
Nara segera menghampiri Aryan diluar sekolah
"lu lama banget sih!"
"maaf"ucap Nara yang lagi males berdebat
"yauda cepat masuk nyokap dah lama nunggu"
Nara segera menurutin perintah Aryan dan memasuki mobil nya.Aryan sesekali melihat Nara.sebenar nya dia masih kesal dengan pernikahan ini,tetapi melihat Nara menangis Aryan tidak tega.tetapi dia juga sangat kesal karena pernikahan mendadak ini dia terpaksa putus sama Sinar
flashback on
" yank makasih ya buat hari ini besok-besok kita malming lagi ya"ucap Sinar dengan manja
"tentu"kata Aryan sambil mengelus rambut Sinar dengan sayang " sekarang kamu istirahat dulu besok pagi gua bakal jemput lu"
"kita kemana lagi yank?
"ada deh,udah kamu istirahat sana"
setelah mengantar Sinar.Aryan segera kembali kerumah nya,dia melihat papa nya sedang berada diruang tamu.seperti biasa nya Aryan cuek melewatin Alvaro
"Aryan" panggil Alvaro
"iya ada apa pa?"
"ayo ikut papa keruang kerja,ada hal penting yang ingin papa bicarakan sama kamu"
Aryan menurutin perintah Alvaro
"ada apa pa?" tanya Aryan penasaran
"kamu ini setiap hari suka membuang waktu mu.kamu tadi abis dari mana?" tanya Alvaro sekedar basa basi kepada putra nya
"abis main sama teman"
"kamu dari pada keluyuran tidak jelas lebih baik kamu menikah"
"apa?,menikah papa jangan bercanda deh"ucap Aryan sambil tertawa
"papa serius" ucap Alvaro
"tapi pa,Aryan masih sekolah.gak aku gak mau putus sekolah cuma gara-gara menikah"
"Aryan pernikahan ini cuma pengganti karena kakak kamu saat ini gagal menikah karena calon sudah kabur.kita sudah menyewah semua nya untung nya undangan belum tersebar atas nama mereka,papa harap kamu mau mengerti,jika pernikahan ini dibatalkan ini sangat memalukan"jelas Alvaro
"maksud papa kakak nya cewek gila itu kabur dan sekarang aku harus menikahin nya.enggak Aryan gak mau menikah sama cewek benalu itu"
"Aryan!!" bentak Alvaro "jika kamu tidak mau menikahi nya dan ingin keluarga mu malu, lebih baik kamu keluar dari rumah ini dan hak mu sebagai putra semata wayang akan papa cabut.karena papa tidak ingin pelihara anak yang tidak bisa bantu orang tua nya dan hanya menghamburkan uang dan tidak pernah disiplin sama sekali"ucap Alvaro tanpa sadar apa yang dikatakan karena sudah telanjur emosi.Aryan tau papa sedang emosi lebih baik mengalah dari pada makin rumit
"terserah papa aja" ucap Aryan mengalah "tapi yang penting Aryan masih bisa menikmatin sekolah,jika tidak jangan harap pernikahan ini bisa berjalan mulus"
"tenang kalau soal sekolah kamu lanjut papa hanya mengundang temen-temen terdekat papa saja"
Aryan hanya mengganguk pasrah
flshback of
dengan malas Aryan memakirkan mobil disebuah disebuah butik gaun pernikahan
disana Nara dan Aryan melihat Tania melambaikan tangan,mereka segera menghampiri nya
"Nara coba kamu coba dulu mana gaun penganting yang cocok buat kamu"
Nara yang tidak ingin ambil pusing cuma menurutin kehendak Tania.sudah setenga jam lebih Nara tanpa protes disuruh gonta ganti gaun karena tidak sesuai dimata Tania.walaupun Nara sudah capek + bosan.sudah sejam lebih akhir nya mereka menemukan gaun nya yang bagus menurut Tania.setelah itu Tania mengajak Nara dan Aryan kesebuah restoran.Aryan melihat Nara cuma menurut pada Tania merasa geram ' emang nih cewek udah kaya boneka aja menurut tanpa protes sedikit pun' pikir Aryan yang memilih diam karena kalau dia meledek Nara saat ini pasti Tania akan membela nya habis-habisan.sehabis itu Aryan segera mengantar Nara karena hari mulai menjelang magrib.Nara cuma terdiam tanpa terimakasi segera memasuki rumah nya
"ini cewek seharian dah kaya manaken hidup mana pas gua anter sekarang gak ada basa basi langsung main nyelonong pergi begitu aja" umpat Aryan Segera pergi dari pekarang rumah Nara.
sedangkan Nara cuma terdiam didalam kamar nya,kerena dia belum siap dua hari lagi,pernikahan mendadak ini sangat menyiksa nya.
: : : : : : : :
keesokan hari nya hari yang tak diharapkan sudah tiba,Nara cuma terdiam saat diri nya selesai dirias,dia segera menuju kebawa disana dia melihat Aryan dan semua orang sudah menunggu nya.Nara cuma bisa pasrah dan terdiam bodoh
"kamu sudah siap sayang" ucap papa
Nara cuma bisa mengangguk walaupun dia ingin menggeleng
"saya nikahkan kamu Aryan evans dengan putri saya Anara zelina binti satrio dengan seperangkat alat shalat dan mas kawin dibayar tunai"
"saya terima terima nikah nya Anara zelina dengan seperangkat alat shalat dan mas kawin dibayar tunai" ucap Aryan dengan lancar
"bagai mana para saksi sah"
Sahhhhhh
Nara cuma terdiam,saat semua orang pada hebo mengatakan sah,Nara tak sengaja melihat Jemmy sedang menatap nya kasihan,ya Nara sengaja mengundang Jemmy karena Jemmy orang yang bisa Nara percaya saat ini
dan saat selesai menyalamin para tamu Nara segera ketoilet karena sudah seharian penuh dia menahan hajat nya.selesai memenuhi panggilan alam nya.Nara melihat Jemmy dan segera menghampiri Jemmy dan gak sadar ia memeluk nya Jemmy langsung kaget karena tiba-tiba ada yang memeluk nya dan membiarkan Nara menumpahkan air mata nya
"Jem,gua sebenar nya masih belum menerima kenyataan kalau gua saat ini sudah menikah,gua masih ingin dengan kehidupan gua yang normal dulu"lirih Nara sambil memeluk sahabat nya satu ini
"ra gua yakin lu bisa menghadapi keadaan lu saat ini,lu harus kuat mana sahabat gua yang berani dan gak gampang cengeng.gua gak mau liat air mata lu.gua pengen lu tetap tersenyum,walaupun menghadapi masalah sesulit apa pun"
"makasi ya jem atas nasehat nya.cuma lu doang yang bisa mengertiin keadaan gua saat ini"kata Nara kembali memeluk Jemmy.Jemmy cuma hanya terdiam saat Nara memeluk nya.Karena dia juga merasa sakit saat orang yang dia suka saat ini menikah dengan orang lain.tapi mau gimana lagi,dimata Nara Jemmy cuma sebatas teman nya
" sudah cukup pacaran nya " ucap Aryan sinis
"Aryan ini gak seperti lu liat "ucap Nara berusaha menjelas kan
"Aryan gua rasa lu jangan salahin Nara ya.gua harap lu bisa ngejagain nya"
"buat apa gua jagain nih cewek.dia juga bisa jaga diri kan" cibir Aryan sambil melipat tangan nya " cepatan keruang tenga,keluarga udah pada nungguin" kata Aryan sambil menarik tangan Nara.Jemmy cuma bisa terdiam bodoh melihat Nara semakin menjauh dari pandangan nya
Diruang tamu semua keluarga sudah menunggu Nara harap Aryan tidak menceritakan yang tidak-tidak soal dia barusan memeluk Jemmy.dan Nara bernafas lega Aryan cuma diam
"nak jaga diri mu baik-baik ya"ucap mama sambil mencium kening Nara.Rose merasa tidak rela melepaskan putri nya
"Aryan kamu jaga Nara baik-baik ya" pinta Rose
"iya tante,mau bagai mana pun juga Nara saat ini tanggu jawab saya"
"kamu ya jangan panggil tante lagi sekarang mama"
"iya mah"
setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya Nara segera pergi kediaman Aryan.Nara tidak tau kedepan nya bagaimana apa dia bisa menjalanin nya