
Nara syok mendengar nya perkataan mama nya barusan
"serius ma?,padahal aku tadi pagi masi ngelihat dia"
"kenapa gak kamu cegah!!" bentak Rose sambil mencengram bahu putri dan menggucang guncang tubuh Nara dengar keras
"apa kamu ya yang bantuin dia kabur dari pernikahan ini?,jawab jujur kamu sama mama" tuduh Rose
"e e enggak mama"ucap Nara terbata-bata.sambil menahan air mata nya
"udah-udah Rose kamu jangan kasar sama Nara" ucap Satrio sambil menengai mereka
"Nara kamu sekarang boleh kekamar" Nara segera menurutin perintah papa nya
Didalam kamar Nara cuma menangis tak terasa dua jam hingga membuat mata nya bengkak.Nara mendengar suara ketukan pintu dan segera membuka nya dia melihat papa sudah rapi-rapi
"papa mau kemana?"tanya Nara sekedar basa basi sambil tersenyum
"kamu cepat bersiap lah kita akan pergi keluarga Evans"
"emang kita mau ngapain pa?"
"cepat bersiap lah.kamu jangan banyak tanya lagi!!" Bentak Satrio.Nara mendengar bentakan Satrio tak terasa air mata nya mulai mengalir
"maafin papa kalau papa gak bisa tahan emosi dan kasar sama kamu" Satrio langsung memeluk putri nya.Nara memahami keadaan keluarga nya saat ini.setelah rapi mereka mendatangi keluarga Evans yang menatap keluarga Nara dengan penuh kebencian.dan papa membujuk nya agar tidak dilaporkan polisi dan membujuk mereka menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan
"Satrio kamu itu sahabat saya tapi bisa-bisa nya kamu mempermain kan keluarga saya"ucap Alvaro yang memandang Satrio dengan dingin
"maaf kan saya Alvaro.saya juga tidak tau kalau anak sulung saya kabur,saya ingin kasus ini kita bisa menyelesaikan secara keluarga"
"apa jaminan nya?"
"saya akan turutin perintah mu apa pun yang kamu minta pasti akan aku penuhi"lirih Satrio yang tidak penuh keyakinan
"yang benar kamu ingin menurutin semua kemauan saya" ledek Alvaro sambil melipat tangan nya.Tania yang melihat Nara langsung berbisik kepada Alvaro.Alvaro terdiam sejenak dan mensetujui bisikan Tania
"baiklah kalau kau ingin menyelesaikan masalah ini dengan secara keluarga tapi ada satu Syarat"
"apa syarat nya,aku akan mempenuhin apa pun yang kamu mau"
"aku ingin putri muh menikah dengan putra ku"
Nara sangat kaget dia tidak ingin menikah dengan Aryan
"oke aku tidak akan memaksa diri muh.tapi jangan salahkan aku jika orang tua mu masuk penjara"
Nara akhir terdiam,sebenar nya dia ingin menentang persyratan gila yang diberikan Alvaro.tetapi dia tidak ingin melihat orang tua nya mendekam dipenjara.Nara akhir nya cuma bisa menangis tidak ada pilihan yang bisa dia pilih dari salah satu nya
"Alvaro aku rasa beri dia waktu untuk hal ini"
"oke aku beri dia waktu.jaga dia jangan sampai dia kabur menyusul kakak nya,dan kau harus bersyukur aku masih mau menerima kedatangan muh setelah keluarga mu bikin keluarga ku malu"
"dan setelah tiga hari aku ingin segera menikah kan nya.lagi pula aku harus memaksa Aryan untuk mempersetujui pernikahan ini" lanjut Alvaro
\=\=\=\=\=\=\=
Nara masi menangis didalam kamar nya dia tidak bisa tidur semaleman karena terpikir penikahan yang mendadak.lagi pula Banar pasti sedang menunggu jawaban nya hari ini.Nara hanya mebasuh wajah nya dan segera makai seragam nya,baru kali ini dia tidak mandi ketika berangkat sekolah
"pagi" sapa Jemmy sambil tersenyum.Nara cuma melihat Jemmy sekilas dan memperlanjutkan perjalanan lagi
"tumben lu pagi-pagi gini kusut,lu gak mandi ya"ledek Jemmy sambil tertawa
"udah diam lu bisa diem gak sih!!" Bentak Nara penuh emosi
"ra lu kenapa?"
"udah Jemmy sekarang lu jangan gangu gua karena gua saat ini butuh sendiri"ucap Nara sambil lari Jemmy kebingungan melihat kelakuan Nara hari ini.Jemmy segera mengejar
"lu kenapa? lu ada masalah apa tolong cerita kegua"
tak terasa air mata Nara mengalir deras.Jemmy yang kebingungan segera membawa Nara kebangku taman
"ra lu ada masalah apa?,siapa yang nyakitin lu"
"Jemmy setelah gua cerita lu jangan kasih tau kesiapa-siapa,gua mohon cuma lu orang yang bisa gua percaya"
"iya gua janji"ucap Jemmy sambil meyakinkan Nara.
Nara menceritakan apa yang terjadi pada diri nya saat ini.dan dia ngerasa masa depan sudah hancur karena ulah Malvin.Jemmy bingung harus menghibur Nara dan ngelupain segala ketepurukan nya yang Nara alami saat ini.dan merasa sakit hati cewek yang dia pendam perasaan nya selama ini akan menikah dengan orang lain
"gua bingung Jemmy,kalau gua ikutan kabur dan ngikutin jejak Malvin,mereka mengancam bakal mempenjara kedua orang tua ku"
"ra gua yakin lu bisa lewatin semua ini,gua mohon lu jangan putus asa karena gua bakal selalu disisi lu" ucap Jemmy yang berusaha menenangkan Nara