Misunderstand

Misunderstand
Bertemu lagi


seseorang itu menatap Nara penuh amarah siapa lagi kalau bukan Aryan


"mau ngapain lu kerumah gua.gua gak mau nerima tamu kayak lu"


"sorry ya gua emang cuma tamu disini tapi gua disini pengen melihat pertunangan kakak gua disini"


"gak mungkin" ucap Aryan yang masih selidiki Nara


"gua ingat betul saat pelamaran waktu itu dan lu jangan coba membohongin gua"


"siapa yang bohong buat apa gua berbohong emang benar"


"satpam" panggil Aryan yang memotong perjelasan Nara dan segera memanggil satpam


"iya ada apa den?"


"tolong usir wanita yang ada dihadapan gua sekarang juga"


"hei lu jangan seenak nya aja main usir segala!!"teriak Nara gak terima dirinya dipaksa keluar


semua orang melihat Nara yang sedang dipaksa keluar oleh satpam.Rose dan Satrio melihat putri nya sedang diseret oleh satpam langsung menghampiri nya


"Hei mau kau apakan putriku!!" teriak Satrio sambil mendorong satpam itu sampai terjatuh


Alvaro melihat kejadian itu langsung menghampiri nya


"kamu jangan bikin ulah disini siapa yang berani menyuruh mu untuk mengusir putri nya Satrio?"


"den Aryan tuan dia yang memerintakan kan saya" ucap satpam itu ketakutan.Aryan yang melihat kejadian memalukan yang dibuat nya itu langsung menghilang dari pandangan Alvaro.sebenar nya Aryan masi kesal dengan kejadian kemarin dan melihat Nara tiba-tiba seperti jelangkung emosinya langsung mendidih karena dia belum terima bahkan dia hampir dikeluarkan dari sekolah setelah berunding akhir nya kepala sekolah masih mempertahan Aryan asal dia tidak bikin masalah lagi


Nara masih menangis dipelukan Rose


"anak itu selalu nyari masalah"ucap Alvaro geram


"tenang pa urusan Aryan kita selesaikan entar kita harus melanjutkan acara pertunangan Lonia" bujuk Tania pada Alvaro


"sebaik nya Nara saya bawa kekamar tamu dulu biar agak tenang.Maaf Aryan emang nakal"


"kamu temenin kak Nara dulu ya kalau kak Aryan nakal lagi kamu harus ngelapor kemama"


"oke ma"Nara yang melihat Sonya langsung malu karena abis nangis dihadapan anak kecil


Nara segera mengikuti langka kaki Sonya dan menaiki tangga sebenar nya Nara masi was-was takut diri nya melihat Aryan.Aryan yang sedang terdiam didepan balkon.dia mendengar langka kaki yang melewati nya dia melihat Nara dan Sonya sedang berjalan


"kak kita kekamar aku aja yuk" ajak Sonya


"ini bonekaku sini kakak mau kenalan gak?"


Nara cuma tertawa mendengar penuturan Sonya


"halo semua nya kenalin namaku Anara zelina" ucap Nara merasa konyol


Aryan yang sedang memperhatikan Nara dan Sonya dari luar hanya menggelengkan kepala


"dasar gadis konyol" ucap Aryan yang senang melihat Sonya bermain dengan Nara.dan Aryan merasa bersalah atas prilaku nya Aryan segera mengetuk pintu.


Nara yang sedang bermain dengan Sonya langsung terkejut dimelepaskan boneka yang dimainkan nya untuk menghibur Sonya


"kak Aryan kalau nakalin kak Nara bakal kuaduin kemama" Aryan langsung mencega Sonya


"kakak kesini cuma mau minta maaf sama kak Nara jadi tolong jangan aduin kemama"kata Aryan yang memasang wajah memelas.Nara yang melihat sikap Aryan dan Sonya dia seperti melihat Malvin yang selalu membujuk diri nya jika Nara sedang ngambek.


"kakak mau ngomong sebentar dulu sama kak Nara tapi kamu janji jangan bilangin kemama besok kakak teraktir"


"oke Sonya gak bakal aduin kemama tapi kak Aryan jangan nakalin kak Nara ya,udah Sonya mau main dulu"ucap Sonya belari keluar kamar


" ternyata lu suka nya main aduan ya udah gede gak usah ngadu-ngadu dah kayak anak kecil aja"


"maksud lu apa?gua gak perna ngadu hal apa pun,maaf Aryan jika kedatangan gua bikin lu emosi lebih baik gua pergi"


Aryan langsung menarik tangan Nara


"gua belum selesai ngomong yang mau gua sampaiin kelu"ucap Aryan sambil menatap tajam ke arah Nara