
selama di perjalanan Nara cuma memandang jendela mobil dengan tatapan kosong.sedang kan Aryan asik memainkan ponsel nya,dia terpaksa mematikan nya karena Sinar dari tadi menghubungi nya.sesekali dia melihat Nara, 'cantik juga nih cewek' pikir Aryan langsung menggelengkan kepala nya.sesampai dikediaman Aryan semua orang yang ada disitu langsung menyambut nya.Sonya gadis imut itu memberikan sebuket bunga mawar itu,dan membuat Nara sedikit tersenyum.tetapi tidak dengan Lonia,dia memandang nya dengan tatapan sinis.Nara yang melihat nya cuma terdiam,Nara memaklumi Lonia karena ulah kakak nya.jadi wajar saja jika Lonia membenci diri nya
"kalian sudah sampai sekarang istirahat dulu"ucap Tania dengan lembut
Aryan segera menuju kamar nya,sedangkan Nara hanya mengikutin dari belakang.Nara memandang kamar itu dengan tatapan kosong
" jangan ngelamun terus tar lu kesambet" ucap Aryan sambil menepuk pundak Nara
Nara yang langsung kaget dan mendelik kesal
"apa liat-liat,udah ah gua mau mandi dulu capek"ucap Aryan enteng
"dasar cowok nyebelin" umpat Nara dalam hati 'semoga aja ini mimpi kalau gua nikah sama tuh orang'guma Nara sambil menampar wajah sendiri dengan keras.Nara meringis kesakitan.
dan Nara langsung menggelengkan kepala nya,karena meratapi kebodohan yang baru saja dia lakukan.walaupun diri nya saat ini belum bisa menerima dengan pernikahan ini.untuk mengobatin rasa jenuh nya Nara memainkan ponsel,dia melihat Banar sudah menelpon nya berkali-kali,mungkin pria itu masih ringin mengejar nya.Nara sebenar nya sudah menaruh hati kepada Banar,hanya waktu itu bukan nya Nara ingin menolak Banar.hanya kaget dan gak menyangka kalau Banar juga mencintai diri nya.ini semua gara Malvin,entah kenapa Nara saat ini sangat muak dengan kakak nya
Celkk
pintu terbuka,ternyata Aryan sudah selesai dengan rutinitas nya,dengan membuang muka dan tak ingin melihat Aryan bertelanjang dada dan Nara segera memasuki kamar mandi dan tak lupa mengunci pintu nya.dia berendam diair hangat membuat diri nya terasa lebih tenang tak terasa diri nya bermain air sudah lebih sejam.Aryan merasa aneh,karena Nara sudah sejam tidak keluar dari kamar mandi.apa jangan-jangan dia.Aryan tak ingin memikir hal yang macam-macam langsung mengetuk pintu.Nara yang sedang keasikan dikamar mandi langsung kaget
"lu bisa gak sih gak ngeganguin orang"
"woiw masi hidup lu jangan bilang lu ketiduran dikamar mandi"
"dasar edan lu bisa diam gak sih!" teriak Nara
Aryan saat ini tidak ingin berdebat akhir nya memilih diam,dan merasa bersyukur kalau Nara tidak melakukan hal bodoh.mungkin efek dia nonton flim-flim alay tidak faeda bersama Sinar dulu.tak berapa lama Nara keluar dan sudah memakai baju tidur sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk
Nara melihat sekitar kamar Aryan,tidak ada sofa panjang
"lu punya karpet sama bet cover gak?"
"emang buat apaan?"tanya Aryan bingung dengan perkataan cewek gila dihadapan nya
"nih"tanpa basa basi Aryan memberikan nya pada Nara
"oke makasih,oh ya setelah pernikahan ini kita masi sekolah gak ya?"
"masih lah kan kita cuma menjalankan pernikahan pengganti"
"syukur lah kalau begitu"
"eh cewek gila maksud gua Nara pacar lu gak bikin sakit hati apa undang pacar lu barusan tadi?"
"pacar yang mana?"
"aih pura-pura ****,siJemmy-Jemmy itu"
Nara memutar bola mata dengan males karena Aryan mulai membahas soal Jemmy pasti ujung-ujung bakal ribut
"dah ya gua mau tidur.besok mau sekolah takut kesiangan"
"ye bilang aja takut kesiangan biar bisa ketemu pacar lu itu"
"bisa diam gak sih lu.udah malem gua mau tidur capek tau"ucap Nara setelah membereskan karpet dan bet cover nya dia langsung memejam kan mata nya
"nihh" Aryan melempar kan bantal dan guling
"apa lagi sih!!"
"bantal sama guling,biar lu molor bisa nyaman apa lagi guling biar lu bisa ngayal lagi peluk pacar lu itu"
"bisa diam gak sih!!"teriak Nara
Aryan yang melihat Nara sudah mulai emosi akhir memilih diam karena tidak ingin terjadi keributan dimalam hari