowok egois,main hakim sendiri,dan mulut lu suka asal tanpa dipikir dulu"
"tersera lu mau ngomong apa yang penting ikut gua dulu"
"enggak!!"pekik Nara berusaha melepaskan tangan nya
tiba-tiba sebuah mobil berhenti ditepat mereka berdua
"Nara lu gak sekolah hari ini?"ucap Banar melihat Nara sudah acak-acakan dan masi menggunakan gaun yang dia gunain semalem.Banar langsung menatap tajam Aryan
"lu apain dia?"
"Nar nar ini gak seperti yang lu lihat sekarang gua bisa jelasin.dan gua mau anter nih cewek kerumah nya"
"biar gua aja yang anter Nara biar dia agak tenang kalau liat komok lu dia kayak nya gak bakal mau"
"udah bener juga kata lu,udah lu anterin calon saudara ipar gua "
"calon ipar maksud lu apa coba diperjelas?
"entar aja gua jelasin nya sekarang gua gak ada waktu"
"lu sekarang mau kemana?"
"mau jemput Sinar kesekolahan dan kalau bisa gua mau ajak dia bolos biar banyak waktu"ucap Aryan sambil tertawa dan memasuki mobil nya
Banar cuma mengelengkan kepala nya melihat teman lagi bucin.dan Banar menghampiri Nara
"lu gak kenapa-napakan?"tanya Banar khawatir
Nara cuma menggeleng dan segera masuk kemobil Banar cuma ada keheningan diantara mereka berdua Banar segera memberhentikan mobil nya kesebuah masjid
"kita mau ngapain kesini?"
"udah lu cuci muka sono dan benarin penampilan lu"
Nara melihat diri nya dispion penampilan sudah acak-acakan,mungkin efek dia ketiduran dikolong rumah Aryan
dia segera ketoilet dan mencuci muka nya dan merapihkan diri nya,dia melihat diri kercermin penampilan seperti semalem tanpa buang waktu lagi Nara segera memasuki Mobil Banar karena gak enak kalau Banar menunggu diri nya kelamaan
"kalau boleh tau lu ada konflik lagi sama Aryan"
"ya seperti biasa"
"gua juga gak mau terlalu kepo dengan masalah orang tapi lu kalau mau curhat.curhat aja gak usah malu"
perkataan Banar ada benar juga akhir Nara menceritakan dari awal sampai saat ini
Banar cuma tersenyum dengan curhatan Nara karena dia mulai bisa mendekati Nara.entah kenapa Banar merasa senang bisa dekat dengan Nara
"berarti yang bodoh itu aryan seharus dia bisa kan ngedengar penjelasan lu"
"iya terkadang gua juga sebal dengan omongan Aryan asal ceplos gak dipikir dulu"
gak kerasa pembicaraan mereka sudah sampai didepan teras rumah Nara
"makasi ya Banar"
"iya kalau lu ada masalah cerita aja kegua.gua siap dengerin curhatan lu"ucap Banar sambil tersenyum
Nara segera memasuki rumah nya seisi rumah sudah menunggu nya
"kamu semalem kemana aja jangan bikin kita khawatir"ucap Rose sambil memeluk putri semata wayang nya
dan Nara mencerita kan apa yang menimpa diri nya semalem
"mama percaya sama omongan kamu,udah sekarang kamu ganti baju sana" perintah Rose"lain kali kamu jangan kayak gini lagi kita semua khawatir
"iya mama maaf kalau Nara bikin mama panik"ucap Nara sangat menyesal