Misunderstand

Misunderstand
terkilir


keesokan hari nya Nara yang terbangun dari tidur nya dia segera menuju kamar mandi tetapi dia merasa sakit saat berjalan dia melihat kaki nya sudah membiru ia segera memanggil mama nya.Rose yang melihat keadaan kaki putri nya segera memanggil embah Rukini.Nara yang sedang selonjoran melihat tiba-tiba Jemmy nongol dijendela nya


"Jemmy ngapain lu disitu?"


"mau liat lu lah"


"kan bisa kali lewat pintu depan emang lu kira rumah ini isi nya jendela semua!!"teriak Nara sambil melempar bantal


"gua tadi mau masuk tapi diusir sama abang lu "


"mungkin kak Malvin bosen liat muka lu"


"ye,apa yang dibosenin sama muka ganteng ini"


"apa lu homo?,gak mungkin lah kak Malvin bakal tertarik sama muka sok kegantengan lu"


"mungkin aja"seru Jemmy enteng sambil cekikikan


Nara cuma bisa membuang nafas kasar dan sabar sama kelakuan temannya yang konyol ini


"Si Banar benar-benar parah nih"ucap Jemmy yang melihat pergelangan kaki Nara yang sudah membengkak


"sono sekolah,jangan ganggu gua terus"


"dih siapa yang ganggu lu.gua ini mau liat keadaan lu siapa tau lu bohong karena males masuk"


Rose yang bersama embah Rukini kaget saat hendak masuk ia melihat Jemmy sudah ada dikamar Nara


"pagi tante" sapa Jemmy ramah


"pagi Too kamu belum berangkat sekolah?" ucap dengan Rose lenbut


"ini juga mau berangkat permisi tante" ucap Jemmy yang hendak pergi dari pandangan Rose


"Ma Malvin minta duit!!" teriak Malvin


'****** gua bakal jadi umpan nya' batin Jemmy


"Ma mana?"ucap Malvin hendak masuk kamar Nara


"lu bukan nya gua suruh sekolah yang benar kenapa lu bisa ada disini"


"ya bang ini gua juga mau sekolah" ucap Jemmy langsung belari


Malvin cuma menggelengkan kepala nya sedang Nara,Rose berseta embah Rukini cuma bisa tertawa,yang melihat kelakuan Jemmy


embah Rukini segera melakukan tugas


AHHHHHH!!!


teriak Nara meringis kesakitan


"udah neng tahan aja ini kalau gak diurut bakal tambah para"


Nara cuma bisa nyengir mendengar perkataan embah Rukini yang sedang mengurut nya


"ini gimana cerita nya,lu sampe keseleo kayak gitu?"


"kemaren pas Nara ngejar Jemmy Nara hampir ketabrak mobil"


"Jemmy aja dikejar sekalian aja tembak biar gak capek-cape ngabisin tenaga"


"yang nabrak lu tanggu jawab gak?"


"yang nabrak Nara kebetulan teman satu sekolah Nara nama nya Banar,dia yang ngantar Nara pulang kemaren.walaupun dia dingin,cuek dan kasar dia baik kok"jelas Nara panjang lebar "oh,iya kak pas ngelamar kemarin calon istri kakak gimana cantik gak"


"lumayan" jawab Malvin singkat sebenar nya dia males membahas soal lamaran yang kemarin karena dia sudah telanjur cinta sama Melsa


"kok lumayan si kak? jelasin detail nya kan gua penasaran?"


"sudah lu istirahat aja dulu gua mau kekampus"kata Malvin langsung pergi meninggalkan Nara


"kak Malvin kenapa ya saat gua nanya soal lamaran dia kayak lesu banget dan gak bersemangat" ucap Nara dalem hati


"neng udah nih lain kali kalau jalan hati-hati ya"kata embah Rukini yang sudah menyelesai kan tugas nya


"saya permisi dulu ya"


"iya embah hati-hati dijalan"


Nara yang hendak tidur tiba-tiba bi Sri memanggil nya


"non ada yang nyariin non didepan"


"siapa bi? suruh masuk aja"


tak berapa lama Nara melihat Banar yang datang kerumah nya.Banar cuma menggeleng melihat keadaan Nara sekarang