
Banar memberhenti kan mobil nya tepat didepan rumah Nara.Jemmy dan Nara segera turun
"ayo" kata Nara menuntun Jemmy kerumah nya yang nampak sepi dan Nara segera mengambil kotak p3k
"auhhh!!"Jemmy meringis kesakitan
"iya ini gua udah pelan-pelan" kata Nara yang sangat hati-hati membersikan luka Jemmy
"lain kali gua gak mau ngedengar lu ribut lagi"
"iya maaf Nara tadi gua khilaf"
"seharus nya lu gak usah memperbesar masalah tadi pasti Aryan mikir nya karena gua yang ngaduin soal ini kelu"
"gua tadi gak bisa nahan emosi karena gua gak rela temen gua disakitin apa lagi lu cewek
gua paling gak suka ada cowok berani main kasar kecewek"
"Aryan gak main kasar kok kegua ya gua tadi pagi kesal karena mulut nya gak bisa disaring asal ceplos aja tanpa mikir dulu"
Nara dan Jemmy mendengar suara pintu dibuka Rose keheranan melihat Jemmy yang sudah babak belur keheranan
"mama bawa apa itu"kata Nara langsung mengambil paper bag yang Rose bawa barusan
"ah gaun?"ucap Nara kebingungan" buat apa ma kita beli gaun segala emang bakal ada acara apaan"
"kamu emang udah lupa?,besok Malvin tunangan"
"jadi gak sabar ma besok pengen cepat-cepat ngeliat nya"
"eh iya Jemmy kenapa itu Nara"
"gara-gara tadi nebeng sama tronton tadi tante"ucap Jemmy sambil tertawa"
"lain kali kamu jangan suka naik tronton itu bahaya"omel Rose gak heran sama kelakuan Jemmy karena dari kecil Jemmy memang suka ngelakuin hal konyol
"ma kok cepat banget perasaan kemaren baru deh ngelamar nya,kok sekarang udah mau tunangan aja si ma?"
"pihak wanita nya yang meminta dipercepat.tapi mama rasa makin cepat makin baik dari pada ditunda-tunda"
"oh ya tante saya pulang dulu ya"pamit Jemmy pada Rose
"hati-hati ya lain kali kamu jangan naik tronton lagi bahaya"
"iya tante"
"sayang coba kamu pilih gaun nya"
Nara melihat gaun berwarna putih gading berlengan ngembang dan bermutiara.Nara segera memakai nya sangat pas apa lagi gaun itu sampai kelutut
"aku pilih yang ini aja ya ma"
"emang kamu gak mau milih-milih lagi?"
"gak ma Nara lebih tertarik yang ini"
"oke besok pulang sekolah kamu jangan keluyuran"
"iya mama"kata Nara yang masi mendekap gaun nya
*************
mana dikelas Nara sangat bosen karena Jemmy diskor selama seminggu
"hai dari pada bengong disini lebih baik kita kekantin" ajak Zia menarik tangan Nara
"oke-oke" Nara akhir nya menuruti permintaan Zia
dikantin sangat ramai Nara dan Zia cuma minum karena gak ada bangku kosong.Banar yang melihat Nara langsung memanggil nya
karena merasa ada malaikat Nara dan Zia segera menghampiri Banar
"gimana keadaan kaki lu masi sakit kan"tanya Banar sekedar basa basi
"enggak kok sekarang udah baikan"
"lu berdua mau gua teraktir gak?"
"gak usah repot-repot lagian juga gua lagi gak selera" tolak Nara yang merasa kagak enak pada Banar
tetapi berbeda pada raut muka Zia dia ngerasa Nara telah menolak rezeki.tetapi dia juga malu kalau memintanya
"gua mau ketoilet dulu" pamit Zia
"lu mau ditemanin gak?"
"gak usah gua bisa sendiri" ucap Zia sambil pergi.Zia paham dari pada jadi nyamuk lebih baik menyingkir
"pulang sekolah entar kita pulang bareng yukl" tawar Banar yang sebenar ingin berlama-lama dengan Nara
"gak usah repot-repot Banar makasi atas tumpangan nya kemarin"
"gua gak ngerasa direpotin gua tulus nolongin lu"
"tapi hari ini gua nebeng bareng Zia"ucap Nara sambil mencari alasan tepat
"oke tapi kalau lu ada perlu apa-apa gak usah malu karena gua siap bantuin lu"
"makasi Banar" ucap Nara sambil tersenyum
karena Nara merasa senang bisa dapat teman sebaik Banar
sore harinya
Nara sudah siap dengan gaun dikenakan nya dia segera belari keruang tamu dia melihat kakak sudah tampan memakai jas hitam
"lu udah selesai nyuk" kata Malvin yang kagum dengan kecantikan adek nya
"udah dong,mama papa ayo cepetan berangkat Nara gak sabar melihat calon kakak ipar nih"
"oke"jawab Satrio dengan penuh semangat sesampai dikediaman TN Alvaro disana suasana cukup ramai
Nara merasa harus memenuhi panggilan alam dia melihat mama papa sedang ngobrol Nara segera menarik tangan mama nya
"ma Nara mau buang air kecil"
"yauda sono tapi kamu jangan nyasar ya karena acara udah mau dimulai"
Nara segera mencari toilet ternyata rumah ini luas juga dia langsung kearah dapur dan bertanya kepada pembantu rumah ini
"disitu non"ucap nya Nara segera memasuki toilet dan memenuhi panggilan alam nya.dia segera kembali tetapi dia bingung dimana keberadaan keluarga nya sampai dia gak sengaja menabrak seseorang dan kaget melihat seseorang yang ada dihadapan nya saat ini