Misunderstand

Misunderstand
Liburan


Banar akhir nya berhasil liburan bareng Nara Banar tidak mempermasalah kan,membawa Lira dan Zia walaupun dia terpaksa membawa Jemmy,entah sampai kapan Jemmy selalu nempel disisi Nara.mungkin Banar harus mengatur rencana,biar bisa mengusir Jemmy secara halus


"pemandangan indah kan?"tanya Banar melihat pantai panjang


"abis ini kita bakal kemana lagi"tanya Nara sambil memakan es krim nya


"rencana nya sih mau kebenteng marlborough,karena udah mau sore gimana kita lanjut kedanau dendam tak sudah?"


"oke,kita semua sih ikut-ikut aja"sambung Zia


"udah sono kalian siap-siap"


Banar menunggu teman-teman nya yang agak lama.30 menit kemudian mereka sudah rapih dan lanjut kedanau dendam tak sudah


danau yang sangat indah dan ramai banyak pengujung.mereka berlima keasyikan berselfi-selfi ria.saat mereka sedang asik dengan kesibukan masing-masing Banar menarik Nara"kita photo yuk buat kenang-kenangan"


"oke"kata Nara sambil tersenyum.Banar tidak ingin kesempatan emas.tiba-tiba Jemmy nongol dari belakang"ikut gabung dong"


"Jemmy bisa gak sih lu ganggu dulu "usir Banar


"kenapa gua juga pengen ikut selfi dong"


Banar menahan emosi,walaupun dia ingin ngasih Jemmy bogem menta.karena dia selalu jadi penghambat Banar untuk mendekati Nara


"uda biar adil kita potoh bertiga"Nara yang tidak ingin ada keributan


Banar terpaksa tersenyum,walaupun hasil potoh bagus,tetapi dia sangat kesal melihat Jemmy nyempil


"kita potoh berdua dulu yuk"


"yauda sono kalian istirahat"


Nara,Zia,Lira tidur dikamar tamu.sedangkan Banar terpaksa bareng Jemmy.sebenar nya Banar masi kesal dengan kelakuan Jemmy,setiap Banar ada kesempatan untuk mendekati Nara,pasti Jemmy bakal bikin kacau.Banar mengirim sebuah chatan pada Nara


'temui aku sekitar jam satu malem'


'oke emang lu ada perlu apa?'


'temui aja aku mau ngomong penting'


setelah semua nya sudah terlelap Nara segera menemuin Banar yang sudah duduk disebuah batu


"ada hal penting apa nar?" tanya Nara penasaran


"gua bingung mau ngomong,tapi gua juga takut apa yang gua sampaiin lu bakal menghindar dari gua"


"nar lu kalau mau curhat.ceritain semua nya gua siap kok sebagai teman dengerin keluh kesah lu"


Banar cuma tersenyum kecut.belum ngomong apa-apa.aja Nara udah nganggep sebagai temannya.gimana kalau dia nyatain perasaan nya,iya Banar ngerasa diri nya terlalu pengecut nyatain perasaan pada Nara,tetapi dia gak mau Nara menolak nya


"udah lupain aja"


"tadi katanya lu mau ngomong hal penting,siapa tau gua bisa bantu lu nar"


"dah malem tidur sono besok takut kesiangan"


Nara tak ingin lagi berdebad,akhir nya memutuskan kembali kekamar,walaupun dia masi penasaran apa yang ingin disampai kan oleh Banar.sedang kan Banar cuma terdiam meratapi kebodohan nya sambil melempar batu kesungai yang kebetulan tak jauh dari belakang rumah nenek nya.Jemmy yang dari tadi menguping pembicaraan mereka tambah penasaran,hal penting apa yang ingin disampai kan oleh Banar pada Nara.melihat Banar hendak masuk Jemmy kembali tempat semula nya dan pura-pura tidur